Miliarder Rela Merogoh Kocek Dalam Untuk Membeli Nama.
Dream - Tesla. Anda pasti sudah tak asing dengan brand milik miliarder Amerika Serikat, Elon Musk, itu. Tapi tahukah Anda bahwa nama itu didapatkan oleh Musk dengan harga yang lumayan mahal?
Ya, dikutip dari laman Fortune, Selasa 11 Desember 2018, Musk dan rekannya membeli hak atas nama Tesla dari Brad Siewert. Uang yang dikeluarkan Musk mencapai US$75 ribu (Rp1,1 miliar) untuk menjadikan nama Tesla sebagai brand mobil listrik.
Pembelian nama itu dilakukan oleh Musk pada 2004. Sejarah ini diungkapkan oleh Musk di akun Twitternya, @elonmusk.
Nama Tesla telah dipatenkan oleh Siewert pada 1994. Dia mengabadikan nama ilmuwan Serbia-Amerika, Nikola Tesla, sebagai nama merek.
Nikola Tesla merupakan fisikawan sekaligus ilmuwan kelistrikan. Tesla terkenal berkat kontribusinya dalam mendesain sistem kelistrikan arus bolak-balik, dikutip dari buku Comprehensive Dictionary of Electrical Engineering.
Musk juga menyiapkan nama lain sebagai " serep" . Pria ini memilih nama Faraday untuk merek mobil listrik. Nama Faraday ini terinsipirasi dari ilmuwan kelistrikan asal Inggris, yaitu Michael Faraday.
Kini, nama Faraday digunakan oleh kompetitor Tesla, Faraday Fortune.
" Nama alternatif kami adalah Faraday yang kini digunakan oleh kompetitor beberapa tahun mendatang," cuit Musk.
Dia juga mengatakan bahwa pengucapan " Tesla" adalah " Tezla" . " Itu diucapkan dengan Z," kata Musk.
Tesla history trivia: we didn’t actually come up with the Tesla Motors name. Bought trademark off Brad Siewert for $75k in late 2004. He’d originally filed for it in 1994. Our alternative name was Faraday, which was used by a competitor several years later. https://t.co/zPnrrVash1
— Elon Musk (@elonmusk)December 9, 2018