Ditutup Menguat, Indeks Syariah Anteng di Zona Hijau

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 10 Desember 2014 16:28
Ditutup Menguat, Indeks Syariah Anteng di Zona Hijau
IHSG melompat 43,09 poin (0,84%) ke level 5.165,40.

Dream - Indeks saham acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya berbalik menguat setelah dilanda koreksi selama dua hari terakhir. Penguatan terjadi di kala emiten komoditas masih belum bisa keluar dari tekanan aksi jual.

Beruntung bagi emiten-emiten syariah yang menghuni lantai bursa Indonesia. Dua indeks saham syariah acuan terlihat nyaman bergerak seharian di zona hijau.

Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Rabu, 10 Desember 2014, IHSG melompat 43,09 poin (0,84%) ke level 5.165,40.

Dibuka melemah di 5.121,57, IHSG sempat mencapai level tertinggi 5.168,73. Laju positif IHSG berjalan sejak sesi pembukaan perdagangan saham.

Pelaku pasar aktif mentransaksikan 64,17 juta saham dengan nilai Rp 5,03 triliun. Aksi jual beli ini membuat 177 emiten beranjak ke zona hijau sedangkan 135 lainnya masih tertinggal di teritori negatif.

Meski masih terlihat menjual asetnya, pemodal asing tampaknya mulai mengurangi aksi jual mereka. Asing mencetak nett sell sekitar Rp 35 miliar.

BEI kali ini terbantu oleh aksi beli investor pada saham-saham di sektor properti yang menguat 1,68 persen. Investor juga aktif memburu saham-saham di sektor infrastruktur yang naik 1,41 persen, keuangan 1,40 persen, dan industri dasar 0,76 persen.

Sebaliknya, emiten komoditas masih belum bisa keluar dari tekanan aksi jual investor. Anjloknya harga minyak mentah dunia membuat emiten tambang terkoreksi 1,45 persen. Hal yang sama menimpa emiten pertanian yang turun tipis 0,02 persen.

Berbeda dengan IHSG yang harus terpeleset ke zona merah, dua indeks saham syariah di BEI justru bergerak nyaman di teritori positif sejak sesi pembukaan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 0,95 poin (0,58%) ke level 166,46. Penutupan positif ini ditopang kenaikan harga saham dari 107 emiten.

Laju ISSI sempat tertahan karena 89 emiten penghuni efek syariah justru masih bergulat di zona merah. Sementara 49 emiten syariah bergerak stagnan dan 74 lainnya tak dilirik sama sekali oleh investor.

Pemodal mentransaksikan tak kurang daru 46,91 juta saham dengan dana berputar hingga Rp 3,51 triliun.

ISSI sebetulnya bisa menguat lebih tinggi jika saja tak ada aksi jual pelaku pasar jelang penutupan perdagangan.

Kondisi yang sama dialami saham-saham bluechip syariah. Meski hanya disokong 17 emiten bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 4,00 poin (0,59%) ke level 682,71.

Indeks JII sempat menyentuh level tertinggi di 683,85 dan terendah 679,19.

Kali ini emiten pelat merah mendominasi daftar pencetak untung (top gainer) indeks JII. Meski dipimpin emiten semen INTP yang menguat Rp 200, top gainer JII selanjutnya dihuni oleh emiten pelat merah seperti WIKA yang menguat Rp 175, PTPP Rp 135, PGAS Rp 125 per saham.

Dari kawasan regional, sejumlah indeks saham utama Asia yang ditutup melemah pelan-pelan mulai beranjak ke zona hijau.

Indeks Hang Seng dan Shanghai Composite yang dibuka turun, kini telah menguat masing-masing 0,16 persen dan 2,93 persen. Sementara Nikkei Jepang belum bsia beranjak dari zona merah dengan melemah 2,25 persen.

Di pasar keuangan, rupiah juga mulai kembali bergerak menguat. Kurs rupiah terapresiasi 66 poin (0,54%) menjadi 12.265 per dolar AS. (Ism)

Beri Komentar