Citayam Fashion Week, Saling Sikut soal HAKI

Reporter : Edy Haryadi
Senin, 8 Agustus 2022 20:50
Citayam Fashion Week, Saling Sikut soal HAKI
Klaim sepihak ini memicu penolakan keras netizen.

Dream – Laman itu putih bersih. Hanya di bagian atasnya ada secarik garis warna biru. Sekilas laman itu mirip dengan mesin pencari Google karena kesederhanaan tampilannya.

Di bawah garis biru ada tulisan “ Pangkalan Data Kekayaan Intelektual.” Di atasnya dengan huruf yang lebih kecil ada tulisan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementrian Hukum dan HAM RI.

Bak mesin pencari Google, setelah memasukkan nama “ Citayam Fashion Week” di laman https://pdki-indonesia.dgip.go.id, Kamis 8 Agustus 2022, muncullah sejumlah nama. Setidaknya ada empat pihak yang mendaftarkan nama “ Citayam Fashion Week”  untuk menjadi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Salah satu pemohon mengajukan HAKI untuk nama “ Citayam” tanpa embel-embel Fashion Week.

Dari empat nama itu, di bagian keterangan itu dua pemohon yang sudah mencabut permohonannya. Salah satunya adalah PT. Tiger Wong Entertainment yang beralamat di    Jalan Daud No. 8, RT. 010/RW. 010, Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama,  Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Perusahaan ini milik selibriti Baim Wong.  

Sedangkan pemohon kedua yang juga sudah mencabut permohonannya adalah atas nama Indigo Aditya Nugroho yang beralamat di Kampung Pabuaran Kulon, Kelurahan Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Bogor.

Untuk PT Tiger Wong Enternatiment mengajukan untuk kategori 41. Yakni hiburan dalam sifat peragaan busana, layanan hiburan yang menyediakan podcast di bidang mode, layanan pelaporan berita di bidang fashion, organisasi peragaan busana untuk tujuan hiburan, pelaksanaan pameran, peragaan busana, dan pameran kebudayaan untuk tujuan hiburan. produksi program televisi di bidang mode untuk tujuan hiburan, publikasi majalah mode untuk tujuan hiburan.

Sedangkan Indigo Aditya Nugroho juga mengajukan untuk kategori 41.  Yakni ajang pemilihan kontes (hiburan), expo mengenai kesenian, kebudayaan, dan pendidikan, fashion show (hiburan), hiburan dalam sifat peragaan busana, jasa hiburan. Jasa mengatur, menyelenggarakan, mengadakan dan mempresentasikan konser, pertunjukan langsung, acara khusus hiburan, acara seni dan budaya, hiburan teater, kompetisi, kontes, pameran, festival, pameran, eksposisi, dan acara olahraga,

Keduanya kini telah mencabut permohonan mereka. Itu tertera dalam kotak berwarna coklat dengan kata “ Dicabut kembali.”

Namun dua pemohon belum mencabut pengajuan permohonan HAKI  “ Citayam Fashion Week.” Pemohon pertama adalah Daniel Handoko Santoso yang berlamat di   Lor In Residence Blok G 3-4. Jalan Adi Sucipto 47 Gonilan Kartasura, Solo, Jawa Tengah.    

Ia mengajukan permohonan HAKI atas nama “ Citayam Fashion Week” untuk merek alas kaki, baju kaos (t-shirt), , sweter, hoodie, topi, gaun, rok, celana, jaket, selendang; pakaian dalam, ikat pinggang, tank top, kaus kaki dan sarung tangan, cardigan, celana, celana boxer, celana dalam, celana jeans, celana kasual, celana kulit, celana pendek, dasi, dasi kupu-kupu, dasi sutra, daster, gaun, gaun pengantin, gaun pengiring pengantin, dan banyak macam lainnya.

