CONNECT WITH US!

Tokoh Time (3): Muhammadu Buhari, Harapan Baru Nigeria

Reporter : Ramdania | Senin, 4 Mei 2015 20:33
Ilustrasi (huffingtonpost.com)
Aksi teror Boko Haram dan korupsi meluluhlantakkan negeri. Nigeria nyaris jadi negara gagal.

Dream - Perempuan dan anak-anak itu duduk berjongkok sambil berdiam diri. Wajah mereka kuyu.  Mereka terlihat dikumpulkan di sebuah bangunan. Di sekitarnya, tentara berdiri siaga. Para tentara yang berjaga terlihat dalam keadaan siap dengan laras senjata terhunus.

Mata perempuan dan anak-anak itu memancarkan kengerian tak terperi. Perempuan dan anak-anak itu adalah rombongan dari 234 orang yang baru saja dibebaskan tentara Nigeria dari penculikan organisasi teroris Boko Haram, Rabu 30 April 2015 lalu.

Mereka dibebaskan setelah sempat terjadi kontak senjata antara tentara Nigeria dan gerombolan Boko Haram di hutan Sambisa –markas gerombolan Boko Haram— di barat laut negara itu.

Walau mata mereka memancarkan ketakutan, foto yang dilansir tentara Nigeria itu seperti dimuat BBC News, memperlihatkan para korban penculikan itu selamat. Belum didapat kejelasan, apakah di antara mereka adalah 200 pelajar putri di Chibook yang diculik Boko Haram sejak April 2014 tahun lalu.

Inilah insiden pembebasan sandera terbaru di Nigeria.

Negara Nigeria, barangkali merupakan salah satu negara di Afrika yang memiliki konflik yang kompleks. Mulai dari permasalahan korupsi yang telah mendarah daging, hingga munculnya organisasi militan dan teroris yang mengatasnamakan agama Islam, Boko Haram.

Nigeria merupakan salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia, bersama dengan Arab Saudi dan negara Uni Emirat Arab. Sayangnya, nasib Nigeria bertolak belakang dengan nasib kebanyakan negara penghasil minyak lainnya.

Nigeria tergolong negara miskin di Afrika. Banyak bandar narkotika berasal dari negara ini. Apa yang menyebabkannya? Tidak lain adalah karena penyakit masyarakat yang merupakan warisan penjajah, yaitu korupsi.

Proyek pertambangan milik Nigeria sebetulnya dapat mendongkrak pendapatan negara secara keseluruhan. Namun, kebanyakan hasil tambang ini digelapkan pemerintah terkait yang masih menganut budaya korupsi. Sehingga Nigeria lebih terkenal dengan sebutan negara kaya minyak yang miskin.

Belum lagi masalah organisasi teroris Boko Haram yang mulai aktif tahun 2002. Organisasi yang didirikan oleh Mohammed Yusuf memiliki tujuan mendirikan negara Islam " murni" berdasarkan hukum syariah dan menghentikan hal-hal yang dianggap sebagai " Westernisasi" . Mereka kerap menculik pelajar puteri hanya karena mereka bersekolah.

Kelompok ini dikenal karena menyerang orang Kristen dan pemerintah, mengebom gereja, menyerang sekolah dan pos polisi, menculik turis barat, dan juga membunuh anggota lembaga Islam. Kekerasan yang terkait dengan Boko Haram telah mengakibatkan tewasnya 10.000 orang antara tahun 2002 hingga 2013.

Begitu peliknya masalah yang dihadapi Nigeria. Masalah yang sepertinya tidak memiliki jalan keluar. Ia nyaris disebut negara gagal. Namun, muncullah sosok Muhammadu Buhari, pemimpin oposisi yang terpilih sebagai Presiden Nigeria pada pemilu April 2015 lalu.

Kepala Biro Time untuk Afrika, Aryn Baker menilai sosok Muhammad Buhari mampu mencetak sejarah pada Maret tahun ini sebagai kandidat pertama yang menggulingkan Presiden Nigeria melalui pemilihan umum. Sekarang, dia harus memenuhi harapan pemilih. Dari memerangi pemberontakan Boko Haram, hingga mengatasi 'penyakit endemik' korupsi. Dia memiliki banyak tantangan ke depan karena harus memimpin bangsa yang terbelah karena ketegangan etnis dan agama.

" Kita harus mulai menyembuhkan luka dan bekerja menuju masa depan yang lebih baik," kata Muhammad Buhari dalam pidato kemenangannya pada 1 April 2015 lalu.

" Kami melakukan ini dengan mengulurkan tangan persahabatan dan konsiliasi seluruh perpecahan politik," ujarnya.

Pidato tersebut merupakan awal yang menjanjikan untuk Presiden yang mendapatkan 'hadiah' warisan bersejarah tersebut. Inilah yang membuat lelaki 72 tahun itu masuk dalam daftar “ 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia” versi Majalah Time terbaru untuk kategori Kepala Negara. Dia adalah satu dari tiga pemimpin muslim yang ada di daftar majalah bergengsi itu.

