Investor Tahan Diri, Indeks Syariah Dibuka Melemah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 26 Januari 2015 09:54
Investor Tahan Diri, Indeks Syariah Dibuka Melemah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 21,24 poin (0,40%) ke level 5.302,63.

Dream - Aksi pemodal yang mulai mengurangi aksi beli mengerus laju indesk saham acuan yang naik signifikan dua hari terakhir. Investor juga tersengat sedikit sentimen negatif dari kawasan regional.

Lantai bursa kini menggantungkan harapannya pada aksi belanja yang masih dilakukan pemodal asing.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 26 Januari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah ke level 172,538.

Hingga 43 menit waktu perdagangan, ISSI masih belum bisa beranjak dari zona merah. ISII justru tergerus 0,645 poin (0,37%) ke level 172,341.

Sebanyak 57 emiten syariah masih bisa bergerak menguat di tengah pemodal yang mengurangi aksi belanjanya. Sementara 73 lainnya sudah mulai terkena tekanan aksi jual dan 47 lainnya stagnan.

Pelaku pasar tercatat sudah mentransaksikan 760 miliar saham bernilai Rp 1,11 triliun.

Pembukaan di zona hijau juga dicetak indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) mengawali perdagangan dengan melemah ke level 714,636.

JII saat ini masih berkutat di zona merah dengan melemah 4,214 poin (0,59%) ke level 712,513.

Tekanan aksi jual mendominasi perdagangan saham-saham keping biru syariah ini. Tercatat 15 emiten JII bergerak melemah dan 9 lainnya masih bisa melaju positif.

Nilai transaksi perdagangan saham bluechips syariah mencapai Rp 766,42 miliar dari aksi jual beli terhadap 2,40 miliar saham.

Secara keseluruhan lantai bursa saham Indonesia pagi ini dibuka melemah. Sentimen regional membuat pemodal hati-hati masuk ke pasar.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 21,24 poin (0,40%) ke level 5.302,63. Tekanan IHSG kembali berlanjut di sesi pembukaan usai melemah 28,42 poin (0,53%) ke level 5.295,46.

Di awal pekan ini, tercatat 162,94 juta saham ditransaksikan pelaku pasar. Nilai transaksi mencapai Rp 190 miliar dengan indeks sektor saham perkebunan mencetak kenaikan 0,35 persen.

Beruntung masih ada investor asing yang menggelar aksi beli dengan nett buy Rp 20 miliar.

Beri Komentar