Sedangkan pemohon kedua yang juga mengajukan HAKI atas nama “ Citayam Fashion Week” adalah Margaretha Bong yang beralamat di Sunter Hijau II, Blok C4/5, Jakarta Utara.. Tapi dia mengajukan nama untuk “ Citayam Fashion Week Café and Resto.”

Ia mengajukan untuk kepentingan usaha angkringan,bar, layanan ruang publik, bar makanan ringan, bar yang menyediakan minuman anggur, jasa klub yang menyediakan minuman anggur, bar untuk sandwich, cafetaria, kantin & cafe, Jasa penyediaan makanan dan minuman, Jasa penyediaan makanan dan minuman dengan menggunakan kendaraan dan gerobak, jasa-jasa pemesanan restoran dan kafe-kafe, jasa/layanan hotel, restoran, kafe, kafetaria, kantin dan layanan bar makanan ringan, kafe kopi dan semacamnya.

Baik Daniel Handoko Santoso dan Margateha Bong sampai kemarin belum mencabut permohonannya. Di dalam kotak berwarna hijau ada tulisan bahwa permohonan keduanya sedang “ Dalam proses.”

Aksi saling sikut untuk klaim HAKI atas nama “ Citayam Fashion Week” agaknya belum berakhir.

***

Youtuber Baim Wong mungkin yang paling banyak mendapat kecaman dari netizen dan tokoh publik ketika perusahaannya terbongkar tengah mengajukan klaim HAKI atas nama Citayam Fashion Week. Namanya sempat menjadi trending topic di Twitter selama beberapa hari.

Tak hanya masyarakat, selebritis, politisi dan pejabat juga ikut mengkritik apa yang dilakukan Baim Wong yang memiliki nama asli Muhammad Ibrahim.

Permasalahan uang Rp 500 juta yang dibawa Paula Verhoeven saat berkunjung ke rumah Bonge salah satu  ikon Citayam Fashion Week juga tak lepas dari kritikan. Apalagi hal itu sempat diunggah di kanal YouTube Baim Paula beberapa waktu lalu.

Paula Verhoven saat membawa uang Rp 500 juta ke rumah Bonge, salah satu ikon CFW© Liputan6

(Paula Verhoven saat membawa uang Rp 500 juta ke rumah Bonge, salah satu ikon CFW/Liputan6)

Uang tersebut rencanannya akan digunakan untuk membuat pagelaran Citayem Fashion Week yang akan digagas oleh Paula Verhoeven dan Baim Wong, dan didukung oleh Bonge dan remaja SCBD (Sudirman Citayam Bojong Gede Depok).

Terkait hal itu, Wanda Hamidah  ikut menyindir pedas Baim Wong dan Paula Verhoeven. Ia menganggap uang tersebut hanya untuk pamer belaka demi sebuah konten.

" Lagi-lagi pesohor membuat konten, pamer uang yang ternyata tidak diberikan. Instead of really helping them, they make money out of them with their content, so sick (alih-alih menolong mereka, dia malah mendapat uang dari konten yang dibuat, sungguh sakit)," tulis Wanda Hamidah di unggahan Instagram Story seperti dikutip Liputan6.

Kritik juga datang dari Ernest Prakasa yang membuat utas di akun Twitter terverifikasinya, Minggu 24 Juli 2022.

Sutradara film Cek Toko Sebelah dan Imperfect ini tak habis pikir dengan perilaku sejumlah pihak yang terkesan, “ apa-apa didaftarkan ke HAKI.” Kata HAKI sendiri trending di Twitter pada Senin pagi.

“ Daftarin OPEN MIC ke HAKI. Daftarin ROASTING ke HAKI. Daftarin CITAYAM FASHION WEEK ke HAKI. Serakah banget jadi manusia,” tulis Ernest Prakasa mencuit.

Bintang film yang memerankan Rudy Habibie itu mengingatkan akronim HAKI yakni Hak Kekayaan Intelektal. Ada hak orang yang menciptakan sesuatu yang mesti dihormati oleh orang atau pihak lain.

“ HAKI itu H-nya adalah Hak. Kok bisa-bisanya merasa berhak atas sesuatu yang bukan ciptaan mereka sendiri. Gak tau malu,” cuit Ernest Prakasa seraya menyebut HAKI dibuat untuk melindungi kreator.

“ HAKI itu dibuat untuk melindungi kreator, agar pekerja kreatif bisa sejahtera dari ide & karya mereka sendiri. Bukannya dulu-duluan maen sikat mumpung belom ada yang daftarin. Tolong lah dipake akal sehat & hati nuraninya,” pungkasnya.

Riuhnya pendapat tentang Citayam Fashion Week juga melahirkan setidaknya dua petisi di Change.org. Dua petisi ini tentang pengajuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) CFW.

Lewat petisi bertajuk " Cabut Pendaftaran Citayam Fashion Week ke HAKI," pembuat petisi bernama Ilya Waluya mengatakan, " Citayam Fashion Week adalah gerakan organik akar rumput yang tumbuh kembangnya harus natural dan organik pula."

Ilya menyebut, CFW akan menghilang dan tidak lagi jadi aksi yang menarik jika dimewahkan.

Senada dengan Ilya, seorang warganet bernama Raihan Omar, juga membuat petisi serupa berjudul, " Citayam Fashion Week adalah Milik Publik."

Dalam petisinya, Raihan mengatakan, " Apapun alasannya menjadikan sebuah domain publik jadi kepemilikan oknum tertentut idak dapat DIBENARKAN secara etika dan moral. Dukung Kemenkumham untuk MENOLAK klaim sepihak atas sebuah merek untuk dijadikan HAKI."

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga memberikan pesan menohok untuk Baim Wong yang ingin mengakuisisi Citayem Fashion Week (CFW).

Langkah Baim Wong mengklaim Citayam Fashion Week melalui mekanisme pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual alias HAKI dirasa Ridwan Kamil kurang tepat. Ia merasa perlu memberikan nasehat untuk suami Paula Verhoeven.

Ridwan Kamil saat di Citayam Fashion Week© Liputan6

(Ridwan Kamil saat tampil di Citayam Fashion Week/Liputan6)

" Dear Baim Wong dkk. Nasehat saya, tidak semua urusan di dunia ini harus selalu dilihat dari sisi komersial. Fenomena #CitayamFashionWeek itu adalah gerakan organik akar rumput yang tumbuh kembangnya harus natural dan organik pula," tulis Ridwan Kamil menasehati Baim Wong di akun Instagramnya.

" Sekalinya diformalkan dan dimewahkan, apalagi oleh orang luar, malah akan hilang tujuan dan maksudnya. Dan biasanya gerakannya malah akan mati muda," Ridwan Kamil melanjutkan nasehatnya untuk Baim Wong.

Dia menilai, ada yang lebih berhak mengurus jika Citayam Fashion Week ingin diorganisasikan lebih baik.

" Biarlah mereka sendiri yang mengurusnya melalui komunitasnya. Oleh mereka bukan anda. Anda dan istri sudah hebat punya kerja2 luar biasa. Lanjutkan. Tapi bukan untuk inisiatif yang ini," katanya.

Hal denada juga disampaikan Menparekraf Sandiga Uno. " Saya juga baru mendapatkan informasi dan mau saya konfirmasi langsung ke mas Baim Wong, karena saya juga kenal baik dengan dia dan menjadi mitra kami juga di Kemenparekraf. Saya juga cukup terkejut dengan kabar ini. Jadi saya harus pastikan dulu mengenai kabar ini," kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing yang digelar secara hybrid, Senin 25 Juli 2022, seperti dikutip Liputan6.

Sandiaga  menambahkan, secara hukum hal itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Namun, ia meminta Citayam Fashion Week ini tidak dimonopoli oleh sekelompok elit, tapi dimiliki oleh publik secara luas.

