Mengenang Ratu Elizabeth II, Kehidupan Ratu dalam Serial ‘The Crown’

Reporter : Edy Haryadi
Senin, 3 Oktober 2022 21:20
Mengenang Ratu Elizabeth II, Kehidupan Ratu dalam Serial ‘The Crown’
Anggota kerajaan paling eksis di budaya pop.

Dream – Tokoh Pemeran film James Bond 007, Daniel Craig, datang ke Istana Buckingham, London, suatu sore di tahun 2012. Ia lalu menapak anak tangga istana yang cukup banyak untuk bertemu Ratu Elizabeth II.

Seperti sudah ditunggu, ajudan Ratu lalu mempersilahkan tokoh James Bond 007 sang superhero Inggris itu untuk masuk ke ruang Ratu. Daniel Craig mendapati ratu tengah sibuk menulis. Ratu sepertinya lupa dengan janji yang dia buat bersama Daniel Craig karena kesibukannya yang padat.

Untuk mengingatkan Ratu tapi tetap sopan, Daniel pun berdeham. Tak lama Ratu Elizabeth II menghentikan kegiatan menulisnya di meja kerja. Ia hanya menatap pemeran James Bond 007 itu sepintas. Lalu dia pun berjalan keluar ruangan didampingi Daniel dan ajudan yang berjalan di belakangnya.

James Bond dan Ratu Elizabeth II© Cinemabland

(*James Bond dan Ratu Elizabeth II/Cinemabland)

Ratu dan Daniel akhirnya naik helikopter kerajaan berbendera Inggris. Helikopter pun terbang di atas kota London. Penduduk London segera mengelu-elukan Ratu ketika sadar Ratu tengah melintas. Termasuk juga patung Sir Winston Churcil.

Di atas Stadion London, ketika senja datang, helikopter itu behenti melayang. Lalu mendadak Ratu yang mengenakan baju dan rok berwarna merah jambu “ terjun payung” keluar dari helikopter. Saat tiba dengan selamat di dalam stadion, ia pun kemudian membuka Olimpiade London 2012 secara resmi.

Video tayangan Ratu Elizabeth II terjun payung untuk membuka Olimpiade London 2012 pun langsung viral. Hingga kemarin, tayangan video adegan itu di Youtube itu sudah ditonton 63 juta orang.

Memang, tidak ada anggota keluarga kerajaan yang eksis dalam budaya pop dengan perpaduan sukses antara kebaruan, patriotisme, dan ejekan diri yang menyenangkan seperti Ratu Elizabeth II.

Dia secara resmi meluncurkan upacara pembukaan Olimpiade London 2012 dengan " terjun payung" dari helikopter dengan James Bond Daniel Craig saat musik tema 007 dimainkan.

Sepuluh tahun kemudian, Platinum Jubilee-nya melihatnya minum teh dengan ikon Inggris lainnya, Paddington Bear, di mana dia mengejutkan dan menyenangkan penonton dengan mengeluarkan sandwich selai jeruk dari dompetnya.

Tapi penggambaran fiksi Ratu di layar film bisa dibilang memainkan peran terbesar dalam membentuk pandangan publik tentang dirinya, termasuk serial film “ The Crown” dari Netflix. Acara ini telah memenangkan 21  Emmy Award dan dinominasikan untuk lusinan penghargaan lainnya.

Pembuatan film “ The Crown” musim ke-6 mendatang dihentikan sementara sebagai " tanda penghormatan" atas kematian Ratu Elizabeth II tanggal 8 September 2022 lalu. Serial Netflix ini  telah menangkap imajinasi dan memanfaatkan rasa lapar kolektif kita untuk mengintip kehidupaqn di balik tirai keluarga kerajaan Inggris.

Baru-baru ini, “ The Crown” telah melihat kebangkitan angka penayangan dengan peningkatan 600 persen dalam penayangan di Amerika dalam empat hari pertama setelah kematian Ratu, dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Serial ini sekarang berada di 10 serial teratas yang paling banyak ditonton di Netflix secara global dengan minat baru pada Ratu yang paling lama memerintah Inggris setelah kematiannya.

***

Serial “ The Crown” di Netflix berangkat dari buku “ The Queen” terbitan tahun 2006 yang ditulis oleh Peter Morgan dan disutradarai oleh Stephen Frears.

Kisah serial itu seperti membawa penonton ke balik tembok istana untuk menampilkan sisi Ratu yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya.

Giselle Bastin, seorang profesor bahasa Inggris di Universitas Flinders, mengatakan sebelum The Crown, penggambaran Ratu Elizabeth II awalnya terbatas pada " peran kecil dalam film biografi beranggaran rendah tentang bangsawan lain, terutama produksi TV yang dibuat untuk Charles dan Diana, dan Andrew dan Fergie" .

" Baru pada awal pertengahan abad ke-20, kantor Lord Chamberlain melonggarkan aturan tentang raja yang masih hidup diizinkan untuk digambarkan di layar atau panggung," katanya.

Satu dekade setelah peluncuran buku itu dan kesepakatan Netflix senilai U$ 169 juta atau Rp 2,5 triliun kemudian, Peter Morgan kembali terlibat dalam pembuatan film serial kisah Ratu Elizabeth dalam kisah “ The Crown.”

Drama sejarah ini membuat genre film biografi kerajaan lebih mudah diakses dengan tersedia untuk layanan streaming, dengan jutaan orang dapat menonton kisah hidup Ratu yang diceritakan tidak seperti sebelumnya.

Dua musim pertama The Crown mengeksplorasi tahun-tahun awal pemerintahan Ratu Elizabeth II, dengan artis Claire Foy memainkan " Lilibet" berwajah segar saat ia berurusan dengan aksesinya yang tiba-tiba ke takhta pada usia hanya 25 tahun.

Sama seperti buku The Queen, The Crown telah sukses dalam jumlah penonton, dengan 76 juta rumah tangga menonton serial ini di Netflix sejak dimulai pada 2016, menurut data Netflix yang dirilis pada 2020.

Di musim ketiga dan keempat The Crown, Olivia Colman memerankan Elizabeth yang lebih tua yang bergulat dengan usia paruh baya, menjadi ibu, dan tekanan tugas.

The Crown terus meraih kesuksesan di setiap musimnya, dengan 21 juta rumah menonton musim ketiga di bulan pertama – meningkat 40 persen dari musim sebelumnya, ungkap data Netflix.

Popularitasnya menjadi pertanda baik bagi keluarga kerajaan, terutama di kalangan penonton muda.

Bagaimana pun Peter Morgan, Netflix, dan The Crown membawa kita lebih dekat untuk memahami Ratu Elizabeth II yang sebenarnya

***

Pada episode pertama, digambarkan bagaimana ayah Ratu Elizabath II, Raja George VI, mengalami batuk darah. Ia memang perokok berat. Karena batuknya, dia dioperasi oleh dokter kerajaan. Satu parunya diangkat satu.

Tapi Raja George VI masih terus merokok. Karena dia menggangap kondisinya sudah lebih baik. Baru belakang dia tahu ketika dia mendesak dokter setelah mengalami batuk darah kembali usai operasi, apa sebenarnya penyakitnya. Barulah diberitahu dokter istana bahwa ada tumor ganas di paru-parunya. Waktunya tidak lama lagi.

Putri Elibaeth dengan ayahnya Raja Geroge VI© BBC

(Putri Elizabet, Margaret adiknya, ayahnya Raja Geroge VI dan permaisuri/BBC)


Akhirnya Raja George VI meninggal. Saat itu Putri Elizabeth II dan suaminya Pangeran Philip tengah berkunjung ke luar negeri untuk menggantikan ayahnya yang tidak sehat. Ia tengah berada di Kenya dalam rangka tur kerajaan.

Dan Putri Elizabeth yang masih berumur 25 tahun kemudian terpaksa menggantikan ayahnya sebagai Ratu Inggris. Dengan pengelamanan yang minim, dia dibimbing oleh Perdana Menteri Inggris Winston Churchil termasuk saat penobatannya.

Di episode ini juga dikisahkan soal kerumitan percintaan adik Ratu Elizabeth II, Putri Margaret. Diam-diam Putri Margaret menjalin hubungan cinta dengan Peter Townsed, ajudan Raja George IV.

Ratu Elizabeth awalnya mendukung. Tapi belakangan dia diberitahu oleh pihak kerajaan dia tak bisa memberi restu. Karena Peter adalah seorang duda cerai yang istrinya belum meninggal dunia. Sehingga tak bisa menikah dengan Margaret kecuali Margaret sudah berusia 21 tahun atau sudah dewasa. Maka Peter pun dikirim ke Brussel, untuk meredakan pemberitaan media yang ketika itu heboh membicarakan hubungan itu.

Di akhir episode pertama, digambarkqan Peter dan Margaret akhirnya bertemu kembali setelah satu tahun hidup terpisah. Tapi ternyata ada kendala lain. Sebagai Ratu dan pimpinan Gereja Inggris, Ratu tidak boleh mengizinkan Margaert menikah dengan duda cerai hidup macam Peter Townsed. Akhirnya Ratu mengalami dilema. Sebagai kakak dia mendukung pernikahan adiknya, tetapi sebagai pimpinan Gereja Inggris dia tak boleh mengizinkan pernikahan itu.

Jika Margaret ngotot menikah, Margaret harus melepas semua atribut dan hak-hak istimewanya sebagai puteri kerajaan termasuk tunjangan hidupnya. Dia akan menjadi orang biasa seperti pamannya, Raja Edward VIII, yang memutuskan mundur sebagai raja dan memberi kekuasaan pada adiknya Raja Geroge IV karena menikah seorang janda cerai yang juga dilarang oleh gereja. Akhirnya Margaret memutus kisah citanya dengan Peter Townsed.

Pada episode musim kedua, ada kisah yang menarik diangkat. Di antaranya ketegangan hubungan antara Ratu dengan suaminya, Pangeran Philip. Ketegangan ini dipicu karena ketidaknyamanan Pangeran Philip dengan posisinya sebagai orang kedua dari orang paling berkuasa di Inggris.

Musim dua episode lima juga berfokus pada penulis John Grigg, lebih dikenal sebagai Lord Altrincham. Di dalamnya, dia mengkritik pidato Ratu di sebuah pabrik mobil dan menyebut bangsawan tidak biasa berhubungan dengan rakyat biasa dan istana Ratu terlalu kelas atas. Pasangan itu kemudian bertemu di mana Altrincham meyakinkan Ratu untuk menyiarkan pesan Natal di televisi. Komentar Altrincham ini benar-benar terjadi.

Sesi musim kedua juga menunjukkan Ratu berselisih dengan Jackie Kennedy yang glamor ketika dia dan suaminya, Presiden Kennedy, berkunjung ke Inggris pada tahun 1961. Ini gara-gara Jackie Kennedy mengecam Ratu dan Istana Buckhingham di sebuah pesta. Ratu tahu dan dia murka. Ia pun memutuskan melakukan aksi diplomatik ke negara di Afrika yang ingin membebaskan diri dari negara persemakmuran. Aksi menari Ratu dengan pimpinan negara itu berhasil membatlakn negara itu mereka. Ini membuat Jackie Kennedy mengakui keunggulan Ratu. Namun saat Presiden Kennnedy ditembak, Ratu mengirim surat ke Jackie Kennedy sebagai ungkapan bela sungkawa.

Di episode terakhir musim kedua ini juga menunjukkan bagaimana Pangeran Philip bersikeras pada pendidikan anaknya, Pangeran Chales, dengan memasukkanya di Gordonstoun, Skotalndia, bekas almamater Pangeran Philip. Sekolah yang memadukan pendidikan otak dan pendidikan jasmani ternyata lebih banyak menyiksa Charles. Ratu yang keberatan tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka sudah sepakat untuk pendidikan anak-anak ada di tangan Pangeran Philip, bukan di tangan Ratu.

***

Musim ke dua  mendapat kritik keras karena ketidakakuratannya, dan  The Wall Street Journal menyerukan agar film dan televisi tidak mengarahkan pemirsa untuk membuat asumsi yang salah.

Namun ada banyak kemajuan signifikan dalam pelaporan media selama musim  berikutnya. Akibatnya, musim ketiga  The Crown lebih banyak menyumbang kebenaran. Tapi banyak peristiwa yang ditampilkan dalam urutan historis yang tidak akurat sehingga pertunjukan dapat mengembangkan hubungan kunci.

Pangeran Charles dan Camilla Parker  tidak aktif romantis selama masa hidup Pangeran Edward, Elizabeth dan Phillip benar-benar mengunjungi Aberfan bersama, dan keterasingan Phillip dari ibunya sangat didramatisasi.

Ada juga beberapa peristiwa besar yang dihilangkan, seperti pernikahan Putri Anne dengan Kapten Mark Phillips pada 1973 dan terungkapnya Anthony Blunt sebagai mata-mata Rusia pada 1979. Serial tersebut juga menghadirkan versi karikatur Presiden AS Lyndon Johnson yang terlihat secara terbuka menghina keluarga Kennedy dan menggoda Putri Margaret.

Musim keempat terlihat sangat mendukung Putri Diana. Sekretaris budaya Keluarga Kerajaan Oliver Dowden bahkan meminta agar Netflix memberikan " peringatan fiksi" pada serial tersebut. Keluarga

Kerajaan digambarkan menutupi keberadaan saudara perempuan Bowes-Lyon, dan Margaret digambarkan memiliki hubungan intim dengan Derek Jennings, sementara Margaret Thatcher sempat memohon kepada Ratu untuk membubarkan parlemen. Tidak ada bukti untuk mendukung semua ini.

Dalam kehidupan nyata, Pangeran Charles dan Camilla Parker sebenarnya harus menonaktifkan akun media sosial mereka karena penggambaran mereka yang sangat negatif di musim empat The Crown.

Tersirat dalam seri itu bahwa Charles dan Camilla terus bertemu satu sama lain selama pernikahan Charles dengan Diana, tetapi mereka melakukannya tidak melanjutkan hubungan mereka sampai setelah pernikahan Charles kandas.

Di Netflix musim terakhir episode The Crown hanya sampai musim keempat. Sementara musim kelima akan ditayangkan Netflix pada  9 November 2022.

Kabarnya, Istana Buckingham telah bergerak untuk melindungi reputasi Raja Charles menjelang seri baru The Crown. Musim kelima dari drama kerajaan ini akan fokus pada kehancuran pernikahan Charles dengan Putri Diana, dan diumumkan pada hari Sabtu bahwa itu akan keluar pada bulan November ketika sebuah trailer dramatis dirilis.

Pemeran Pangeran Chales dan Lady Dy di Netflix© Washingotn Post

(Pemeran Pangeran Chales dan Lady Dy di Netflix/Washington Post)

Sebuah sumber senior kerajaan bersikeras pada hari Minggu bahwa The Crown adalah " sebuah drama bukan dokumenter" yang menandai penolakan pertama dari Istana terhadap pertunjukan kontroversial tersebut.

Sementara itu, seorang teman Raja Charles III mengecam The Crown sebagai " eksploitatif" dan mengklaim Netflix " tidak akan ragu untuk merusak reputasi orang" - bahkan mendiang Ratu.

Sumber itu mengatakan kepada Telegraph: " Yang dilupakan orang adalah bahwa ada manusia nyata dan kehidupan nyata di jantung ini."

Sumber lain menyarankan Charles dan Camilla menjalankan peran kerajaan baru mereka akan melawan penggambaran dalam drama kerajaan.

Itu terjadi ketika jajak pendapat menunjukkan popularitas mereka telah melonjak sejak menjadi Raja dan Permaisuri.

Orang dalam itu berkata: “ Anda akan melihat Raja dan Permaisuri dalam kegiatan negara di Inggris dan luar negeri dan orang-orang akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk membandingkan orang-orang nyata dengan fiksi yang mereka lihat di The Crown.

“ Di masa lalu mereka tidak mendapatkan begitu banyak liputan, jadi dalam hal itu lebih sulit bagi orang untuk dapat membandingkan dan membedakan drama dengan kenyataan.”

Itu terjadi setelah Netflix mengumumkan bahwa seri kelima akan diluncurkan pada 9 November.

Serial ini sebelumnya telah memicu kontroversi dengan seruan agar ditambahkan ke awal episode untuk memperjelas bahwa itu adalah karya fiksi.

Itu terjadi ketika penulis kerajaan Robert Jobson menanggapi tanggal peluncuran musim baru dengan menyerukan Pangeran Harry dan Meghan Markle untuk memutuskan hubungan dengan Netflix.

Duke dan Duchess of Sussex itu telah menandatangani kesepakatan mereka dengan raksasa streaming itu setelah berhenti sebagai bangsawan yang bekerja untuk kehidupan baru di AS pada tahun 2020.

Jobson berkata: " Bagaimana Harry dan Meghan dapat melanjutkan kesepakatan Netflix ini?

" Ada banyak yang percaya fiksi ini adalah fakta. Ini akan menyebabkan kerusakan yang tak terhitung pada Permaisuri Raja dan Ratu kita di seluruh dunia pada awal masa pemerintahannya.

" Apakah Harry dan Meghan benar-benar sekeras itu? Datanglah untuk  menunjukkan kesetiaan kepada negaramu."

***

Namun tidak semua anggota kerajaan Inggris menentang serial “ The Crown” di Netlix. Bahkan, Ratu Elizabeth II diam-diam juga suka menontonnya,

Selama wawancara Meghan Markle dan Pangeran Harry dengan Oprah, mereka berbicara tentang sejumlah hal mengecewakan yang terjadi selama mereka bekerja sebagai bangsawan senior, termasuk percakapan istana yang rasis, Kate Middleton yang membuat Meghan menangis, dan kurangnya dukungan kesehatan mental. Untuk menambahkan beberapa kesembronoan pada wawancara yang mengejutkan, mereka juga memilih untuk menyebutkan bahwa mereka memang telah melihat The Crown.

" Saya sudah menonton sebagian," kata Harry, dengan Meghan juga menambahkan, " Saya sudah menonton sebagian."

Harry sebelumnya menyebutkan serial Netflix selama wawancaranya dengan James Corden di The Late Late Show With James Corden pada Februari 2021. “ Mereka tidak berpura-pura menjadi berita. Ini fiksi," katanya. " Tapi itu secara longgar didasarkan pada kebenaran."

" Ini memberi Anda gambaran kasar tentang apa gaya hidup itu, apa tekanan menempatkan tugas dan pelayanan di atas keluarga dan segala sesuatu yang lain, apa yang bisa datang dari itu," tambah Harry. “ Saya jauh lebih nyaman dengan The Crown daripada melihat cerita yang ditulis tentang keluarga saya atau istri saya atau diri saya sendiri.”

Menurut majalah Halo!, Putri Eugenie —alias cucu perempuan Ratu—mengatakan bahwa dia telah menonton “ beberapa episode” dan terpikat. " Ini difilmkan dengan indah," katanya. “ Musiknya indah, ceritanya indah. Anda merasa sangat bangga menontonnya. Saya tidak bisa berbicara untuk semua orang, tetapi itulah yang saya rasakan ketika saya menontonnya.”

Ya, ibu Eugenie, Sarah Ferguson, istri Pangeran Andrew,  adik Pangeran Charles,  juga melahap musim terbaru The Crown seperti kita semua manusia biasa. Dalam sebuah wawancara dengan Us Weekly, dia berkata, “ Saya pikir itu difilmkan dengan indah.
Sinematografinya sangat bagus. Saya menyukai cara mereka menggelar pernikahan saya [dengan Pangeran Andrew] juga.”

Ratu juga ternyata menyukainya. Atau setidaknya dia dulu. Sepotong info ini datang dari Vanessa Kirby, yang memerankan Putri Margaret di musim 1 dan 2. Berbicara kepada Vanity Fair, Vanessa mengatakan seorang temannya ada di sebuah pesta dan mendengar Putri Eugenie mengonfirmasi bahwa " neneknya" adalah seorang penggemar.

“ Seorang teman saya berada di sebuah pesta dan tidak mengenal siapa pun, jadi dia menyelinap ke grup yang berbicara tentang The Crown, ketika seseorang berkata, 'Nah, nenek saya menontonnya dan sangat menyukainya,'” ungkap Vanessa . “ Perlahan-lahan dia sadar bahwa gadis itu adalah Eugenie dan neneknya adalah Ratu.”

Putra Ratu Elizabeth II, Pangeran Edward, rupanya adalah orang yang membuat ibunya terpikat pada The Crown, setidaknya menurut ~sumber~. " Sudah menjadi kesepakatan lama bahwa dia dan istrinya berkendara ke Windsor pada akhir pekan untuk bergabung dengan Ratu untuk makan malam informal sambil menonton TV atau film," kata sumber tersebut kepada Daily Express. “ Mereka memiliki akun Netflix dan mendesak Ratu untuk menontonnya bersama mereka. Untungnya, dia sangat menyukainya, meskipun jelas, ada beberapa penggambaran peristiwa yang dia anggap terlalu didramatisasi.”

Seorang punggawa senior mengatakan kepada Express.co.uk bahwa adegan tentang waktu Pangeran Charles di sekolah —dan ketidakpekaan Pangeran Philip terhadapnya— selama musim kedua The Crown merupakan pertunjukan yang tidak cocok bagi Ratu Elizabeth II, tetapi dia mengerti tidak ada yang bisa dia lakukan untuk itu. .

" Sang Ratu menyadari bahwa banyak orang yang menonton The Crown menganggapnya sebagai gambaran akurat tentang keluarga kerajaan dan dia tidak dapat mengubah itu," kata punggawa itu. “ Tetapi saya dapat menyampaikan bahwa dia kesal dengan cara Pangeran Philip digambarkan sebagai ayah yang tidak peka terhadap kesejahteraan putranya. Dia sangat kesal pada adegan di mana Philip tidak memiliki simpati untuk Charles yang jelas-jelas kesal saat dia menerbangkannya pulang dari Skotlandia. Itu tidak terjadi begitu saja.”

Olivia Colman, yang memerankan Ratu Elizabeth di musim 3, bertemu Pangeran William di resepsi Istana Buckingham dan mereka melakukan percakapan canggung tentang pertunjukan itu. " Dia bertanya apa yang saya lakukan saat ini sebelum dia dengan cepat menambahkan, 'Sebenarnya, saya tahu apa yang Anda lakukan,'" kata Olivia di The Graham Norton Show. “ Saya sangat bersemangat dan bertanya, ‘Sudahkah Anda menontonnya?’ Jawabannya tegas tidak. Pangeran William keberatan karena dia merasa film itu mengekpolitasi hubungan ayahnya dan mendiang ibunya, Putri Diana.

Sedangkan Menteri Skotlandia Anas Sarwar bertemu Pangeran Charles pada pembukaan Parlemen Skotlandia pada Oktober 2021 dan mengatakan bahwa Charles memperkenalkan dirinya dengan mengklaim bahwa dia tidak seperti yang ditunjukkan oleh pertunjukan itu.

Menurut Sarwar, Charles berkata, ‘Halo, senang bertemu dengan Anda semua. Saya tidak berada di dekat bagaimana mereka menggambarkan saya di Netflix.’ Ia pikir itu sebagai cara yang sangat menarik tentang bagaimana Pangeran Charles menggambarkan dirinya sendiri.

Terlepas dari kontroversinya, serial The Crown faktanya telah membuka tabir kehidupan Ratu dan keluarganya di Istana. Film ini membuat publik memahami sisi manusiawi penghuninya. Termasuk juga hubungan Raja Charles III dan Permaisuri Camilla. Tak heran Raja Charles III gerah dengan rencana penayangan musim kelima The Crown tanggal 9 November nanti di Netflix. (eha)

Sumber: Netflix, Youtube, ABC News, Express, Cosmopolitan, Marie Claire,

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More