Abaikan Koreksi Bursa Regional, Indeks Syariah Ditutup Menguat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 26 Oktober 2018 16:51
Abaikan Koreksi Bursa Regional, Indeks Syariah Ditutup Menguat
Ketiga indeks syariah sama-sama menghijau.

Dream - Meski kondisi bursa regional tengah loyo, pemodal Indonesia mulai berani terjun ke lantai bursa. Beberapa saham bahkan mulai kembali jadi sasaran beli investor dan mendorong indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali cerah.

 

Aksi beli investor dan berkurangnya nett sell asing membuat indeks saham syariah juga bergerak menguat. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta Jumat 26 Oktober 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menanjak 0,582 poin (0,34%) ke level 172,837. ISSI bertahan di zona hijau setelah dibuka menguat di 172,296 dan sempat menyentuh level tertinggi di 173,153.

Dua indeks bluechip syariah juga tak mau ketinggalan panen aksi beli investor. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 3,613 poin (0,57%) ke level 640,088.

Sementara indeks syariah baru, JII70 naik 0,700 poin (0,33%) ke level 212,661.

Secara keseluruhan, bursa saham Indonesia jelang akhir pekan ini memang sedang gembira. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 29,956 poin (0,52%) ke level 5.784,921.

1 dari 1 halaman

Saham Ini Jadi Top Gainer

Nilai perdagangan saham syariah juga ikut bergerak aktif. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan tercatat aksi jual beli saham syariah mencapai Rp2,81 triliun dengan 26,73 miliar lembar saham yang berpindah tangan.

Pemodal asing melakukan transaksi perdagangan saham syariah senilai Rp1,89 triliun dari 6,53 miliar saham yang ditansaksikan.

Sebagian besar indeks syariah menghijau. Sektor infrastruktur bergerak naik 1,09 persen. Kenaikannya disusul oleh sektor perdagangan sebesar 1,07 persen dan barang konsumsi 0,7 persen.

Indeks sektor saham industri dasar sayangnya masih terkoreksi 0,89 persen dan properti 0,56 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp1.300, ITMG Rp850, LPPF Rp450, dan TCPI Rp420.

Sebaliknya, yang menjadi top gainer adalah INTP yang harganya terkoreksi sebesar Rp275, PTBA Rp240, CPIN Rp175, dan IPCC Rp170.

Dari pasar uang, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 31 poin (0,2%) ke level Rp15.218 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar