Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Lisan adalah satu hal yang harus dijaga oleh setiap Muslim. Ada bahaya besar yang terkandung dalam lisan yang tak terjaga.
BACA JUGA : Makna Yang Terkandung Dalam As Sami Yang Berarti Maha Mendengar
Dalam kehidupan keseharian, terdapat beberapa pepatah khusus tentang lisan. Beberapa di antaranya seperti 'Mulutmu, Harimaumu' atau 'Lidah Jauh Lebih Tajam daripada Pedang'.
Pepatah-pepatah tersebut mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga lisan. Sebab, lisan yang sembarangan dapat menyebabkan orang lain tersakiti.
Hal ini seperti dijelaskan oleh Imam Al Harits Al Muhasiby dalam kitabnya Risalah Al Mustarsyidin, seperti dikutip dari NU Online.
" Dan kewajiban lisan yaitu jujur dalam keadaan senang maupun marah, menahan dari menyakiti dalam keadaan sendirian maupun ramai, dan meninggalkan berlebihan dalam perkataan baik maupun buruk."
Sehingga, kita harus berusaha sebisa mungkin untuk menjaga lisan kita. Juga memohon kepada Allah SWT lewat doa ini.

Allahummaj'al shamti fikran wa nuthqi dzikran.
Artinya:
" Wahai Allah, jadikanlah diamku berpikir dan bicaraku berzikir."
Dream - Umat manusia mengenal Rasulullah Muhammad SAW sebagai sosok panutan. Segala ucapan dan perilaku Rasulullah SAW selalu mengandung ajaran kebaikan.
Rasulullah SAW sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kebanyakan orang. Junjungan umat Islam sedunia itu juga punya banyak sekali aktivitas semasa hidupnya.
Bedanya, seluruh aktivitas tersebut dijalankan dalam rangka ibadah. Sehingga, Rasulullah SAW kerap mengiringi setiap aktivitas dalam menjalani hari-hari dengan doa.
Ada berbagai doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada kita. Dari sekian banyak itu, ada dua doa yang paling sering dibaca Rasulullah SAW.
Doa pertama adalah berikut.

Allahumma rabbana atina fiddun-ya hasanah wa fil akhirati hasanah, wa qina 'adzaban naar.
Artinya,
" Wahai Rabb kami, karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan akhiran dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka."
Doa ini terdapat dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
Sedangkan doa kedua sebagai berikut.

Ya muqollibul qulub, tsabbit qalbi 'ala dinika.
Artinya:
" Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agama-Mu."
Doa ini terdapat dalam hadis riwayat Abu Dawud.
" Dari Syahr bin Hausyab berkata, 'Aku mendatangi Ummu Salamah RA dan bertanya, 'Beritahu aku doa yang paling sering diucapkan Nabi SAW.' Ummu Salamah pun menjawab, 'Doa yang paling sering dibaca Nabi SAW adalah 'Yaa muqollibal quluub, tsabbit qalbi 'ala dinika'.
Lalu Rasulullah SAW ditanya mengenai hal ini, 'Ya Rasulullah, mengapa engkau sering membaca doa ini?' 'Sesungguhnya hati anak Adam berada di antara dua ujung jari Ar Rahman, apabila Ia berkehendak maka akan diteguhkan (imannya) dan jika Ia berkehendak maka Ia akan mencabutnya'."