Deretan Bisnis yang `Jatuh Sakit` Karena Virus Corona

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 28 Januari 2020 09:47
Deretan Bisnis yang `Jatuh Sakit` Karena Virus Corona
Virus ini juga `mengancam` perekonomian di Tiongkok.

Dream - Virus corona yang menyerang China dan menyebar ke berbagai dunia mencekam seluruh negara. Selain memakan korban jiwa, virus corona yang bermutasi menjadi 2019-NCoV juga meruntuhkan sendi-sendi ekonomi Tiongkok yang saat ini jadi motor ekonomi dunia.

Penyebaran virus corona membuat sederet pebisnis gigit jari. Mereka harus bersiap menelan pil pahit di tahun tikus logam tersebut. 

Dikutip dari South China Morning Post, Selasa 28 Januari 2020, bisnis travel seperti Trip.com dan Fliggy menawarkan pembatalan booking gratis yang dibuat untuk bepergian ke Wuhan.

Hal yang sama dilakukan situs pemesanan tiket online, Meituan Dianping dan Qunar.com juga akan memberikan jasa full refund bagi mereka yang berada di area terinfeksi.

Kalangan pebisnis ritel dan restoran juga sepertinya harus memperbarui target pendapatannya. Merujuk data penjualan tahun baru China lalu, Kementerian Perdagangan Tiongkok melaporkan penjualan ritel dan restoran di sana selama libur panjang akhir tahun mencapai 1 triliun yuan (Rp1.959,05 triliun). Kini, penjualan hanya mencapai 513,9 miliar yuan (Rp1.006,75 triliun).

Bisnis transportasi juga diperkirakan bakal terpukul oleh virus Corona. CNBC, yang dikutip oleh Liputan6, memberitakan Wakil Menteri Transportasi Tiongkok, Liu Xiaoming, mengatakan ada penurunan perjalanan dari masyarakat pada hari pertama Tahun Baru Imlek sebesar 28,8 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Dengan rincian, perjalanan udara turun 41,6 persen, perjalanan kereta api sebesar 41,5 persen dan transportasi darat di jalan raya menurun 25 persen.

Pada hari Minggu, China Railway Chengdu mengumumkan akan menghentikan beberapa rute kereta api berkecepatan tinggi - termasuk beberapa dengan tujuan Shanghai - untuk beberapa hari ke depan, hingga awal Februari.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Nurmayanti)

1 dari 6 halaman

Virus Corona Mematikan, Amankah Belanja Barang dari China?

Dream - Virus corona jenis 2019-Ncov saat ini jadi hal yang sangat menakutkan bagi penduduk negara-negara Asia. Virus ini menyebabkan 80 kematian warga Wuhan, China, hanya dalam hitungan pekan.

Penyebaran begitu mudah, yaitu melalui udara dan bersin, bahkan bisa terjangkit melalui mata. Hal ini membuat kepanikan orang-orang yang kerap berbelanja online di China.

 

 © Dream

 

Beberapa e-commerce menyediakan layanan berbelanja di China dengan ongkos kirim yang sama. Harga barang yang kerap lebih murah membuat banyak warga Indonesia tergoda untuk langsung membeli barang-barang dari China.

Merebaknya virus 2019-Ncov membuat banyak orang ragu untuk berbelanja di China, karena akan menerima paket dari negara tersebut. Pasalnya, hal ini dikhawatirkan bisa membuat penerima paket berisiko terkena virus.

2 dari 6 halaman

Pembawa Virus?

Banyak yang bertanya, bisakah paket dari China sebagai media pembawa virus? Dijelaskan oleh dr. Made Wirawan yang terkenal dengan akun @blogdokter di Twitter kalau virus memiliki sifat tidak bisa bertahan pada benda mati.

 Twit dr Made© Twitter

" Virus tidak bisa hidup lama pada benda mati. Virus tidak tahan dengan pemanasan sempurna. Gunakan prinsip itu saat berhadapan dengan virus," tulis dr. Made di akun Twitternya.

 

3 dari 6 halaman

Paket Cukup Aman

Menurut dr. Made, jika yang ditakutkan adanya virus pada paket dari China, tidak perlu terlalu khawatir. Pasalnya, paket tersebut adalah benda mati, apalagi bakal terpapar panas cukup lama selama transportasi.

 Twit dr Made© Twitter

Jika paket memang sempat terkena virus, maka virus tersebut bakal mati. Virus hanya bisa bertahan jika ada inang yang hidup seperti manusia atau hewan, atau memang dalam perlakuan khusus.

Christopher Lee, dokter dari Sungai Buloh Hospital, yang merupakan penasihat nasional penyakit infeksi Kementerian Kesehatan Malaysia juga mengungkap kalau menerima paket dari China relatif aman.

" Paket biasanya membutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk sampai ke tujuan. Virus tak bisa bertahan dalam periode tersebut," ungkap Lee seperti dikutip dari Mothership.sg.

 

4 dari 6 halaman

Peringatan dari penyedia jasa pengiriman paket di China

China Post’s Express Mail Service (EMS), salah satu penyedia jasa pengiriman paket di China, beberapa hari lalu baru saja membuat pengumuman untuk melakukan disinfektan pada seluruh paket yang bakal dikirimkan.

 Pengiriman paket unik© dream.co.id

" Untuk keamanan publik, kami akan melakukan disinfektan dua kali pada paket dan kendarahaan yang melalui Wuhan, sehingga pengiriman paket akan tertunda," ungkap pernyataan tersebut.

5 dari 6 halaman

Wabah Virus Corona, Indonesia Tak Larang Warga China Berkunjung

Dream - Meski penyerabarn virus Corona semakin mengkhawatirkan, Indonesia belum meneluarkan larangan berkunjung untuk warga China, baik untuk kegiatan bisnis maupun wisata. Apalagi, seluruh bandara diklaim siap mengantisipasi penyebaran virus mematikan tersebut.

 © Dream

“ Ini negara lain juga welcome. Kita juga harus welcome dan santun,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dikutip dari Merdeka.com.

Pemerintah Indonesia juga tidak melarang penerbangan ke seluruh wilayah China. Saat ini, Kemenhub baru melarang penerbangan dari dan ke Wuhan, wilayah di Negeri Tirai Bambu yang menjadi pusat penyebaran virus Corona.

" Memang menutup hanya Wuhan saja (terkait virus corona). Ke kota-kota lain kita tetap melakukan penerbangan," tambah Budi Karya.

6 dari 6 halaman

Maskapai Tanah Air Dilarang Terbang ke Wuhan

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa maskapai Indonesia untuk sementara waktu tidak akan melakukan penerbangan ke Kota Wuhan. Ini diberlakukan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya wabah virus pneumonia melalui jalur penerbangan.

Wabah virus Corona penyebab pneumonia dipastikan mampu menular dari manusia ke manusia. Hal ini diungkap oleh ilmuwan asal China yang tengah melakukan penelitian tersebut.

Larangan ini disampaikan menindaklanjuti NOTAM G0108/20 yang diterbitkan oleh International Notam Office Beijing. Saat ini, ada dua maskapai penerbangan nasional yang memiliki rute penerbangan ke Kota Wuhan, yakni Sriwijaya Air dan Lion Air.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B Pramesti, mengatakan, pihaknya akan melakukan antisipasi penyebaran virus pneumonia melalui jalur penerbangan.

" Kami telah melakukan koordinasi intensif kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus pneumonia masuk ke Indonesia melalui aktifitas penerbangan," kata dia.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak