Bursa Syariah Cetak Rebound Jelang Paket Ekonomi II

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 29 September 2015 16:22
Bursa Syariah Cetak Rebound Jelang Paket Ekonomi II
Kurs rupiah sore ini juga bergerak menguat.

Dream - Bursa saham Indonesia berhasil keluar dari tekanan usai terjun bebas di sesi pembukaan pagi. Emiten sektor manufaktur dan barang konsumsi sukses membawa indeks saham rebound.

Pelaku pasar tampaknya mulai memasan posisi jelang pengumuman paket kebijakan ekonomi tahap II yang akan diumumkan pemerintah.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 29 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 1,919 poin (1,46%) ke level 133,528.

Penguatan lebih tinggi dicetak saham-saham bluechips syariah. Berbalik menguatnya saham 18 emiten, mendorong Jakarta Islamic Index (JII) melompat 12,429 poin (2,29%) ke level 554,432.

Sepanjang perdagangan ISSI sempat menyentuh level terendah di 128,400 sebelum akhirnya sukses menyentuh posisi tertinggi di sesi penutupan.

Aksi jual beli investor mendorong 82 emiten syariah ke zona positif. Namun, laju ISSI justru lebih banyak didominasi koreksi harga saham dari 96 emiten.

Nilai transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,22 triliun dengan 62,51 miliar saham syariah berpindahtangan.

Emiten barang konsumsi dan komoditas memimpin daftar top gainer. Emiten UNVR dan ICBP menjadi pemuncak top gainer usai menguat Rp 1.900 dan Rp 1.050 per saham.

Top gainer lainnya adalah ITMG yang naik Rp 475, UNTR Rp 325, dan AALI Rp 300 per saham.

Berbaliknya menguatnya sejumlah indeks saham sektoral juga berhasil mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan. Ditutup menguat 57,905 poin (1,41%), IHSG bertengger di level 4.178,408.

Lantai bursa saham Indonesia kali ini sukses mencetak transaksi bernilai Rp 5,21 triliun. Namun, penguatan IHSG kali ini diwarnai naiknya aksi jual asing yang mencetak nett sell Rp 522 miliar.

Kabar baik juga berhembus dari pasar keuangan. Rupiah yang sempat menembus level 14.800, sore ini berbalik menguat 45 poin (0,31%) menjadi 14.620 per saham.

Beri Komentar