Kembali Melemah, Indeks Syariah Sudah Sepekan di Zona Merah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 10 November 2014 16:30
Kembali Melemah, Indeks Syariah Sudah Sepekan di Zona Merah
Aksi beli jelang penutupan perdagangan tak mampu menyelamatkan IHSG yang kembali terhempas dari level psikologis 5.000

Dream - Indeks saham Indonesia tak sanggup mempertahankan laju positif yang dimulainya di awal perdagangan. Dengan pelemahan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat sudah mendekam di zona merah selama enam hari berturut-turut.

Aksi beli pelaku pasar jelang penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) belum cukup mengangkat IHSG ke zona hijau. IHSG justru kembali terpental dari level psikologis 5.000.

Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Senin, 10 November 2014, IHSG melemah 22,03 poin (0,44 persen) ke level 4.965,38.

Aksi jual pelaku pasar membuat 180 emiten mengakhiri perdagangan di zona merah. Beruntung masih ada 125 emiten yang bergerak naik sedangkan 87 lainnya stagnan.

Kondisi pasar modal Indonesia di awal pekan ini terbilang sepi transaksi. Tercatat 44,46 juta saham diperdagangkan pelaku pasar dengan perputaran uang mencapai Rp 3,86 triliun.

IHSG pagi ini dibuka menguat 9,87 poin (0,2 persen) ke level 4.997,3. IHSG bahkan sempat memberikan harapan usai menembus level psikologis 5.000.

Tren penguatan ini sayangnya mulai berkurang jelang penutupan sesi pertama. IHSG justru ditutup melemah tipis.

Dari seluruh indeks sektor saham di BEI, hanya emiten properti yang bergerak menguat. Laju penguatan pun terbilang tipis dengan hanya naik 0,05 poin atau 0,01 persen.

Sisanya justru dilanda aksi jual saham dipimpin emiten industri aneka yang terkoreksi hingga 2,61 persen, diikuti manufaktur 0,82 persen, dan infrastruktur 0,51 persen.

Melemahnya IHSG tak pelak membuat saham-saham syariah ikut tergusur ke zona merah.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah 0,75 poin (0,47 persen) ke level 158,81. ISSI terseret pelemahan harga saham dari 106 emiten sementara 86 lainnya bergerak menguat.

ISSI sebetulnya sempat menyentuh level tertinggi di 160,45. Indeks syariah ini sebelumnya dibuka di level 159,75.

Pemodal mentransaksikan tak kurang dari 33,1 juta saham syariah dengan dana mencapai Rp 2,53 triliun.

Emiten bluechips syariah juga tak terhindar dari tren pelemahan. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah 4,36 poin (0,67 persen) ke level 649,65.

Sebanyak 3,77 juta saham syariah ditransaksikan pelaku pasar. Aksi jual beli ini melahirkan perputaran uang hingga Rp 1,24 triliun.

Pelemahan hampir seluruh indeks saham di BEI terjadi di kala sebagian besar bursa saham Asia bergerak menguat. Pelemahan IHSG hanya ditemani indeks Nikkei Jepang yang melemah 99,9 poin (0,59 persen) ke level 16.780.

Sebaliknya, indeks Hang Seng Hong Kong justru bergerak menguat 0,83 persen, diikuti Kospi 0,95 persen, dan Strait Times Singapura 0,44 persen.

Kondisi berbeda dialami rupiah yang justru bergerak menguat. Sore ini rupiah terapresiasi 27 poin (0,22 persen) menjadi 12.151 per dolar AS. (Ism)

Beri Komentar