Kinerja Emiten Bantu Indeks Syariah Menguat

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 23 Oktober 2014 16:33
Kinerja Emiten Bantu Indeks Syariah Menguat
Aksi beli pemodal di tengah koreksi bursa saham regional membuat IHSG kembali menembus level 5.100

Dream - Gerak hati-hati pemodal di awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya berbuah positif. Lantai bursa saham lokal menutup perdagangan dengan kenaikan signifikan.

Para pemodal domestik berhasil menahan aksi investor asing yang kembali menjual asetnya. Asing mencetak nett sell tipis sekitar Rp 6 miliar.

Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis, 23 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 29,19 poin (0,58%) ke level 5.103,51.

Kembalinya IHSG ke level 5.100 terbantu kenaikan harga saham dari 176 emiten. Penguatan tertahan setelah 132 emiten merosot ke zona merah sementara 106 lainnya stagnan.

Transaksi perdagangan saham kali ini melibatkan 43,46 juta saham dengan nilai mencapai Rp 5,29 triliun.

Meski melaju positif, tak semua indeks saham acuan bisa menikmati kenaikan. Indeks saham sektor konsumen melemah 0,89 persen sementara industri dasar turun 0,11 persen.

Laju IHSG di awal sesi memang sempat membuat khawatir. Maklum saja, sentimen negatif berhembus dari kawasan regional dan global.

Namun adanya aksi beli pelaku pasar membuat IHSG memiliki tenaga untuk kembali menguat. IHSG akhirnya menyentuh level tertinggi di sesi penutupannya. Sementara level terendah dicetak di angka 5.069,24.

Bergairahnya aksi beli pemodal juga membawa hawa positif bagi dua indeks saham syariah yang dibuka di zona merah.

Indeks ISSI yang mengawali perdagangan di zona negatif 163,09, akhirnya ditutup menguat 0,66 poin (0,41%) ke levl 163,77.

Sebanyak 110 emiten syariah menutup perdagangan di zona hijau sementara 84 lainnya melemah.

Saham-saham unggulan syariah juga berbalik melawan pelemahan. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 2,94 poin (0,44%) ke level 671,07.

Penguatan JII ditopang kenaikan harga saham bluechips syariah dari 18 emiten. Sisanya, 8 emiten JII bergerak melemah sementara 4 lainnya stagnan.

Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia justru didominasi pelemahan. Indeks Shanghai Composite memimpin pelemahan usai turun 1,04 persen, diikuti Nikkei Jepang 0,37 persen, dan Hang Seng 0,3 persen.

Bursa saham nasional hanya ditemani Strait Times Singapura dimana STI menguat 30,71 poin (0,96%).

Tren pelemahan juga melanda pasar keuangan dunia. Rupiah sore ini kembali bertengger di level 12.000 usai terkoreksi 40 poin (0,33%) menjadi 12.053 per dolar AS. (Ism)

Beri Komentar