Gara-gara Kacang Mete, Maskapai Ini Disemprot Presiden

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 12 September 2018 13:29
Gara-gara Kacang Mete, Maskapai Ini Disemprot Presiden
Apa yang salah dengan kacang mete?

Dream – Keluhan memang sering dilayangkan para penumpang maskapai penerbangan. Namun yang dialami maskapai ini seperti tamparan keras. Si penumpang yang tak puas adalah seorang presiden. 

Diketahui Sri Lankan Airlines sempat “ disemprot” oleh sang presidennya langsung,  Maithripala Sirisena. Penyebabnya benar-benar membuat orang bertanya-tanya. 

Dilansir dari BBC, Rabu 12 September 2018, Sirisena memarahi Sri Lankan karena menyuguhi kacang mete. Dia menyebut kacang yang banyak disukai masyarakat itu tidak pantas dimakan manusia. Malah, tak layak juga dikonsumsi oleh anjing.

Kekecewaan ini disampaikannya ketika berada di acara pertanian di daerah selatan Sri Lanka. Di depan petani, Sirisena mengatakan produk ini disuguhkan ketika berada di penerbangan dari Kathmandu ke Kolombo pekan lalu.

“ Ketika saya kembali dari Nepal, mereka memberikan saya beberapa kacang mete di pesawat. Jangankan manusia, anjing saja tak bisa memakannya. Siapa yang bisa menerima benda-benda ini? Siapa yang mengizinkan pemberian kacang mete. Siapa yang bertanggung jawab?” hardik dia.

Sampai detik ini, tak diketahui alasan Sirisena marah karena disuguhi kacang mete. Maskapai ini pun belum memberikan pernyataan tentang insiden ini.

Ini bukan pertama kalinya kacang di pesawat menjadi headline di media massa. Empat tahun yang lalu, eksekutif Korean Air berulah gara-gara kacang. Wakil Direktur Korean Air, Heather Cho, marah-marah dan menyerang pramugari karena disuguhi kacang dengan kantong plastik, bukan dengan piring.

Perbuatan Heather membuatnya mendekam di penjara selama beberapa bulan karena telah melanggar Undang-Undang Penerbangan.

1 dari 2 halaman

Maskapai Batasi Power Bank Masuk ke Pesawat

Dream – Maskapai penerbangan ramai-ramai mengeluarkan aturan tentang power bank. Mereka membatasi kapasitas power bank yang bisa dibawa oleh penumpang.

Aturan ini mengacu pada ketentuan internasional, yaitu Annex 17 doc 8973 dan Annex 18 dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan IATA.

Lion Air Group langsung menginstruksikan seluruh bagian pelayanan untuk menginformasikan kepada para calon penumpang.

“ Kami sudah mengumumkan kepada para penumpang melalui pengumuman suara, tertulis, atau digital yang menyatakan bahwa power bank dibawa untuk penggunaan pribadi hanya sebagai barang bawaan tangan,” kata Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko, dikutip dari Liputan6.com, Senin 12 Maret 2018.

Menurut Ramaditya, power bank yang dayanya kurang dari 100 watt bisa dibawa tanpa persetujuan. Namun, bank daya yang berkapaitas 100-160 watt harus mengantongi persetujuan maskapai.

Langkah ini juga dilakukan oleh Garuda Indonesia. Senior Manager Public Relation PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), Ikhsan Rosan, mengatakan, mereka sedang meningkatkan peraturan tentang barang-barang bawaan yang dibawa penumpag ke dalam pesawat.

“ Secara prinsip, Garuda akan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan oleh IATA, otoritas penerbangan, dan bandara. Kami juga sedang memfinalkan prosedur kita untuk secepatnya disosialisasikan kepada petugas di bandara dan penumpang,” kata dia.

Air Asia Indonesia juga serupa. Head of Corporate Secretary and Communication Air Asia Indoneisa, Baskoro Adiwiyono, mengatakan, maskapai ini juga menerapkan pembatasan kapasitas power bank untuk dapat dibawa masuk ke dalam kabin sesuai dengan acuan dari IATA Dangerous Goods Regulation.

(Sumber: Liputan6.com/Ilyas Istianur Praditya)

2 dari 2 halaman

Kelebihan Pegawai, 8200 Kru Maskapai Singapura Diminta Cuti

Dream – Sebuah berita kurang sedap berasal dari maskapai Singapura, Singapore Airlines. Maskapai ini meminta 8.200 kru kabin untuk cuti bekerja selama 3 bulan tanpa gaji, alias cuti di luar tanggungan. 

Tujuannya untuk mengatasi kelebihan pegawai untuk sementara waktu. Dilansir dari Mynewshub, Senin 7 Agustus 2017, media setempat melaporkan tawaran cuti ini sekaligus memberi ruang bagi perusahaan untuk berbenah.

Maskapai berkode SIA ini menghadapi persaingan dengan maskapai lain. Terutama untuk penerbangan jarak jauh. Mereka sudah berulang-ulang beradaptasi supaya bisa menghadapi tantangan operasional.

Berbicara tentang langkah dramatik ini, juru bicara Singapore Airlines mengatakan, defisit karyawan atau kelebihan karyawan bukanlah hal yang luar biasa bagi perusahaan mereka, sejak mereka beroperasi tahun 1972.

Maskapai ini memiliki 25 ribu karyawan. Kali terakhir, maskapai ini meminta karyawannya untuk cuti sukarela itu pada tahun 2008. Saat itu, krisis moneter tengah melanda dunia.

Maskpaai ini sudah mengumumkan notifikasi kepada kru kabin sepanjang minggu ini bagi ketua pramugara dan pramugari, serta para pramugara dan pramugari.

CEO Singapore Airlines, Goh Choon Phoong, akan mengurangi jumlah tenaga kerjanya setelah mereka rugi 138 juta dolar Singapura (Rp1,35 triliun) tahun lalu. Pemangkasan karyawan ini merupakan salah satu proses pembenahan perusahaan. (ism)

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan