MUDAPRO! Berdiri di Hari Sumpah Pemuda, 2 Skill Ini Harus Dimiliki Profesional Muda

Reporter : Editor Dream.co.id
Senin, 31 Oktober 2022 16:47
MUDAPRO! Berdiri di Hari Sumpah Pemuda, 2 Skill Ini Harus Dimiliki Profesional Muda
Profesional muda dari dunai swasta dan BUMN menginisiasi pembentukan MUDAPRO! dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda yang ke-94.

Dream - Kalangan profesional muda dari swasta dan BUMN punya cara berbeda memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2022 lalu. Terpisah waktu 94 tahun, anak muda masa kini memaknai hari bersejarah tersebut dengan menginisiasi pembentukan MUDAPRO!.

MUDAPRO! adalah inisiatif yang didorong generasi muda profesional untuk melatih dan mempersiapkan kapasitas kepemimpinannya dengan baik. Inisiatif ini juga membentuk etos kerja dan mental kolaborasi dalam aktivitas di perusahaan untuk kepentingan bangsa dan negara.

" Sangat penting bagi para profesional muda untuk bergerak secara berjamaah menuju Indonesia Maju. Tenaga muda profesional juga perlu mempersiapkan diri untuk menjawab tantangan dan menyambut berbagai kesempatan yang ada depan mata. Untuk itulah inisiasi MUDAPRO! Dibentuk," kata Arief Rosyid saat merayakan Hari Sumpah Pemuda di M Bloc Space, Jakarta baru-baru ini.

Menurut Arief, pembentukan MUDAPRO! menjadi ajang reuni sekaligus silaturahmi lintar generasi untuk saling berbagi pengalaman. Hal yang tak kalah penting adalah menyoroti kiprah para pemimpin muda jebolan organisasi intran dan ekstra kampus.

1 dari 1 halaman

Profesional muda dari swasta dan BUMN menginisiasi pembentukan MUDAPRO!© istimewa

Arief menilai kalangan pemuda yang pernah berorganisasi cenderung lebih mudah beradaptasi dan memiliki jiwa kepemimpinan. Dalam melaksanakan kewajibannya, para pemuda ini dituntut untuk menyelesaikan masalah dan tumbuh sebagai pemimpin organik di kelompoknya masing-masing.

Hal penting lain yang harus dimiliki generasi muda adalah pengembangan soft skill yang akan berguna dalam kehidupan profesional di dunia kerjanya. Pekerjaan rumah lain yang harus dibenahi adalah pengembangan etos kerja dari para aktivitas yang berkiprah di lingkungan korporasi.

Dia meyakini para aktivis profesional ini mampu menjadi pilar penggerak perusahaan di masa depan.

" Saya melihat ada kecenderungan dari para mantan aktivis untuk menyembunyikan identitasnya di lingkungan profesional. Kita harus lebih percaya diri dan berani, selama gak ada intensi pribadi dan niat kita berjuang untuk kepentingan yang lebih besar bagi bangsa dan negara” ujar Arief.

Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) 2013-2015 mengakui pengalamannya berorganisasi justru memudahkannya dalam mengajak rekan-rekan lain untuk bergerak berjamaah dalam memajukan Indonesia.

Tak lupa Arief berpesan kepada para aktivis profesional muda ini untuk terus berkembang dan meningkatkan kapasitas diri agar selalu siap melanjutkan estafet kepemimpinan di masa yang akan datang. Dia tak lupa menyampaikan resep jitu tentang pentingnya silaturahmi ke tiga generasi, yakni senior, teman seangkatan, dan junior.(Sah)

Beri Komentar