Malaysia Genjot Bisnis Makanan Halal

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 24 Februari 2015 13:31
Malaysia Genjot Bisnis Makanan Halal
Pendapatan pengusaha bakal bertambah dengan masuk bisnis yang berkembang ini.

Dream - Malaysia tak ingin posisisnya sebagai pusat ekonomi syariah tergeser. Pemerintah Negeri Jiran pun mendorong pengusaha pribumi untuk lebih aktif dalam memproduksi produk makanan halal.

Selain bisa memenuhi kebutuhan penduduk yang mayoritas muslim, Malaysia berharap industri makanan halal bisa meningkatkan perekonomian negara tersebut.

Muhamad Farid Saad, Ketua Komite Pengembangan Pengusaha Pribumi dan Koperasi Penang, mengatakan usaha kecil menengah (UKM) dapat membantu negara dengan jalan bantuan dari koperasi.

" Produk makanan halal tersebut juga dapat membantu meningkatkan pendapatan para pengusaha dan menyediakan pilihan yang lebih luas tentang produk halal kepada konsumen," kata Farid Saad seperti dikutip Astrowani.com, Selasa, 24 Februari 2015.

Bisnis makanan halal memang tengah menuju era kejayaannya. Laporan terbaru State of The Global Islamic Economy 2014-2015 menyebutkan bahwa bisnis makanan halal pada 2013 ditaksir bernilai US$ 1.292 miliar atau setara Rp 16.586 triliun.

Angka itu bakal berlari cepat.  Bisnis makanan dan minuman halal bakal terus menggemuk. Diperkirakan bakal melompat menjadi US$ 2,537 miliar pada 2019. Nilai itu setara dengan 21,2 persen dari pengeluaran penduduk dunia.  

Beri Komentar