Komputer Supersensitif Ini Bisa Marah Jika Pelanggan Kesal

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 16 Mei 2015 08:04
Komputer Supersensitif Ini Bisa Marah Jika Pelanggan Kesal
Program dalam komputer itu menggunakan data keluhan yang disampaikan nasabah ke bank-bank di Australia selama dua tahun.

Dream - Para peneliti di Australia dan Selandia Baru tengah merancang sebuah komputer yang bisa marah jika penggunanya tak bisa memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Program dalam komputer itu menggunakan data keluhan yang disampaikan nasabah ke bank-bank di Australia selama dua tahun.

Dengan kehadiran komputer supersensitif ini yang rencananya mulai beroperasi pada akhir tahun ini, dapat mensimulasikan ratusan juta interaksi nasabah yang marah karena tidak mendapat layanan yang baik.

Mengutip laman Dailymail.co.uk, Sabtu, 16 Mei 2015, komputer yang dijuluki Radiant ini terinspirasi oleh super-komputer yang diciptakan oleh Isaac Asimov pada tahun 1950-an.

Proyek komputer supersensitif ini telah mendapat sokongan dana US$ 500 ribu dari perusahaan pembuat software dan konsultan pelanggan, Touchpoint Group.

" Tujuan proyek ini adalah membangun sebuah mesin yang dapat merekomendasikan solusi kepada perusahaan. Kami berbicara tentang customer service, bagaimana mereka bisa memperbaiki masalah yang dihadapi pelanggan," kata CEO Touchpoint, Frank van der Velden kepada The Australian.

Progam dalam komputer itu akan secara konstan menggunakan perintah logika 'bagaimana jika' untuk melihat apakah skenario solusi yang ditawarkan bermanfaat bagi pelanggan atau malah semakin membuat mereka marah.

" Hal ini bisa dilakukan dengan mengajari Radiant untuk belajar semua bentuk interaksi dengan pelanggan di masa lalu, baik yang berhasil ataupun tidak."

Beri Komentar