Ekonomi RI 2014 Melambat, Indeks Syariah Tenggelam

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 5 Februari 2015 16:20
Ekonomi RI 2014 Melambat, Indeks Syariah Tenggelam
IHSG bahkan terlempar dari level 5.300 usai terkoreksi 35,389 poin (0,67%) ke level 5.279,895.

Dream - Pelaku pasar langsung bereaksi negatif dengan laporan perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2014. Melemah sejak awal perdagangan, Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya makin terpuruk di sesi penutupan.

Meski masih mencatatkan nett buy, pemodal asing juga mulai mengurangi aksi belinya. Asing mencetak nett buy Rp 129 miliar.

Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 1,282 poin (0,75%) ke level 170,180.

Sempat menyentuh zona positif dengan level tertinggi 171,462, ISSI menghabiskan perdagangan sesi kedua di zona merah. Aksi beli jelang penutupan tak cukup kuat mendorong ISSI kembali ke zona hijau.

Transaksi perdagangan saham tercatat mencapai 29,64 miliar dengan nilai Rp 4,48 triliun.

Aksi jual pelaku pasar merespon data terbaru BPS telah menyeret 111 emiten syariah ke zona merah. Sisanya, 65 emiten bergerak menuat dan 67 lainnya stagnan.

Koreksi lebih dalam dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Berisi 30 emiten unggulan, JII terpangkas 8,321 poin (1,17%) ke level 700,398.

Pelemahan ini dipicu turunnya harga saham lebih dari dua pertiga penghuni JII atau sebanyak 21 emiten. Sisanya, 9 emiten bluechips syariah mampu beranjak ke zona hijau.

Pelaku pasar memperdagangkan tak kurang dari 8,93 miliar saham dengan nilai Rp 3,1 triliun.

Berbeda denan ISSI yang sempat menguat, indeks keping biru syariah ini justru mendekam di zona merah. JII hanya mencetak level tertinggi 707,773 dan terendah 696,518.

Emiten beluchips syariah di sektor perkebunan menjadi incaran di kala indeks dilanda tekanan. AALI dan LSIP masuk dalm saham pencetak kenaikan harga terbesar masing-masing Rp 825 dan Rp 80 per saham.

Top gainer bluechips syariah lainnya adalah MPPA yang menguat Rp 110, CPIN Rp 80, dan PTPP Rp 40 per saham.

Lantai bursa saham Indonesia kali ini memang didominasi pelemahan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan terlempar dari level 5.300 usai terkoreksi 35,389 poin (0,67%) ke level 5.279,895.

IHSG hanya sanggup menyentuh level tertinggi di 5.314,286 dan terendah 5.254,036. BEI dipenuhi dana pemodal hingga Rp 6,87 miliar dari aksi jual beli 50,10 miliar saham.

Selain sentimen dalam negeri, pelaku pasar ikut terpengaruh pelemahan indeks bursa saham Asia. Nikkei Jepang dan Strait Times tercatat melemah 0,98 persen dan 0,32 persen.

Di tengah dominasi pelemahan ini, indeks Hang Seng Hong Kong justru bergerak nak 0,35 persen.

Beri Komentar