Busana Muslim, Masa Depan Industri Fesyen Dunia

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 14 April 2015 08:00
Busana Muslim, Masa Depan Industri Fesyen Dunia
Perusahaan fesyen dunia berlomba-lombal menjual produk pakaian muslim.

Dream - Tren fesyen teranyar dunia sebentar lagi bakal hadir. Busana muslim kelas atas diyakini bakal berkembang pesat seiring perkembangan Islam yang bakal menjadi agama terbesar dunia.

Penduduk muslim dunia sepanjang 2013 dilaporkan telah menghabiskan uang US$ 266 miliar untuk membeli pakaian.

Sebagai perbandingan, masyarakat Amerika Serikat pada tahun yang sama membelanjakan US$ 395 miliar untuk membeli pakaian.

Fesyen busana muslim juga belum akan berakhir. Dalam empat tahun ke depan, angkanya bakal berlipat menjadi US$ 484 miliar.

Desainer di seluruh dunia telah menyadari adanya tren fesyen baru ini. Tak heran jika ajang The Islamic Fashion Festival yang berawal sejak 2006 di Kuala Lumpur kini sudah berlangsung 17 kali di berbagai kota besar dunia.

Di tengah peluang bisnis besar tersebut, kaum muslim di dunia justru belum memiliki satu merek fesyen berskala dunia.

Hal inilah yang dimanfaatkan perusahaan fesyen global seperti DKNY untuk merebut pasar. Pada Ramadan lalu, DKNY menjajal menjual koleksi pakaian muslim di sejumlah negara Teluk.

" Tak adanya merek internasional menunjukan peluang besar bagi desainer fesyen Uni Emirat Arab," ujar Anggita Dubai Islamic Economy Development Center, Abdul Rahman Saif Al Ghurair seperti dikutip laman businessinsider, Selasa, 14 April 2015.

Turki selama ini tercatat sebagai konsumen pakaian muslim terbesar di dunia. Negara ini menghabiskan US$ 39,3 miliar pada 2013. Menyusul UEA sebesar US$ 22,5 miliar.

Angka-angka itu diyakini bakal terus menanjak seiring kesadaran penduduk Arab terhadap fesyen mewah.

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis