Jokowi: Data Lebih Berharga dari Minyak

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 16 Agustus 2019 12:36
Jokowi: Data Lebih Berharga dari Minyak
Alasannya?

Dream - Presiden Joko Widodo menyatakan data yang dimiliki bangsa Indonesia saat ini merupakan sesuatu yang berharga. Jokowi menyebut, keamanan data merupakan tantangan baru bagi bangsa ini.

" Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita, kini data lebih berharga dari minyak," ucap Jokowi saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, di Gedung MRPR/DPR, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.

Jokowi mengatakan, data masyarakat kerap disalahgunakan. Dia berharap, bangsa ini harus tanggap terhadap tantangan baru seperti ini. Salah satunya perlunya regulasi terukur.

" Pemanfaatan teknologi yang merusak keadaban bangsa, yang membahayakan persatuan dan kesatuan, yang membahayakan demokrasi, harus kita atur secara terukur," ujar dia.

 

 

1 dari 5 halaman

Regulasi

Jokowi mengajak eksekutif untuk mewujudkan kedaulatan data warga negara. Dia meminta data pribadi harus dilindungi.

" Regulasinya harus segera disiapkan tidak boleh ada kompromi!" kata dia.

Meski demikian, kata Jokowi, regulasi mengenai data harus melindungi kepentingan rakyat, serta melindungi kepentingan bangsa dan negara.

Selain itu, regulasi mengenai data juga harus mempermudah rakyat mencapai cita-citanya.

" Regulasi harus memberikan rasa aman. Dan regulasi harus memudahkan semua orang untuk berbuat baik, mendorong semua pihak untuk berinovasi menuju Indonesia Maju," ujar dia.

2 dari 5 halaman

Jokowi Khawatir Kemajuan IT Banyak Dipakai Pengerdil Bangsa

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang dinilai sukses melaksanakan tugas sosialiasi.

Jokowi optimistis para wakil rakyat ini akan terus melakukan sosialiasasi dengan terobosan anyar.

“ MPR telah melakukan sosialiasi empat konsensus kebangsaan secara menyeluruh ke pelosok Tanah Air. Mulai dari pelajar, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum,” kata Jokowi dalam sidang tahunan di Jakarta, Jumat 16 Agustus 2019.

Empat konsensus kebangsaan yang dimaksud yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Jokowi mengatakan, MPR akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang konsensus-konsensus kebangsaan.

Tujuannya agar nilai-nilai itu tertanam kuat kepada masyarakat Indonesia. Salah satu caranya dengan menggunakan teknologi.

3 dari 5 halaman

Mengapa Teknologi?

Mantan gubernur DKI Jakarta ini meminta agar semua stakeholder memanfaatkan perkembangan teknologi.

“ Kemajuan teknologi dan informasi harus dimanfaatkan secara optimal,” kata dia.

Jokowi mengingatkan perkembangan teknologi membuat arus penyebaran informasi sangat cepat. Untuk itulah, Jokowi meminta pihak-pihak yang berwenang agar lebih sigap dalam menyebarkan informasi.

“ Jangan sampai kemajuan teknologi justru lebih banyak digunakan oleh pihak-pihak yang mengerdilkan kebangsaan,” kata Jokowi. 

4 dari 5 halaman

Jokowi Tiga Tahun Sholat Idul Adha di Jawa Barat, Ini Alasannya

Dream - Tiga tahun berturut-turut, Presiden Joko Widodo rupanya tak pernah sholat Idul Adha di Masjid Istiqlal. Jokowi mengisi pagi tanggal 10 Dzulhijjah di Jawa Barat.

Bahkan untuk Idul Adha tahun ini, Jokowi memilih Sholat Ied di Lapangan Astrid, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Letaknya memang masih satu komplek dengan Istana Kepresidenan Bogor.

Pada 2017 lalu, Jokowi memilih Sholat Idul Adha di Lapangan Merdeka, Sukabumi. Sedangkan tahun lalu, Lapangan Tegar Beriman Cibinong, Kabupaten Bogor, dipilih Jokowi untuk Sholat Ied.

" Ya, kan memang saya tinggalnya di Jawa Barat. Jadi cari yang dekat saja biar tidak jauh-jauh," ujar Jokowi menyebut alasannya secara ringkas, dikutip dari Merdeka.com, Minggu 11 Agustus 2019.

5 dari 5 halaman

Kurban Sapi Ongole di Kebun Raya Bogor

Setelah Sholat Ied, Jokowi bersama Ibu Negara Iriana menyerahkan satu ekor sapi kurban ke Kebun Raya Bogor. Sapi berjenis peranakan Ongole tersebut memiliki bobot mencapai 1 ton.

Sapi tersebut diterima secara simbolis oleh Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko. Rencananya, sapi tersebut dipotong pada Selasa, 13 Agustus nanti untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat.

Jokowi dan Iriana sempat mengelus tanduk sapi tersebut. Lalu, keduanya meninggalkan lokasi menuju Istana Bogor.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Jokowi tidak hanya berkurban di satu tempat. Selain di Kebun Raya Bogor, Jokowi juga kurban sapi di Surabaya dan Ambon. Sementara di Masjid Istiqlal, Sang Presiden berkurban sapi Limousin dengan berat mencapai 1,7 ton.

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal