Indeks Syariah Melemah Imbas Tragedi Malaysia Airlines

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 18 Juli 2014 10:23
Indeks Syariah Melemah Imbas Tragedi Malaysia Airlines
Bursa saham lokal dan regional bergerak melemah seiring kekhawatiran pelaku pasar akan memanasnya geopolitik akibat jatuhnya pesawat Malaysia Airlines

Dream - Pelemahan bursa saham regional berimbas negatif pada pasar modal Tanah Air. Indeks bursa saham Indonesia kembali tertekan dan masuk zona merah.

Pelemahan kali ini terjadi setelah pasar di bursa New York khawatir kondisi geopolitik yang semain memanas, akibat dari jatuhnya pesawat Malaysia Airlines oleh serangan roket di sekitar perbatasan Ukraina dan Rusia.

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pra pembukaan perdagangan saham Jumat, 18 Juli 2014 melemah 22,31 poin (0,44%) ke level 5.048,88. Seluruh indeks saham acuan merah yang memerah membuat pelemahan IHSG berlanjut pada sesi pembukaan perdagangan dengan turun 29,17 poin (0,58%) ke level 5.042,02.

Hingga perdagangan pukul 10.10 WIB, tercatat 127 emiten di BEI bergerak di zona merah sementara 94 lainnya masih bisa menguat. Nilai transaksi perdagangan saham menembus Rp 1,14 triliun.

Sentimen negatif yang melanda bursa saham lokal dan regional juga membuat indeks saham syariah jatuh ke zona merah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah 0,72 poin ke level 165,25.

Gerak ISSI sampai perdagangan pukul 10.13 WIB juga masih melemah 0,41 poin (0,25%) ke level 165,55.

Sebanyak 63 emiten bergerak di zona hijau sementara 48 lainnya mencetak koreksi. Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 813,27 miliar.

Pelemahan lebih dalam dialami indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang terkoreksi 4,15 poin ke level 681,77 pada sesi pembukaan.

Menguatnya harga dari 10 emiten syariah sempat mengangkat indeks JII meski masih di zona merah. Saat ini, JII tercatat masih melemah 1,98 poin (0,28%) ke level 683,95.

" Kondisi bursa regional Asia yang cenderung turun ini, diperkirakan bakal memberikan tekanan pada pergerakan IHSG, meski sentimen utama tetap bakal berasal dari pengumuman hasil Pilpres pada tanggal 22 Juli nanti," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.

Jelang perdagangan akhir pekan ini, IHSG diperkirakan masih akan bergerak bervariasi setelah pada pergerakan kemarin, berhasil ditutup pada kisaran suport 5050 - 5072. IHSG bergerak di kisaran support 5050 - 5072 dan resistance 5100-5150.

Terkait senimen Pilpres, Satrio menilai semakin mendekatnya pengumuman hasil Pilpres membuat pemodal asing masih terus melakukan akumulasi.

" Meskipun demikian, selama pelaku pasar lokal terlihat kurang begitu percaya diri, IHSG bakal sulit untuk bergerak naik," katanya. (Ism)

Beri Komentar