Dulu Naik Kapal, Jangan Tunda Haji Naik Pesawat Tahun Depan

Reporter : Ayu Siti Rachma
Senin, 18 Desember 2017 09:43
Dulu Naik Kapal, Jangan Tunda Haji Naik Pesawat Tahun Depan
Masyarakat Indonesia sudah mengenal ibadah haji sejak dekade awal penyebaran Islam di Tanah Jawa, maupun Sumatera.

Dream - Kalau mengulik sejarah naik haji di Tanah Air, ada banyak fakta tak terduga yang bisa diketahui. Sekalipun Islam tidak lahir sejak awal berdirinya Bangsa Indonesia, tetapi masyarakat Indonesia sudah mengenal ibadah haji sejak dekade awal penyebaran Islam di Tanah Jawa, maupun Sumatera. Bisa dibayangkan pada masa tersebut, pesawat terbang baru ditemukan di Eropa, sehingga belum ada penerbangan komersil lintas negara, termasuk dari Indonesia ke Arab Saudi. Lalu, bagaimana cara Muslim dari Indonesia yang ingin naik haji ke Tanah Suci, Mekkah dan Madinah?

Itulah sisi menariknya. Sejarah mencatat, Muslim dari Indonesia melakukan pergi haji dengan naik kapal laut menuju Arab Saudi. Hal itu pun dilakukan selama berbulan-bulan lamanya. Hingga memasuki tahun 1825, pemerintah Kolonial Belanda mulai mengeluarkan aturan untuk membayar sejumlah uang tertentu untuk izin berangkat haji.

Memasuki tahun 1831, jamaah yang tak membayar uang perjalanan akan dikenakan denda dua kali lipat saat kembali ke Tanah Air. Bahkan, pada tahun 1947 ibadah haji pernah dihentikan terkait situasi genting di Indonesia. Namun, hal tersebut tak sampai menyurutkan niat Muslim di Indonesia untuk gigih merealisasikan mimpinya pergi ke Tanah Suci.

Mendekati tahun 1970-an, perjalanan haji akhirnya mulai didominasi oleh transportasi udara. Sekalipun biaya haji jadi semakin mahal, tetapi hal tersebut mampu memangkas lamanya waktu menuju Tanah Suci. Dengan transportasi udara, jumlah orang yang naik haji pun terus mengalami peningkatan hingga sekarang.

Di masa kini, perjalanan haji pun kian dimanjakan dengan beragam fasilitas yang memadai, juga transportasi yang kian nyaman. Tinggal sekarang membulatkan tekad, untuk segera naik haji. Salah satu langkah pasti yang bisa ditempuh adalah mulai membuka tabungan haji, seperti Kartu Debit Haji dan Umrah dari CIMB Niaga Syariah yang memiliki banyak keuntungan.

Keuntungan pertama yang didapatkan adalah bisa bebas tarik tunai di jaringan ATM Al Rajhi Arab Saudi, hingga jaringan ATM CIMB Group, Mastercard & MEPS, juga ATM Bersama/Prima di seluruh dunia. Kemudian, kartu debit tersebut juga memiliki nilai tukar terbaik. Dengan adanya diskon yang ditawarkan, nasabah bisa merasakan belanja hemat sepanjang tahun. Dari segi keamanan, kartu debit ini juga telah dilengkapi teknologi chip dan PIN, termasuk fitur 3D Secure Online Shopping yang membuat belanja jadi lebih nyaman.

Sebagai penutup, kamu bisa mengirimkan pertanyaan-pertanyaan seputar tabungan haji dan umrah #ForwardSpiritualJourney di sini. Jika beruntung, tabungan tabungan iB Pahala Haji senilai Rp25 juta atau satu nomor porsi haji dapat kamu terima.

 

Beri Komentar