Cuma 7 Bluechips yang Naik, Indeks Syariah Ditutup Melemah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 30 Januari 2017 16:27
Cuma 7 Bluechips yang Naik, Indeks Syariah Ditutup Melemah
Saham-saham bluechips syariah mengalami tekanan jual.

Dream - Bursa saham syariah Indonesia kembali tak kuat menahan gelombang aksi jual investor. Tanpa petunjuk laju bursa regional yang sebagian masih libur Imlek, investor memilih melepas saham syariahnya.

Menguatnya saham sektor pertambangan seiringin kembali naiknya harga saham batu bara tak berhasil mengangkat laju indeks syariah. Sebaliknya, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) justru tertekan koreksi dalam indeks sektor industri aneka.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 30 Januari 2017, indeks ISSI turun 0,723 poin (0,42%) ke level 172,298.

Indeks saham bluechips syariah, JII, juga terkoreksi dalam 5,844 poin (0,84%) ke level 690,593.

Koreksi dua indeks saham syariah ini jelas terlihat di sesi jelang penutupan. Menyambut pertemuan The Fed, investor beramai-ramai melakukan aksi jual saham.

Baik ISSI maupun JII memulai sesi perdagangan dari zona merah. Kedua indeks ini memang sempat menyentuh zona positif dengan level tertinggi ISSI di 173,333. Namun penguatan itu tak cukup kuat melawan tekanan jual investor.

ISSI kembali melemah jelang penutupan dan jatuh ke level terendahnya di 172,861.

Transaksi perdagangan saham syariah relatif stabil dengan 138,71 miliar saham berpindahtangan. Aksi jual beli ini menciptakan perputaran uang sebesar Rp3,7 triliun.

Tekanan jual melanda 105 emiten syariah yang ditutup melemah. Sementara 92 penghuni ISSI lainnya, 7 diantaranya  sbluechips syariah, masih bisa bergerak menguat dan 64 emiten bertahan stagnan.

Saham-saham di sektor industri enaka mengalami tekanan hebat usai rontok 2,11 persen. Disusul barang konsumsi 0,74 persen, dan manufaktur 0,77 persen.

Sementara menguatnya emiten sektor komoditas tak mampu membawa indeks saham syariah menguat. Indeks sektor pertanian menguat 0,55 persen dan pertambangan 0,50 persen.

Empat emiten pelat merah mendominasi daftar top gainer saham bluechips syariah. PTBA memuncaki peringkat emiten pencetak kenaikan harga tertinggi usai menguat Rp 500. Diikuti PGAS Rp 80, PTPP Rp 70, dan ADHI Rp 10 per saham. Satu penghuni lainnya adalah LPPF yang menguat Rp 25 per saham.

Sebaliknya, saham-saham keping biru syariah yang sering menjadi penggerak motor indeks justru mengalami tekanan. Lima top losser indeks JII kali ini dihuni UNVR yang melemah Rp 375, UNTR Rp 225, ASII dan INDF masing-masing Rp 200, dan SMGR Rp 125 per saham.

Di pasar keuangan, kurs rupiah terhadap dolar AS sore ini bergerak menguat. Rupiah menanjak 58 poin (0,43%) menjadi 13.302 per dolar AS. (Sah)

Beri Komentar