Minim Sentimen Lokal, Indeks Syariah Dibuka Menguat

Reporter : Syahid Latif
Senin, 9 Juni 2014 10:29
Minim Sentimen Lokal, Indeks Syariah Dibuka Menguat
Bursa saham Indonesia mengawali perdagangan awal pekan dengan bergerak di zona positif. Namun tekanan aksi jual pelaku pasar dan minimnya sentimen dalam negeri membuat indeks masuk zona merah.

Dream - Gerak positif indeks bursa saham Indonesia di awal perdagangan tak mampu dipertahankan pelaku pasar. Perdagangan saham di awal pekan ini memang bergantung pada sentimen regional dan aksi pemodal asing.

Pada pembukaan perdagangan saham Senin, 9 Juni 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 8,41 poin (0,17%) ke level 4.945,58. Sayangnya, satu jam perdagangan, indeks justru melorot ke zona merah.

Hingga perdagangan pukul 9.54 WIB, IHSG terperosok ke zona negatif dengan koreksi 5,49 poin (0,11%) ke level 4.931,68.

Kondisi yang sama dialami dua indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang dibuka menguat dan menyentuh lebel tertinggi 153,23, justru melorot 0,27 poin (0,17%) ke level 162,56.

Hal serupa dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Indonesia (JII) yang melorot 1,3 poin (0,2%) ke level 665,09.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo mengatakan indeks gerak indeks pekan kedua Juni ini masih belum mendapatkan tenaga dari sentimen dalam negeri.

" Semua masih tergantung dari sentimen regional dan aliran dana asing yang pada hari Kamis dan Jumat kemarin, lebih cenderung dalam posisi net sell," katanya.

Dia memperkirakan, indeks bursa saham hari ini bakal bergerak bervariasi. Suport di kisaran gap 4913 - 4926 tetap menjadi suport yang kuat. Disisi lain, level 4950 tetap menjadi resisten yang kuat.

" Penutupan diatas 4950 bakal membuka potensi kenaikan hingga kisaran 5150-5200," ujar Satrio. (Ism)

Beri Komentar