Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kementerian Keuangan Memutuskan Hubungan Dengan J. P Morgan.
Dream – Kementerian Keuangan telah memutus hubungan kerja sama dengan raksasa bank Amerika Serikat, JP Morgan Chase. Sebab, bank ini dinilai membuat riset yang merugikan Indonesia.
Dalam riset mereka, JP Morgan merekomendasikan investor untuk mengurangi portofolio investasi mereka di Indonesia.
Dilansir dari www.finanews.asia, Selasa 3 Januari 2017, keputusan pemutusan kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan, Marwanto Harjowiryono. Marwanto mengatakan laporan JP Morgan bisa mengganggu stabilitas keuangan Indonesia.
Tak hanya itu, Kementerian Keuangan juga menghentikan kerja sama dengan bank ini untuk bank persepsi dan penjual surat utang negara.
Pada November 2016, bank ini menurunkan rekomendasi investasi dari overweight menjadi underweight. Penurunan ini terjadi setelah melihat Amerika Serikat memberikan yield yang lebih menjanjikan.
Tentu saja ini akan meningkatkan risiko dua kali lipat bagi negara berkembang, termasuk Indonesia.
© Dream
Dream - Kajian yang dirilis JP bukan pertama kali memantik amarah Kementerian Keuangan, melainkan kedua kalinya.
Pada tahun 2015, pada tahun 2015, Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, mengeluarkan peringatan keras bagi JP Morgan setelah merilis laporan tentang apesiasi dolar AS yang begitu tajam, serta ada perang mata uang setelah kebangkitan devaluasi Yuan Tiongkok.
© Dream
Dream - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio, mengatakan sepakat dengan dengan keputusan pemerintah terkait dengan kajian JP Morgan.
Menurut Tito, perekonomian Indonesia sudah jauh lebih baik. Inilah yang membuat Tito menilai laporan itu tidak sesuai dengan perekonomian Indonesia.
"Terus terang saya terganggu. Itu tidak benar, tapi kita jadi membuang waktu untuk membela diri untuk menerangkan. Saya mendukung keputusan Bu Ani (Sri Mulyani),” kata dia di Bursa Efek Indonesia.
Meskipun demikian, pemutusan hubungan dengan J. P. Morgan, tidak akan berpengaruh terhadap pasar modal. “Saya rasa nggak,” kata dia. (Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari