RI Bisa Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi Bila Ekonomi Syariah Maju

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 19 September 2018 11:15
RI Bisa Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi Bila Ekonomi Syariah Maju
Pengembangan bidang ekonomi ini menjanjikan.

Dream – Penerapan ekonomi dan keuangan syariah tak hanya bisa mendongkrak perekonomian Indonesia. Model ekonomi berbasis prinsip islami ini ternyta bisa menjadi opsi mengatasi defisit transaksi berjalan di Indonesia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menegaskan ekonomi dan keuangan Islam akan diarahkan untuk mendukung tidak hanya sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru tetapi juga untuk mengatasi masalah ekonomi Indonesia, yaitu defisit transaksi berjalan. 

" (Diharapkan) dapat menopang visi Indonesia sebagai negara berpenghasilan tinggi,” kata Dody di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 19 September 2018.

Menurut Dody, ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar, baik sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru maupun untuk memperbaiki struktur neraca akun berjalan. Hal ini terbukti dari beberapa negara yang telah menerapkan sistem tersebut

" Ekonomi Islam telah menjadi sumber pertumbuhan baru tidak hanya di negara-negara mayoritas Muslim, tetapi juga di negara-negara lain di mana umat Islam bukanlah mayoritas,” kata dia.

Perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia memang cukup menjanjikan. Laporan IFSB Islamic Financial Service Industry (IFSI) mencatat aset perbankan syariah Indonesia berada di peringkat ke-9 terbesar dunia. Angkanya mencapai US$28,08 miliar atau setara Rp417,12 triliun.

Dody mengatakan pengembangan ekonomi syariah di masa depan masih sangat luas. Saat ini share perbankan islam Indonesia. Aset perbankan syariah mencapai sekitar 6 persen dari semua bank di Indonesia (berdasarkan data OJK per Juni 2018).

" Sementara itu, total bagian aset dalam industri keuangan syariah di Indonesia adalah sekitar 8,5 persen dari seluruh aset industri keuangan di Indonesia," kata dia.

1 dari 2 halaman

Ekonomi dan Keuangan Syariah Bisa Perkuat Pasar Uang

Dream – Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pengembangan ini bertujuan untuk memperkuat struktur ekonomi dan pasar keuangan.

Hal ini dilandaskan pada potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang cukup menjanjikan.

Dikutip dari laman bi.go.id, Selasa 18 September 2018, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo, mengatakan gejolak ekonomi dan keuangan global menjadi salah satu tantangan dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ketidakseimbangan global semakin melebar. Kesenjangan dalam hal penguasaan faktor produksi, pendidikan dan pendapatan dapat menghambat terwujudnya perekonomian yang tumbuh merata, adil, proporsional dan berkelanjutan.

“ Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah diharapkan menjadi salah satu upaya dalam memperkuat struktur ekonomi dan pasar keuangan global saat ini dan mendatang,” kata Dody dalam “ The 1st International Conference on Islamic Economics, Business and Finance: Enhancing Islamic Economics, Business and Finance: Towards the Real Economy and Sustainable Development” di Jakarta.

Dia mengatakan ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi yang besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru dan untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan.

2 dari 2 halaman

Menjanjikan

Dream - Dody menyebut perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia cukup menjanjikan.

Berdasarkan Laporan Islamic Financial Services Board (IFSB), aset perbankan syariah Indonesia berada di peringkat ke-9 terbesar secara global mencapai US$28,08 miliar (Rp417,12 triliun).

Global Islamic Finance Report 2017 juga menyebut, aset keuangan syariah menempati peringkat ke-10 secara global dan mencapai US$66 miliar (Rp980,4 triliun), dan Islamic Finance Country Index meningkat dari peringkat 7 pada 2017 menjadi peringkat 6 pada 2018.

Sementara itu, pada Juni 2018 pangsa perbankan Indonesia dalam hal aset mencapai sekitar 6 persen dari semua bank di Indonesia.

Sedangkan total pangsa aset dalam industri keuangan syariah di Indonesia adalah sekitar 8,5 persen dari seluruh aset industri keuangan di Indonesia.

Beri Komentar