Kurs Rupiah Ambruk Lagi

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 7 Januari 2015 12:33
Kurs Rupiah Ambruk Lagi
Rupiah pagi tadi diperdagangkan di level 12.700 per dolar AS. Analis memperkirakan kurs rupiah bakal menyentuh level 13.000 per dolar AS pada kuartal ini.

Dream - Upaya keras pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas rupiah belum usai. Setelah terpuruk di akhir tahun lalu, kurs rupiah terhadap dolar AS kini kembali bergolak.

Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi ini berada di kisaran 12.796 per dolar AS untuk kurs beli. Sementara kurs jual di level 12.668 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI mencatat rupiah berada di level 12.732 per dolar AS.

Ambruknya nilai tukar rupiah di awal tahun ini merupakan yang terburuk diantara mata uang asing negara-negara Asia.

Investor asing tampaknya mulai dibuat panik dengan sentimen negatif global. Akibatnya, para pemilik dana mencoba melarikan dananya ke surat utang pemerintah dan dolar AS.

Data Bloomberg mencatat rupiah pagi tadi turun 0,6 persen menjadi 12.740 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah sempat menyentuh level 12.759 per dolar atau terendah sejak 17 Desember 2014. Di awal tahun ini, kurs rupiah telah jatuh hingga 2,8 persen.

" Kami melihat rupiah dalam tren turun menuju level 13.000 pada kuartal ini seiring pasar mengantisipasi pertemuan The Fed. Selanjutnya rupiah akan stabil di level tersebut," kata Ekonom dari BNI Securities, Heru Irvansyah seperti dikutip Dream dari laman Bloomberg, Rabu, 7 Januari 2015.

Menurut Heru, jika harga minyak mentah dunia tetap berada di level mendekati US$ 50 per barel, rupiah kemungkinan akan terus berada dalam tekanan. Alasannya, investor mulai menjual aset yang berisiko dan mengalihkannya pada instrumen safe heaven (aman).

Tanda-tanda penarikan dana asing setidaknya sudah terlihat di pasar modal Indonesia. Di awal Januari ini, asing telah menjual portofolio sahamnya tak kurang US$ 46,7 juta. Di akhir Desember lalu, asing telah menarik dana hingga US$ 634 juta.

Di pasar kontrak satu bulan, one month non delivered forward, rupiah tercatat sudah terkulai lemas hingga 0,8 persen menjadi 12.864 per dolar AS.

BI sendiri mematok nilai tukar kontrak di level 12.732 atau naik dari kemarin di 12.658 per dolar AS. (Ism)

Beri Komentar