Kantor Kebanjiran, Sri Mulyani Terapkan e-Office

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 25 Februari 2020 14:02
Kantor Kebanjiran, Sri Mulyani Terapkan e-Office
Menteri Keuangan Sri Mulyani membolehkan anak buahnya bekerja di rumah melalui skema e-office.

Dream - Banjir yang menerjang Ibukota menyedot perhatian banyak pihak, terutama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dia berharap masyarakat Jakarta segera terbebas dari banjir.

" Semoga seluruh warga Jakarta dan sekitarnya yang terkena musibah banjir dapat diberikan keselamatan dan segera terbebas dari genangan banjir," tulis Sri Mulyani di akun Instagramnya, @smindrawati, diakses pada Selasa 25 Februari 2020.

Sri Mulyani mengatakan beberapa kantor Kementerian Keuangan juga dilanda banjir. Kondisi ini mengganggu kelancaran pekerjaan di kementerian.

" Jajaran Kementerian Keuangan bahu membahu untuk menangani musibah ini," kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram

Saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam terhadap musibah banjir yang melanda Jakarta pagi hari ini. Beberapa kantor Kementerian Keuangan di Jakarta dan sekitarnya juga dilanda banjir dan sedikit mengganggu kelancaran dalam bertugas. Jajaran Kementerian Keuangan bahu membahu memberikan bantuan untuk menangani musibah ini. Kami di Kementerian Keuangan juga memberikan dispensasi atas absensi bagi pegawai yang tempat tinggalnya terkena banjir atau daerah sekitar tempat tinggalnya terdampak banjir sehingga mengalami kesulitan menuju ke kantor masing-masing. Dengan penerapan e-office, beberapa pekerjaan tertentu dapat diselesaikan meskipun tidak datang ke kantor. Semoga seluruh warga Jakarta dan sekitarnya yang terkena musibah banjir dapat diberikan keselamatan dan segera terbebas dari genangan banjir. Jakarta, 25 Februari 2020

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on Feb 24, 2020 at 8:14pm PST

Akibat banjir, mantan direktur perencanaan Bank Dunia ini memberikan keringanan bagi karyawannya yang terdampak dan kesulitan mengakses kantor. Sri Mulyani membolehkan mereka bekerja di rumah melalui skema e-office.

" Dengan penerapan e-office, beberapa pekerjaan tertentu dapat diselesaikan meskipun tidak datang ke kantor," kata dia.

1 dari 4 halaman

Pemadaman Karena Banjir Meluas, Ini Lokasi 1.612 Gardu Listrik yang Padam

Dream - Pemadaman akibat banjir yang melanda kawasan di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat semakin meluas. PT PLN (Persero) memutuskan aliran listrik ke 1.612 gardu listrik di tiga wilayah tersebut.

PLN menyatakan pemadaman listrik terpaksa dilakukan agar menjaga keselamatan warga agar terhindar dari bahaya arus listrik.

" Kami amankan listriknya sampai benar-benar siap untuk dinyalakan demi keselamatan masyarakat," kata Executive Vice President Corporate Communication CSR PLN, I Made Suprateka, di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 25 Februari 2020.

Sampai pukul 09.00 WIB, PLN telah memadamkan aliran listrik di 868 gardu di DKI Jakarta. Sementara di Jawa Barat tercatat pemadaman terjad di 711 gardu, dan 33 gardu di Banten yang aliran listriknya diputus sementara.

Total pemadaman listrik yang dilakukan PLN imbas banjir yang menerjang tiga willayah mencapai 1.612 gardu.

Selain pemadaman listrik, PLN juga telah mengalirkan kembali arus listrik ke 43 gardu di kawasan banjir yang sudah surut dan dinyatakan aman.

Untuk DKI Jakarta Daerah yang aliran listriknya dipadamkan sementara di antaranya meliputi sebagian Pondok Kopi, Cempaka Putih, Menteng, Pondok Gede, Bandengan, Cengkareng, Lenteng Agung, Kramatjati, Jatinegara, Ciracas, Kebun Jeruk, Bintaro, Bulungan, dan Marunda.

Untuk Wilayah Jawa Barat yang mati listrik meliputi sebagian Bekasi, Karawang, Purwakarta, Cikarang, dan Gunung Putri. Sementara, untuk Wilayah Banten meliputi sebagian Cikupa, Teluk Naga, dan Serpong.

 

2 dari 4 halaman

Awas Kesetrum!

Suprateka meminta masyarakat yang wilayahnya mulai kebanjiran untuk mematikan listrik dari meter circuit breaker (MCB). Mereka juga diminta untuk mencabut peralatan listrik yang masih terhubung dengan stop kontak.

" Naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman," kata dia.

Suprateka menyarankan masyarakat yang kebanjiran, untuk menghubungi PLN terdekat atau contact center 123 untuk memadamkan aliran listrik. Masyarakat juga diminta berhati-hati menggunakan genset. Masyarakat mungkin ingin menyalakan listrik karena aliran dari PLN belum aman.

" Padahal, instalasi listrik belum aman. Ini juga harus diperhatikan karena berpotensi tersetrum," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono)

3 dari 4 halaman

Foto-Foto Istana Presiden Setelah Terendam Banjir Jakarta

Dream - Jakarta kembali dilanda banjir pagi ini. Sejumlah lokasi terendam, termasuk komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Beruntung, air tidak terlalu lama menggenangi kantor Presiden Joko Widodo.

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, mengatakan, banjir telah surut. Tepatnya pukul 07.00 WIB, komplek Istana Kepresidenan tidak lagi tergenang.

 Istana Kepresidenan usai banjir© Liputan6.com

" Tidak ada lagi genangan, ini sekitar pukul 07.00-an," ujar Bey, dikutip dari Liputan6.com.

Beberapa foto yang didapat dari Biro Pers Kepresidenan menunjukkan situasi komplek Istana usai dilanda banjir. Taman dan jalanan terlihat tidak lagi tergenang.

 Istana Kepresidenan usai banjir© Liputan6.com

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung sempat membagikan video mengenai banjir di Istana Kepresidenan.

" Istana banjir, itu foto dan video dari petugas Istana," kata Pramono.

Sumber: Liputan6.com/Devita Prastiwi

4 dari 4 halaman

Peta Banjir Jakarta dan Puluhan Titik Banjir

Dream - Hujan yang terjadi sejak Senin malam 24 Februari 2020 hingga pagi ini mengakibatkan banjir di sejumlah lokasi di Jakarta.

Banjir terjadi hampir merata di lima wilayah Jakarta. Ketinggian air juga bervariasi. Dari mulai 10 cm sampai dengan di atas 1,5 meter. 

Pantauan Dream, dari Petabencana.id, Selasa 25 Februari 2020, sebaran banjir Jakarta terlihat hampir di semua wilayah Ibu Kota. 

 

 

 

Beri Komentar