***

Muhammadu Buhari dilahirkan di Daura, pada 17 Desember 1942. Ia adalah anak ke-23 dari pasangan Adamu dan Zulaihat. Sejak umur 3 tahun, ia dibesarkan sendiri oleh ibunya karena ayahnya meninggal.

Pada tahun 1961, ia bergabung dengan Angkatan Darat Nigeria, dan mengikuti pelatihan di the Nigerian Military Training College (sejak 1964 berubah nama menjadi the Nigerian Defence Academy) di Kaduna dari tahun 1962 - 1963.

Pada saat berpangkat kolonel, ia juga sempat belajar di the US Army War College di Carlisle, Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia juga mendapat S2 di bidang Strategic Studies.

Pada 31 Desember 1983, saat berpangkat Mayor Jenderal, ia menjadi salah satu pemimpin militer, pengambil alih kekuasaan dari President Shehu Shagari. Selanjutnya ia ditunjuk sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata Nigeria. Pada 1984-1985, ia menjadi penguasa militer Nigeria.

Nama besarnya di dunia militer rupanya menjadi bumerang bagi dirinya. Dia dituduh memerintah dengan tangan besi selama menjadi Kepala Negara. Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengecam Buhari karena membungkam perbedaan pendapat. Banyak mantan menteri pemerintahan yang demokratis dan wartawan ditahan tanpa proses pengadilan. Inilah yang membuatnya kalah dalam 3 kali pemilu presiden yang dia ikuti.

Keberhasilan Buhari untuk memenangkan pemilihan Presiden pada April 2015 lalu bukanlah tanpa perjuangan. Sebagai seorang muslim, dia dituduh pula memiliki agenda Islam radikal. Banyak muslim utara mendukung Buhari, sementara orang-orang Kristen cenderung memilih Jonathan. Beberapa orang menuduh bahwa jika terpilih, Buhari akan memberlakukan hukum Islam di seluruh negeri.

Melalui kampanye yang menjanjikan pemberantasan korupsi pemerintah, dia dari pihak oposisi berhasil menggulingkan calon inkumben dengan cara demokratis. Ia menang dengan perolehan 15,4 juta suara mengungguli lawannya Goodluck Jonathan yang memperoleh 12,9 juta suara.

Ini adalah klimaks perjuangan Buhari. Sebelumnya dia pernah mengikuti pemilihan presiden Nigeria tahun 2003, 2007 dan 2011. Namun dia selalu gagal. Baru tahun ini dia berhasil memperoleh kepercayaan rakyat Nigeria.


***

Dan kini, dia memiliki banyak sekali pekerjaan rumah yang sudah tertunda berpuluh-puluh tahun untuk segera dikerjakan. Pada masa awal pemerintahannya, Buhari sudah dihadang persoalan baru dalam memperbaiki ekonomi negara. Masalah itu datang dari penurunan harga minyak.

Beberapa waktu lalu, dia mengakui adanya penurunan pendapatan karena penurunan harga minyak. Hal ini menjadi ancaman besar dalam pelaksanaan agenda pembangunannya, seperti untuk rekonstruksi daerah yang hancur karena pemberontakan.

Menurut Buhari, tantangan terbesar adalah ketidakamanan umum dan pemberontakan yang telah menyebabkan penderitaan manusia dan kehancuran kehidupan. Banyak orang kehilangan mata pencaharian. Butuh waktu sekitar satu dekade untuk membangun kembali di beberapa wilayah Nigeria.

Ancaman besar lainnya adalah kehancuran dan kerusakan lingkungan, dan tentunya korupsi. Menurut Buhari, korupsi yang sudah menjadi warisan turun-temurun ini melumpuhkan pembangunan manusia dan infrstruktur.

Meski menghasilkan minyak tetapi negara masih miskin pasokan listrik. Hal ini memiliki efek pelumpuhan pengembangan usaha kecil dan peningkatan ekonomi secara luas.

" Deindustrialisasi selama tiga dekade terakhir menyebabkan penutupan banyak industri dan migrasi dari banyak negara Afrika lainnya. Tingkat pengangguran angkatan muda mencapai lebih dari 40%," paparnya.

Untuk itu, Buhari sangat mengharapkan dukungan seluruh masyarakat Nigeria untuk memberantas korupsi. Dia juga meminta parlemen untuk bermitra dengan pemerintah guna menciptakan suatu kebijakan yang tepat terhadap tindak kejahatan korupsi ini. Selain itu, dia juga menekankan terhadap fungsi legislatif agar kebijakan tersebut dapat diimplementasikan secara efektif dan transparan.

" Misi saya untuk membawa integritas dalam pemerintahan yang dilengkapi dengan budaya yang kuat dan pengawasan yang transparan. Ini akan berhasil mengurangi korupsi," tegasnya.

Nigeria memang nyaris menjadi negara gagal. Dan, dengan sikapnya yang keras terhadap organisasi teroris Boko Haram, dan pandangan tak kompromi terhadap korupsi, Muhammadu Bukhari, telah menumbuhkan harapan baru di Negeria. Dialah barangkali harapan baru bagi Nigeria agar terhindar dari negara gagal…. (eh)

Ashanty Keguguran - Pernikahan Mantan Yuni Shara