Melamar Kerja Zaman `Jadul` dan Milenial

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 23 November 2018 08:41
Melamar Kerja Zaman `Jadul` dan Milenial
Dua teknologi ini juga mengubah kebiasaan perusahaan dalam proses rekrutmen.

Dream – Melamar pekerjaan merupakan sebuah aktivitas yang pasti dilakukan sebelum mulai bekerja di sebuah perusahaan. Aktivitas ini mengalami pergeseran yang cukup banyak dari masa ke masa seiring dengan perubahan jaman.

Teknologi ternyata mengubah kebiasaan para pekerja dalam melamar pekerjaan, baik internet maupun media sosial. Dua teknologi ini juga mengubah kebiasaan perusahaan dalam proses rekrutmen.

Bicara tentang proses rekrutmen dan teknologi, ternyata proses melamar kerja antara generasi “ dulu” dengan kekinian berbeda.

Dikutip dari Karir.com, Jumat 23 November 2018, pada era pekerja baby boomers dan juga generasi X proses melamar kerja cukup sulit dan juga memakan waktu yang tidak sebentar.

Proses melamar kerja hingga akhir tahun 1990 tidak mengalami banyak perubahan, karena media yang digunakan dalam menyebarkan informasi lowongan pekerjaan masih sangat terbatas.

Perusahaan-perusahaan di masa ini sangat mengandalkan media cetak untuk menyebarkan informasi mengenai lowongan pekerjaan yang mereka miliki. Proses rekrutmen cukup memakan waktu yang lama karena komunikasi masih menggunakan via pos dan memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Cara lainnya yang banyak dilakukan oleh pencari kerja pada masa ini adalah dengan melakukan proses canvasing ke berbagai perusahaan dan juga pabrik yang ada. Mereka akan mengirimkan lamaran pekerjaan tanpa peduli apakah perusahaan tersebut memang sedang membuka lowongan kerja atau tidak sama sekali.

Jadi, bukan sebuah pemandangan yang aneh pada masa itu jika ada seorang pencari kerja membawa banyak cv bergerak dari satu kantor ke kantor lainnya.

Sistem referal antar pegawai untuk mencari kandidat juga sangat diandalkan dalam merekrut pegawai yang baru. Apabila ada lowongan atau posisi baru di perusahaan, mereka biasanya akan merekomendasikan kepada teman atau saudara yang mereka kenal sesuai dengan pekerjaan tersebut.

Oleh karena itu, tidak jarang kita melihat banyak pegawai di era ini memiliki kedekatan yang sangat tinggi antar pegawai. (ism)

1 dari 1 halaman

Era Generasi Y dan Millenial

Pada generasi pekerja ini, mencari pekerjaan menjadi lebih mudah dengan waktu yang lebih singkat. Perubahan proses mencari kerja sedikit bergeser dengan adanya teknologi internet di akhir tahun 1990-an.

Munculnya internet di Indonesia telah membuka kesempatan baru bagi perusahaan untuk meraih lebih banyak kandidat dengan memanfaatkan internet.

Di dekade ini muncul juga berbagai situs listing pencari kerja yang memberikan kemudahan bagi pencari kerja untuk mencari lowongan kerja. Di luar Indonesia, situs pencari lowongan kerja seperti JobsDB mulai muncul di tahun 1998, sedangkan di Indonesia Karir.com muncul di tahun 1999.

Situs listing lowongan kerja membuat proses pencarian kandidat dan juga lowongan kerja menjadi lebih mudah dan lebih cepat.

Perusahaan cukup melakukan posting lowongan pekerjaan sesuai dengan deskripsi pekerjaan dan kebutuhan kandidat yang diinginkan untuk memenuhi lowongan tersebut.

Sementara di sisi pencari kerja, cukup melakukan proses lamaran pekerjaan dengan mengirimkan profil dan data diri mereka tanpa harus repot membuat salinan fisik untuk data diri mereka. Penggunaan digital social media juga membuat perusahaan dan pencari kerja mampu menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk melamar pekerjaan.

Dari kedua gambaran tadi, tentunya kita bisa menyimpulkan bahwa saat ini dengan adanya perkembangan teknologi dan internet membuat proses lamaran kerja menjadi lebih mudah dan cepat.  (ism)

Beri Komentar