" Kalau saya baca sekilas, saya rasa niatnya baik mau membantu dan memberi perlindungan dan bekerja sama dengan anak-anak di SCBD ini. Namun, perlu kita pastikan agar tak lagi jadi monopoli para elit. Karena kalau tidak salah di hari Minggu kemarin, anak-anak SCBD ini seperti terpinggirkan oleh anak-anak ibu kota dan Jaksel yang datang mememuhi dan mengambil alih ruang publik tersebut," terang Sandi.

Sandiaga Uno© Dream

(Sandiaga Uno/Dream)

Ia khawatir terjadi sebuah jurang pemisah antara yang berada di perkotaan dan akrab dengan fesyen dunia dengan mereka yang baru belajar tapi mampu mencetuskan suatu revolusi dan demokratisasi di sub sektor fesyen.

" Sekali lagi kami mengapreasiasi anak-anak di Citayam Fashion Week ini. Tren ini menurut saya adalah demokratisasi dari sub sektor fesyen. Bukan hanya milik dari para desainer papan atas tapi juga oleh para anak muda atau milenial dan generasi Z. Yang terpenting kreasi anak-anak SCBD ini bisa terfasilitasi dengan baik dan tidak terzalimi," kata Sandi.

***

Kecaman dan kritik dari tokoh publik dan netizen akhirnya membuat Baim Wong menyerah.

Baim lalu menggelar konferensi pers terkait Citayam Fashion Week di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa 26 Juli 2022. Baim Wong dan istrinya Paula Verhoeven telah sepakat untuk mencabut pendaftaran Citayam Fashion Week di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Kemenkumham setelah menuai pro dan kontra.

Pencabutan pendaftaran langsung dilakukan Baim Wong dengan menandatangani Surat Permohonan Penarikan Kembali Permohonan Baru yang dilakukan suami Paula Verhoeven bersama konsultan HAKI.

Baim Wong dan Paula Verhoven saat jumpa pers pencabutan HAKI Citayam Fashion Week© Merdeka

(Baim Wong dan Paula Verhoven saat jumpa pers pencabutan HAKI Citayam Fashion Week/Merdeka)

Bapak dua anak ini tak mau masalah pendaftaran kekayaan intelektual merek Citayem Fashion Week terus menerus menjadi polemik. Apalagi dalam hal ini, Baim Wong menjadi pihak yang menerima bulan-bulanan netizen.

" Sekarang saya mau melepas. Saya tinggal tanda tangan. Saya mau ini jadi saksi ya. Supaya tidak ada Citayam Fashion Week di Tiger Wong Entertainment," kata Baim Wong saat konferensi pers di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Baim Wong menjelaskan bahwa dirinya mendaftarkan HAKI Citayam Fashion Week bukan untuk kepentingan pribadinya. Namun agar hal ini bisa menjadi wadah untuk orang banyak dan bisa menikmati event ini.

Namun niat baiknya ternyata tak sepenuhnya diterima oleh orang banyak dan malah disalahartikan. Meski kecewa, namun Baim Wong harus rela melepaskan semua ini.

" Cuma mimpi saya di belakang itu memang bukan untuk saya, agak sedih ketika membaca mengambil keuntungan si kaya dari si miskin karena itu insyaallah jauh banget dari pemikiran saya," sambung Baim seraya meneteskan air mata.

Saat dikonfimasi, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) telah secara resmi menerima surat penarikan kembali permohonan merek Citayam Fashion Week (CFW) dari PT Tiger Wong Entertainment pada Selasa, 27 Juli 2022.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Liputan6.com dari DJKI Kemenkumham, dinyatakan bahwa pada sistem DJKI mencatat pengajuan penarikan merek oleh PT Tiger Wong Entertainment dilakukan pada 14.04 WIB.

