Resesi dan Pandemi, Generasi Milenial Ulang Sejarah 100 Tahun

Reporter : Ulyaeni Maulida
Selasa, 16 Maret 2021 06:45
Resesi dan Pandemi, Generasi Milenial Ulang Sejarah 100 Tahun
Sama seperti Generasi GI, generasi milenial memiliki potensi untuk meletakkan kerangka ekonomi baru untuk generasi mendatang.

Dream – Generasi milenial tengah mengalami masa-masa sulit. Terlebih dengan adanya resesi dan pendemi akibat virus covid-19. Hal ini seakan mengulang kembali sejarah di masa lalu.

Generasi milenial yang lebih tua lahir pada tahun 1980-an. Ketika mereka lulus, pasar kerja sedang mengalami kerusakan dengan gaji stagnan. Selain itu, biaya hidup yang terus meningkat, membuat kombinasi ini semakin sulit.

Kelompok ini pulih paling lambat dari resesi hebat. Menurut laporan dari Federal Reserve Bank of St. Louis, rata-rata kekayaan yang dimiliki kaum milenilal itu berada di bawah 34 persen.

Generasi milenial yang lebih muda, yaitu mereka yang lahir pada tahun 2000-an juga harus mengalami masa pemulihan ekonomi yang lambat. Akibat adanya pandemi covid-19.

Mereka harus merasakan pemotongan gaji bahkan dipecat. Sehingga sangat mempengaruhi mereka dalam menstabilkan kekayaannya.

1 dari 3 halaman

Kejadian Serupa

Ilustrasi© Pexels.com

Namun ini bukanlah pertama kalinya melihat dua generasi merasakan kesulitan akibat resesi dan pandemi.

Menurut Howe, seorang penemu teori generasi berulang, terdapat kejadian serupa yang terjadi pada generasi sebelumnya. Mereka disebut sebagai generasi GI. Mereka lahir antara tahun 1901 dan 1924.

Mereka mengalami kesulitan akibat adanya Flu Spanyol. Flu spanyol tercatat sebagai salah satu pandemi paling buruk sepanjang sejarah. Dan pada generasi selanjutnya yaitu tahun 1920-an mereka mengalami depresi hebat akibat resesi.

Flu Spanyol melanda Amerika Serikat dari tahun 1918 hingga 1920. Menewaskan 50 juta orang di seluruh dunia. Pada 1920, iklim ekonomi dunia mulai berubah. Pengangguran melonjak hingga 4 persen bahkan hampir menjadi 12 persen.

GNP anjlok hingga 17 persen. Dan Dow jatuh hingga 46,5 persen. Itu merupakan awal depresi hebat yang melanda pada tahun 1929 ketika pasar saham ambruk.

 

 

2 dari 3 halaman

Ekonomi Terburuk

Ilustrasi© Pexels.com

Adanya pandemi covid-19 telah menyebabkan penurunan ekonomi terburuk dalam sejarah. Titik nadir depresi hebat terjadi pada tahun 1933 yaitu ketika 15 juta orang Amerika menganggur.

Sedangkang selama resesi akibat virus covid-19 mencapai puncaknya dengan adanya pengangguran hingga 23 juta orang.

 

3 dari 3 halaman

Ditempa Jadi Lebih Kuat

Ilustrasi© Pexels.com

Itu sebabnya beberapa ahli generasi berspekulasi, pandemi virus covid-19 akan menjadi garis pemisah antara Gen Z dan generasi yang mengikutinya.

Laporan Riset Bank Amerika menyebut generasi yang akan datang " Generasi Covid," atau Gen C, akan ditentukan oleh ketidakmampuan mereka untuk mengingat pandemi.

Namun Howe mengatakan, akan ada titik puncak lainnya pasca-pandemi yang akan menandai berakhirnya Gen Z dan dimulainya generasi baru. Pandemi, hanyalah titik penentu lainnya bagi kaum milenial.

Generasi ini pasti mengalami perjalanan yang sulit. Tetapi jika mereka benar-benar mengulangi sejarah generasi GI, ada alasan untuk tetap optimistis.

Jika kesulitan membuat satu generasi haus akan restrukturisasi sistem ekonomi dan memikirkan kembali peluang, maka perspektif generasi lain akan diubah oleh peristiwa yang tersebut.

Sama seperti Generasi GI, generasi milenial memiliki potensi untuk meletakkan kerangka ekonomi baru untuk generasi mendatang.

 

(Sumber: businessinsider.com)

Beri Komentar