Dengan Shalawat, Wapres Kalla Buka Festival ISEF 2014

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 5 November 2014 23:19
Dengan Shalawat, Wapres Kalla Buka Festival ISEF 2014
ISEF 2014 berusaha untuk mengenalkan dan mendekatkan masyarakat pada produk syariah.

Dream - Gema ekonomi syariah tengah membahana di Surabaya, Jawa Timur. Usai memantapkan diri sebagai provinsi pertama yang menerapkan keuangan syariah di Indonesia, hajatan besar festival ekonomi syariah Indonesia (Indonesia Sharia Economic Festival/ISEF) 2014,resmi dibuka di kota Pahlawan ini.

Wakil Presiden Jusuf Kalla didaulat untuk membuka ISEF 2014 yang diselenggarakan Bank Indonesia di Lapangan Makodam Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 5 November 2014. Hajatan kali ini dibuka dengan acara Bersatu dalam Lantunan Shalawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf.

Hadir dalam acara ini Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, Gubernur Jatim Soekarwo. Hadir pula sejumlah gubernur bank sentral negara-negara anggota OKI, Duta Besar, dan anggota Dewan Gubernur BI.

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla mengatakan festival artinya bergembira bersama-sama untuk kegiatan yang memberikan kemajuan pada masyarakat." Kita semua bergembira karena semua mempunyai kemampuan untuk memajukan semua. Modal terpenting adalah kedamaian," kata Jusuf Kalla.

Indonesia, lanjut Kalla, selama ini cukup bergembira karena punya kekayaan yang sangat besar. Namun kemajuan tak cukup hal tersebut, dibutuhkan kerja keras, kemajuan, dan keilkhasan semua.

" Kita berzikir untuk memajukan bangsa ini. Kita melakukan dakwah bil hal dan billisan," ujarnya.

Kalla yakin, bank yang sesuai ajaran agama, sesuai aturan, tentunya akan membantu masyarakat yang setia mengikuti perbankan tersebut.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia AGUS Martowardojo mengatakan Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah pertemuan bank sentral dan otoritas moneter negara OKI.

Posisi ini menjadi strategis karena OKI merupakan organisasi terbesar kedua setelah PBB. Organisasi ini punya peran strayegis dalam mewakili aspirasi umat islam di dunia internasional.

" Dalam pertemuan ini akan dibahas sejumlah isu penting keuangan syariah, zakat. Financial inclusion," katanya.

Agus menjelaskan, kegiatan ISEF bertujuan untuk mengenalkan dan mendekatkan masyarakat pada produk syariah. Meningkatkan peran pesantren dalam mendorong ekonomi syariah.

" Ekonomi syariah akan jadi pilar terpenting dalam ekonomi nasional," kata Agus.

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik