Mengapa Asuransi Syariah RI Tak Sepesat Negara Non Muslim?

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 5 Maret 2015 17:01
Mengapa Asuransi Syariah RI Tak Sepesat Negara Non Muslim?
Menyandang status negara muslim terbanyak dunia, bisnis asuransi syariah justru tumbuh lebih lambat dibandingkan Singapura dan Inggris

Dream - Produk keuangan syariah, khususnya asuransi, tumbuh dengan baik di negara-negara ekonomi maju seperti Inggris dan Singapura. Mirisnya, fenomena ini justru tidak terjadi di Indonesia yang notabene negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

Takaful Agency Director, Dian Achtiana Hesti menjelaskan kondisi ini terjadi akibat perdebatan pada persoalan perbedaan pendapatan yang tinggi. Perdebatan tersebut memicu tidak adanya kesatuan pemahaman di antara muslim.

" Di Indonesia masalahnya banyak perdebatan. Kalau di Inggris atau Singapura kan satu pemahaman," ujar Dian saat berbincang dengan Dream.co.id di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2015.

Pelaku asuransi syariah memang tidak bisa memaksakan adanya persamaan pendapat terhadap industri ini. Alhasil, perusahaan mencoba memasarkan produk asuransi syariah tanpa harus memaksa konsumen.

" Kalau konsumen anti asuransi, ya kita tidak bisa memaksa," ungkap Dian.

Dia menambahkan, asuransi syariah sebenarnya memiliki potensi sangat besar untuk menyumbang perekonomian nasional. Tetapi, hal itu baru bisa terwujud jika adalah dukungan pemerintah dalam bentuk regulasi.

" Kalau pemerintah mau membuat regulasi, asuransi syariah bisa tumbuh. Tapi kita tidak bisa berharap terlalu banyak," terangnya.

Beri Komentar