Buruh Ancam Serukan Boikot Belanja di Indomaret, Ada Apa?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 17 Mei 2021 12:45
Buruh Ancam Serukan Boikot Belanja di Indomaret, Ada Apa?
Mendadak para buruh dari FSPMI menggaungkan aksi boikot produk ke Indomaret,

Dream – Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) mengancam akan memboikot belanja produk kebutuhan sehari-hari dari minimarket Indomaret. Ancaman itu digulirkan setelah muncul konflik antara anggotanya dengan manajemen PT Indomarco Prismatama, grup yang menaungi Indomaret.

Dikutip dari Liputan6.com, Senin 17 Mei 2021, Presiden FSPMI Riden Hatam Aziz mengatakan, organisasinya tidak terima dengan pelakuan Indomarco yang mempidanakan saat salah satu anggotanya. Diketahui anggota FSPMI dilaporkan telah merusak gypsum kantor Indomarco dalam unjuk rasa menuntut pembayaran THR.

“ Kalau manajemen Indomarco tidak merespons tuntutan kami, kami akan instruksikan untuk boikot seluruh produk-produk Indomaret di seluruh Indonesia,” tulis Riden dalam keterangan tertulis.

Selain itu, FSPMI juga menginstruksikan unjuk rasa di seluruh kantor Indomaret di Indonesia.

 

1 dari 2 halaman

Bermula dari Buruh yang Protes THR Tak Dibayar Penuh

Riden menjelaskan, kejadian ini bermula saat anggota serikat pekerja bernama Anwar Bessy menuntut THR tahun 2020 yang tidak dibayar penuh. Anwar bersama ratusan buruh lainnya melakukan unjuk rasa hingga merusak gypsum kantor.

“ Anwar Bessy yang emosional, spontan menggerakkan tangannya, membentur gypsum kantor hingga bolong kurang lebih 20-25 cm,” kata dia.

Kasus tersebut langsung dibawa ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Anwar sendiri sudah menjalani dua sidang, sidang ketiga akan dilaksanakan 18 Mei mendatang.

2 dari 2 halaman

Keheranan

Riden heran karena Anwar dan ratusan buruh lainnya pun unjuk rasa untuk menuntut hak mereka yang tak diberikan perusahaan. Seharusnya masalah gypsum ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Lagipula, lanjutnya, ruangan tersebut ialah ruangan kantor yang ternyata memang akan dirobohkan.

Oleh karena itu pihaknya menuntut agar Anwar segera dibebaskan dari ancaman pidana karena Anwar. Jika tidak, maka FSPMI dan buruh lainnya akan melakukan tindakan unjuk rasa dan pemboikotan.

Dream masih berusaha meminta penjelasan dari manajemen Indomarco terkait kasus yang dihadapi dan respons terhadap ancaman seruan boikot tersebut.

(Sumber: Liputan6.com/Athika Rahma)

Beri Komentar