Dua Juragan Taksi di Daftar Orang Terkaya Indonesia

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 4 Desember 2014 13:41
Dua Juragan Taksi di Daftar Orang Terkaya Indonesia
Bisnis taksi booming di Indonesia. Tak hanya membuat perusahaan makin untung, harta kekayaan pemiliknya pun makin berlimpah. Siapa saja mereka?

Dream - Lalu lalang taksi di sejumlah kota besar di Indonesia tak hanya memudahkan kebutuhan transportasi publik. Melesatnya bisnis transportasi ini juga membuat harta kekayaaan pemilik taksi juga ikut menggunung.

Terbukti, meningkatnya kebutuhan akan taksi membuat dua pebisnis Indonesia masuk dalam daftar terbaru orang terkaya versi Forbes. Keputusan untuk menjual saham perusahaan ke publik (IPO), membuat harta para taipan ini semakin meningkat.

Mengutip laporan Forbes, Kamis, 4 Desember 2014, dua orang terkaya Indonesia yang terjun dalam jasa angkutan taksi adalah Peter Sondakh dan Purnomo Prawiro.

Meski tak sepenuhnya menggantungkan bisnis pada usaha taksi, Peter Sondakh cukup mendapatkan untung besar dari keputusannya menggelar IPO anak usahanya PT Express Transindo Utama Tbk.

Peter Sondakh yang menempati peringkat orang terkaya ke-9 di Indonesia dilaporkan menguasai 49 persen saham perusahaan taksi dengan bran Express ini.

Ditambah bisnisnya dari pertambangan, perkebunan, dan hotel, Pria berusia 62 tahun ini ditaksir memiliki kekayaan hingga US$ 2,3 miliar. Peter Sondakh menjalankan bisnisnya lewat bendera Rajawali Group.

Pesaing Peter Sondakh di bisnis taksi adalah Purnomo Prawiro. Dialah pengusaha pemilik taksi biru, Blue Bird.

Bersama ibu dan saudaranya, Purnomo memulai bisnis taksi pada 1971 dengan modal 25 mobil. Ketekukan dan insting bisnis membuat Blue Bird saat ini mengoperasikan hingga 22 ribu armada. Posisi ini menempatkannya sebagai penguasa bisnis taksi di Indonesia.

Forbes menaksir harta kekayaan Purnomo saat ini mencapai US$ 1,3 miliar. Kekayaan yang menempatkan dirinya sebagai orang terkaya ke-25 di Indonesia.

Seiring waktu berjalan, Purnomo menyerahkan kuasa bisnisnya kepada putrinya, Nani Purnomo. Di eranya inilah, Blue Bird memasuki era baru dengan menggelar IPO. (Ism)

Beri Komentar