Bursa Asia Berguguran, Indeks Saham Syariah Ikut Tergelincir

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 25 Juni 2015 09:16
Bursa Asia Berguguran, Indeks Saham Syariah Ikut Tergelincir
Pelaku pasar cemas dengan penyelesaian utang Yunani dan kreditor yang masih buntu.

Dream - Bergugurannya bursa saham regional kembali menenggelaman indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia. Sentimen penyelesaian utang Yunani dituding jadi pemicu kecemasan pelaku pasar.

Memburukan perkembangan penyelesaian utang Yunani memang memukul pasar modal Asia. Indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng Tiongkok sudah terpangkas 0,17 persen dan 0,53 persen.

Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 25 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemeh 0,366 poin (0,23%) ke level 159,670.

Aksi jual menerjang 18 emiten yang terpaksa memulai sesi perdagangan dari zona merah. Beruntung 8 emiten lainnya masih bisa menyelematkan diri dari aksi jual.

Transaksi perdagangan di sesi pemanasan ini mencapai Rp 17,43 miliar dengan 63,09 juta saham berpindahtangan

Di sesi pembukaan, ISSI juga masih belum berkutik. Kali ini acuan indeks saham syariah di pasar modal Idonesia ini kembali terpangkas 0,324 poin (0,20%) ke level 159,712

Tekanan yang sama dialami saham-saham di jejeran bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka melemah 2,260 poin (0,34%) ke level 664,111 di sesi prapembukaan.

Indeks yang berisi 30 saham syariah unggulan ini juga kembali terpangkas 2,138 poin (0,32%) ke level 664,233 di sesi pembukaan.

Secara umum, pasar modal Indonesia memang tengah berada dalam tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terseret ke zona merah usai melemah 9,384 poin (0,19%) ke level 4.944,132

Kondisi tak berubah banyak di sesi pembukaan. IHSG terpangkas 8,394 poin (0,17%) ke level 4.944,132.

Lantai bursa awal sesi ini sudah menguyur dana hingga Rp 425,74 miliar. Pemodal Asing memulai sesi pemanasan dengan nett buy Rp 1,89 miliar.

Beri Komentar