Ini 5 Pemilik Terbesar Saham Bank Syariah Indonesia Tbk

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 28 Januari 2021 06:33
Ini 5 Pemilik Terbesar Saham Bank Syariah Indonesia Tbk
PT Bank Syariah Indonesia Tbk merupakan penggabungan dari 3 bank syariah milik Himbara

Dream - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) beberapa hari akan segera beroperasi secara resmi. Bank hasil penggabungan dari tiga bank syariah milik pemerintah itu telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan surat persetujuan tersebut, kini BSI tinggal menyelesaikan beberapa proses administrasi seperti permohonan persetujuan perubahan anggaran dasar kepada Kementerian Hukum dan HAM dan permohonan pencatatan saham tambahan ke Bursa Efek Indonesia.

Mengutip keterangan tertulis Project Managementy Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, penggabungan PT BRISyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah akan menjadikan BSI sebagai salah satu dari 10 bank nasional dengan aset terbesar di Indonesia.

BSI juga akan menjadi salah satu dari 10 bank syariah terbesar dunia dari sisi kapitalisasi pasar.

Ketiga direksi bank syariah yang menjadi bagian merger juga mengimbau nasabah untuk tenang dengan proses penggabungan ini.

" Kami akan lakukan dengan saksama secara bertahap, tidak terburu-buru demi meminimalisasi risiko disrupsi bagi nasabah selama proses integrasi berlangsung,” kata Ketua Project Integrasi Herry Gunadi meyakinkan.

Salah satu keuntungan dari merger ini adalah BSI tak perlu lagi melakukan penawaran saham mengingat BRISyariah saat ini sudah berstatus sebagai perusahaan publik dengan saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perubahan akan terjadi pada komposisi kepemilikan saham di BSI yang akan tetap menggunakan ticker code BRIS di lantai bursa.

 

1 dari 1 halaman

Ini Para Pengusaha Saham Bank Syariah Indonesia

Nantinya, komposisi pemegang saham pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk akan dikuasai mayoritasnya oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI sebesar 51,2 persen. Bank Mandiri merupakan induk usaha dari PT Bank Syariah Mandiri.

Disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) yang menguasai 25,0 persen dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 17,4 persen.

Porsi pemegang saham lainnya akan dimiliki oleh DPLK BRI - Saham Syariah sebesar 2 persen dan publik 4,4 persen.

" Struktur pemegang saham tersebut adalah berdasarkan perhitungan valuasi dari masing-masing bank peserta penggabungan," mengutip keterangan tertulis tersebut.

Beri Komentar