Bluechips Syariah Menanjak, Indeks Syariah Masih Tertekan

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 10 Februari 2015 10:55
Bluechips Syariah Menanjak, Indeks Syariah Masih Tertekan
IHSG masih bisa membuka perdagangan di zona hijau meski mulai tertekan aksi jual.

Dream - Bursa saham Indonesia akhirnya kembali melemah setelah pelaku pasar memperoleh sentimen negatif dari kawasan regional. Pemodal asing juga mulai selektif memburu saham-sahamnya.

Koreksi yang dialami Wall Street membuat bursa saham regional bergerak variati. Krisis Yunani kembali menghantui pelaku pasar.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Inondesia (BEI), Jakarta, Selasa, 10 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sebetulnya sempat menguat 0,311 poin ke level 172,571.

Adanya aksi jual lepas pembukaan perdagangan akhirnya memaksa ISSI kembali masuk zona merah. Hingga 46 menit waktu perdagangan, ISSI sudah terkoreksi 0,200 poin (0,12%) ke level 172,060.

Saat ini sudah 71 emiten syariah yang tertekan aksi jual. Beruntung masih ada 63 emiten syariah yang bertahan di zona hijau dan 46 lainnya melaju stagnan.

Transaksi perdagangan saham tercatat mencapai 5,77 miliar saham bernilai Rp 765 miliar.

Berbeda dengan ISSI yang mulai melemah, saham-saham bluechips syariah justru masih menunjukan kekuatannya. Jakarta Islamic Index masih bisa bertahan di zona hijau.

Indeks JII dibuka menguat 1,838 poin ke level 712,725. Saat ini, JII masih menguat 0,317 poin (0,04%) ke level 711,204.

Meski masih menguat, JII tak bisa lepas dari tekanan. Tercatat sudah 17 emiten unggulan syariah yang bergerak melemah. Sisanya, 11 emiten melaju positif dan 2 lainnya stagnan.

Pemodal tercatat sudah mentransaksikan 1,72 miliar saham bernilai Rp 556 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini juga membuka perdagangan di zona hijau. IHSG menanjak 5,34 poin (0,1%) ke level 5.353,81.

Lantai bursa pagi ini sudah dibanjiri dana investor hingga Rp 1,14 triliun dari perpindahantangan 10,29 miliar saham. Pemodal asing masih mencetak net buy dengan nilai tipis sebesar Rp 59,44 miliar.

Beri Komentar