Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah melompat tinggi di sesi penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 4 November 2015. Investor asing akhinya mengakhiri aksi jual belinya yang telah berlangsung selama lima hari.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan menguat 2,215 poin (1,54%) ke level 145,727.
Sementara itu, indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) naik 10,996 poin (1,83%) ke level 610,466.
Dengan transaksi perdagangan mencapai Rp 3,3 triliun, sebanyak 118 emiten syariah ditutup menguat. Sebanyak 26 diantaranya merupakan emiten-emiten unggulan syariah.
Munculnya aksi beli investor membuat dua indeks acuan saham syariah ini bergerak mantap di zona hijau. ISSI bahkan sempat menembus level 145,727. ISSI hanya bergeser sedikit dari level pembukaannya di posisi 144,205.
Seluruh indeks sektoral ditutup menguat dengan emiten sektor industri dasar memimpin penguatan 2,90 persen. Disusul emiten barang konsumsi 2,21 persen dan perkebunan 2,12 persen.
Emiten bluechips syariah penghuni top gainer diisi INTP yang meroket Rp 1.300. Diikuti AALI yang naik Rp 1.025, UNT RP 675, SILO Rp 650, dan SMGR Rp 400 per saham.
Sebaliknya, empat saham bluechips syariah yang ditutup melemah adalah LPPF dengan penurunan Rp 200, WSKT Rp 25, MPPA Rp 15, dan TLKM Rp 10 per saham.
Sentimen positif jelang pengumuman paket kebijakan VI pemerintah memang membuat investor cukup yakin masuk pasar. Dengan menghabiskan dana Rp 5,34 triliun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 79,479 poin (1,75%) ke level 4.612,565.
Investor asing yang selam lima hari terakhir melakukan aksi jual kini berbalik arah. Asing mencetak nett buy hingga Rp 267 miliar.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah akhirnya keluar dari level 13.500. Naik 73 poin (0,54%), rupiah sore ini bertengger di level 13.490 per dollar AS.