“ PT Tiger Wong Entertainment sudah resmi menarik merek Citayam Fashion Week dengan nomor permohonan JID2022052181 pada siang ini,” ujar Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Kurniaman Telaumbanua.

Dalam surat penarikan mereknya, pemohon menerangkan alasannya menarik merek CFW karena ingin mengembalikan kepada yang berhak.

Sebelumnya, selain perusahaan milik Baim Wong, pemohon atas nama Indigo Aditya Nugroho telah menarik permohonan mereknya di DJKI pada 26 Juli 2022. Dalam surat itu, pihak Indigo menerangkan bahwa dari awal tidak berniat menguasai merek CFW.

Pada surat penarikannya, Indigo menyampaikan bahwa pada mulanya mendaftarkan merek ini atas dasar kekhawatiran merek CFW kehilangan identitas dan orisinalitas acara dan konten-konten yang dibuat oleh para konten kreator lokal yang sejak semula sudah melakukannya.

“ Kami menyambut niat baik para pihak yang telah menarik kembali permohonan merek Citayam Fashion Week ini karena seperti yang kita tahu merek ini digunakan sebelumnya oleh komunitas untuk nama kegiatan kreatif secara komunal,” jelas Kurniaman.

Dengan ini, DJKI tidak akan melanjutkan proses pendaftaran merek CFW dari PT Tiger Wong Entertainment dan Indigo Aditya Nugroho. DJKI berharap penarikan ini menenangkan masyarakat yang khawatir merek CFW didominasi satu pihak saja.

Kendati demikian, sampai saat ini masih ada pihak yang dalam proses pendaftaran merek CFW yaitu dari pemohon Daniel Handoko Santoso yang mendaftarkan merek tersebut di kelas 25. Selain itu, merek Citayam sedang diajukan mereknya oleh PT Tekstil Industri Palekat di kelas 25.

Sesuai dengan penyataan yang diberikan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Razilu dalam Konferensi Pers resmi, DJKI menunggu surat keberatan untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam pemeriksaan merek.

“ Dua pengajuan merek ini masih dalam proses dan akan dipublikasi. Jika tidak ditarik kembali, maka DJKI akan membentuk tim yang profesional dan andal untuk memeriksa permohonan merek ini,” ujar Razilu.

Razilu (tengah) saat menggelra jumpa pers soal Citayam Fashion Week© Liputan6

(Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Razilu (tengah) saat menggelar jumpa pers soal HAKI Citayama Fashion Week/Liputan6)

Razilu mengatakan Citayam Fashion Week jadi rebutan permohonan merek karena memiliki banyak keuntungan bagi pemilik yang nantinya berhak atas merek tersebut. " Pastinya banyak lah keuntungan yang didapatkan," kata Razilu.

Razilu menjelaskan pendaftaran merek Citayam Fashion Week ini berkaitan dengan nilai ekonomi. Nantinya, pemohon yang berhasil mendaftarkan merek Citayam Fashion Week berhak mendapatkan hak eksklusif dan royalti atas merek tersebut.

" Perlu dipahami bahwa seluruh itu adalah hak eksklusif, harga eksklusif adalah hak yang hanya diberikan kepada pemegangnya untuk melakukan untuk mengeksploitasi nilai ekonomi daripada hak yang dia miliki," jelas Razilu.

" Dia boleh mengeksploitasi oleh dirinya sendiri, dia bisa memberikan persetujuan kepada orang lain untuk kemudian dia mendapatkan royalti atau dia bisa melarang pihak lain, itu keuntungan yang paling utama," lanjut Razilu.

Tak mengherankan saling sikut HAKI soal Citayam Fashion Week belum berakhir. Karena secara ekonomis, siapa yang menjadi pemegang merek itu akan diuntungkan dan pasti cuan. Secara komersial dan hukum. Tak heran aksi saling sikut klaim HAKI Citayam Fashion Week masih belum menunjukkan tanda berakhir. (eha)

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More