Sah! Beli Motor dan Mobil Bebas Uang Muka Berlaku Bulan Depan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 18 Februari 2021 19:12
Sah! Beli Motor dan Mobil Bebas Uang Muka Berlaku Bulan Depan
Bagaimana dengan pembelian rumah?

Dream – Bank Indonesia (BI) resmi melonggarkan ketentuan uang muka hingga 0 persen untuk pembelian kendaraan bermotor baik roda dua dan roda empat ke atas. Aturan ini berlaku selama 1 Maret-31 Desember 2021.

“ Melonggarkan ketentuan Uang Muka Kredit/Pembiayaan Kendaraan Bermotor menjadi paling sedikit 0% untuk semua jenis kendaraaan bermotor baru,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, dikutip dari keterangan tertulis BI dari laman laman bi.go.id, Kamis 18 Februari 2021.

Keputusan ini, lanjut Erwin, dibuat untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor otomotif. BI juga memastikan keputusan itu sudah memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.

Erwin melanjutkan, BI melonggarkan ketentuan loan to value/financing to value menjadi paling tinggi 100 persen. Kelonggaran ini berlaku untuk semua jenis properti, yaitu rumah tapak, rumah susun, rumah toko, dan rumah kantor.

Ketentuan itu berlaku bagi bank yang memenuhi kriteria NPL/NPF tertentu. Aturan ini juga berlaku selama 1 Maret-31 Desember 2021.

“ Untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor properti dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko,” kata dia.

Merujuk pada ketentuan detail yang dikeluarkan BI, aturan uang muka hingga 0 persen diberikan kepada lembaga keuangan yang memiliki rasio kredit/pembiayaan bermasalah secara bruto kurang dari 5 persen.

Rasio Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor (PKB) bermasalah secara netto juga harus di bawah 5 persen.

 

1 dari 4 halaman

Uang Muka untuk Bank Tak Penuhi Syarat NPL

Dalam ketentuan sebelumnya, UM yang dikenakan lembaga keuangan dengan NPL memenuhi persyaratan dibatasi maksimal 15 persen untuk kendaraan roda dua dan roda tiga atau lebih jenis nonproduktif.

Sementara untuk kendaraan roda tiga/lebih produktif dikenakan batas minimal uang muka 10 persen.

Sementara untuk lembaga keuangan yang tak memenuhi syarat NPL, BI menetapkan batas minimal pengenaan uang muka yang diizinkan adalah sebesar 10 persen untuk roda dua dan roda tiga atau lebih nonproduktif. Sementara untuk kendaraan produktif dikenakan uang muka minimal 5 persen.

Aturan DP Kendaraan© Bank Indonesia

 

2 dari 4 halaman

Pemerintah Dorong Gairah Masyarakat dengan PPnBM Mobil 0 Persen

Dream – Sebagai respons dampak pandemi di sektor ekonomi, pemerintah kembali melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Salah satu strategi PEN adalah melindungi industri dalam negeri.

Caranya, melonggarkan tarif Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM), khususnya pada kendaraan bermotor. Kebijakan ini diyakini bisa menggenjot aktivitas produksi industri otomotif dan pemasukan bagi negara.

“ Insentif diberikan kepada konsumen, bukan kepada korporasinya (produsen). Dari segi penerimaan negara itu kita sudah menghitung ada kompensasinya tentu dengan peningkatan volume kemudian PPh meningkat,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melalui webinar, Selasa 16 Februari 2021.

 

© Dream

 

Pemberian insentif tersebut akan dilakukan secara bertahap selama sembilan bulan, mulai dari Maret 2021 dan berlangsung selama tiga bulan pada setiap tahapannya. Pada tahap pertama Insentif PPnBM akan diberikan sebesar 100 persen dari tarif, tahap kedua insentif PPnBM diberikan sebesar 50 persen dari tarif, dan tahap ketiga insentif PPnBM akan diberikan 25 persen dari tarif .

“ Dengan penurunan PPnBM, kita harapkan akan bisa menurunkan harga kendaraan bermotor. Dengan begitu bisa meningkatkan pembelian dari sisi demand, yang akhirnya akan meningkatkan produksi kendaraan bermotor,” tambah Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono.

 

 

3 dari 4 halaman

Kondisi Memprihatinkan

Hal tersebut menjadi salah satu upaya atas kondisi yang memprihatinkan pada industri kendaraan bermotor sebagai penjualan paling rendah di masa pandemi. Bahkan penurunan penjualan motor mencapai 43,57 persen serta penurunan penjualan mobil mencapai 48,35 persen pada tahun 2020 lalu.

Pemberian insentif PPnBM untuk kendaraan bermotor ini akan diberikan untuk target pasar kelompok menengah bawah, seperti kategori kendaraan sedan dengan segmen maksimal sebesar 1.500cc (≤ 1.500cc), dan kendaraan 4x2 type dengan segmen maksimal sebesar 1.500cc (≤ 1.500cc).

Pemberian insentif akan menggunakan skema PPnBM DTP (Ditanggung Pemerintah). Pemilihan segmen kendaraan tersebut adalah karena memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang lebih dari 70 persen.

 

 

4 dari 4 halaman

Kurang Efektif?

Namun kebijakan pemilihan satu kelompok masyarakat, dianggap kurang efektif dan sebaiknya memilih dua target, walaupun dengan jumlah potongan yang berbeda. Pengamat ekonomi, Piter Abdullah, mengatakan efektivitas kebijakan ini lebih kecil daripada kebijaka yang diberikan kepada kendaraan bermotor yang target pasarnya adalah kelompok atas.

“ Tentunya, petimbangannya kendaraan itu diproduksi di dalam negeri dengan tingkat kandungan lokal yang cukup tinggi,” kata dia.

Piter mengatakan penurunan yang diberikan tidak harus sama. Misalnya, PPnBM kendaraan bermotor 1500 cc bisa diberikan potongan 100 persen. Kemudian, kendaraan mewah mendapatkan potongan 50 persen.

Dua kelompok masyarakat sama-sama mendapatkan insentif untuk dapat memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi yang cepat di bagian otomotif. Bahkan, kata dia, sekitar 80 persen konsumsi dikontribusi oleh kalangan menengah ke atas.


Reporter: Yuni Puspita Dewi

Beri Komentar