Walikota (2): Naheed Nenshi, Walikota Terbaik Dunia

Reporter : Eko Huda S
Senin, 16 Februari 2015 18:49
Walikota (2): Naheed Nenshi, Walikota Terbaik Dunia
Sebagai minoritas, ia malah memperoleh dukungan 74 persen suara penduduk kota Calgary untuk periode kedua. Inilah cerita walikota terbaik di dunia.

Dream- Ketegangan meruap di kafe itu. Para pengunjung terlihat gelisah. Berjalan mondar-mandir. Keluar-masuk ruangan. Dering telepon genggam terdengar silih berganti. Mereka bercakap dengan nada tinggi. Tegang.

Tak sedikit di antara mereka memaku mata lekat-lekat ke layar kaca. Mengerutkan dahi. Mengamati perubahan angka yang  susul-menyusul dan disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi. Jantung mereka berdegup kencang. Menunggu hasil penghitungan cepat.

Tibalah saat itu. Saat jarum jam menunjuk jam sepuluh malam. Stasiun televisi CTV mengumumkan hasil hitung cepat mereka. Dan menyebut nama Naheed Nenshi sebagai pemenang pemilihan Walikota Calgary. Sorak sorai pun meletus di malam yang belum terlalu tua itu.

“ Hari ini Calgary merupakan tempat berbeda dari kemarin. Tempat yang lebih baik,” tutur Nenshi di hadapan para pendukung yang tengah bersuka cita.

Kemenangan Nenshi pada pemilu Oktober 2010 itu mengejutkan banyak kalangan. Apalagi dia berhasil memperoleh 40 persen suara. Sebab, Nenshi datang dari kalangan Muslim yang menjadi minoritas di Kanada. Sehingga kemenangan itu sungguh luar biasa. Mengantarkan Nenshi sebagai Walikota muslim pertama di wilayah Amerika Utara.

Tak cukup satu periode. Nenshi juga memenangi pemilihan walikota pada tahun 2013. Kali ini dengan suara 74 persen. Sehingga dia menjabat sebagai Walikota Calgary untuk periode kedua.

Nenshi memang layak terpilih kembali. Sebab prestasinya dianggap luar biasa. Buktinya, awal Februari ini dia dinobatkan sebagai Walikota Terbaik Dunia 2014 oleh lembaga City Mayor Foundation. Dia menjadi walikota pertama di Kanada yang menerima penghargaan bergengsi ini. Dan menjadi seorang muslim yang berada di peringkat pertama sebagai walikota terbaik dunia.

***

Pemilik nama lengkap Naheed Kurban Nenshi ini lahir di Toronto, Ontario, pada 2 Februari 1972. Namun dia tumbuh di Calgary. Dia adalah putra pasangan imigran asal Tanzania, Noorjah dan Kurban. Keluarga ini hijrah ke Kanada saat Nenshi masih berada dalam kandungan sang bunda.

Nenshi terbilang cemerlang dalam pendidikan. Dia meraih gelar sarjana perdagangan dari Universitas Calgary pada 1993. Dia kemudian meraih gelar master kebijakan publik dari John F Kennedy, Universitas Harvard, pada 1998.

Pada usia 22 tahun, Nenshie telah bergabung dengan McKinsey and Company, salah satu perusahaan konsultan top dunia. Setelah delapan tahun bekerja, akhirnya dia kembali ke Calgary, bekerja untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, memulai bisnis, dan meraih gelar profesor dari Universitas Mount Royal. Dia juga menjadi komentator dan kolumnis dalam masalah publik.

Bapak dua anak ini mulai terjun ke dunia politik pada 2004. Kala itu dia maju menjadi calon dewan kota di Calgary. Namun ia gagal.

Enam tahun kemudian, dia mendaftar sebagai calon Walikota Calgary dan terpilih. Perjuangan Nenshie pada 2010 itu sungguh tak mudah. Dia kerap menjadi sasaran kampanye hitam karena keyakinannya sebagai muslim.

Pada 11 September 2010 –saat peringatan pengeboman World Trade Center (WTC, New York, Amerika Serikat)-- kantor sekretariat yang menjadi pusat kampanye Nenshi dirusak. Perusakan juga terjadi saat perayaan Idul Fitri. Tak hanya teror perusakan, ancaman juga diterima Nenshi melalui surat elektronik.

Tapi Nenshie terus maju. Dia menggalang dukungan dan relawan dari kaum muda Calgary. Salah satu gebrakannya adalah kampanye melalui media sosial.

Perlahan tapi pasti, elektabilitas Nenshi sebagai calon walikota terus menanjak. Dari calon yang tak diperhitungkan sama sekali, dia ternyata mampu unggul dan menarik hati pemilih dalam pemilihan Oktober 2010 itu. Ia pun terpilih sebagai muslim pertama yang menjabat sebagai Walikota Calgary.

***

Setelah resmi dilantik sebagai Walikota Calgari pada 2010, Nenshi langsung membuat sejumlah gebrakan. Nenshi segera memerintahkan penyelidikan dugaan korupsi di badan usaha milik kota, Enmax. Penyelidikan ini berhasil membongkar korupsi yang dilakukan mantan CEO Enmax, Gary Holden, yang dilakukan pada 2010. Selain itu, Nenshi juga berhasil menurunkan gaji pejabat senior Enmax yang jumlahnya selangit.

Pada 2011, Nanshie memulai pembangunan Shepard Energy Centre yang dikelola Enmax. Pusat energi ini mampu menghasilkan listrik 800 Mega Watt, yang bisa menyokong separuh kebutuhan listrik Kota Calgary. Pembangkit itu dijadwalkan beroperasi pertengahan tahun ini.

Selain itu, Nanshi merevitalisasi perkotaan dengan menggandeng komunitas lokal. Tak hanya itu, pada 2012 dia menyumbangkan 10 persen gajinya atau sekitar Rp 204 juta untuk kegiatan amal di Calgary sebagai respons kenaikan gaji sebesar 6 persen yang dinikmati para anggota dewan kota.

Di bidang transportasi, Nenshi memulai pembangunan jalur sepeda. Calgary ditargetkan punya jalur sepeda sepanjang 30 kilometer pada 2020. Selain itu, dia menghapus tarif parkir untuk masyarakat yang bersedia menggunakan transportasi massal di Calgary. Sehingga masyarakat mau berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Tak hanya bidang infrastruktur. Nenshi juga dikenal sangat aktif dalam bidang kemanusiaan. Lihat saja setelah dilantik sebagai walikota untuk periode ke dua pada Oktober 2013. Dia langsung mengawal sejumlah anak cacat Calgary ke Disneyland, menumpang pesawat Air Canaca dalam acara amal bertajuk “ Mimpi Terbang”.

Tak hanya itu, pada 2013 itu Nenshi juga menunjukkan kepedulian sosial yang besar, saat terjadi banjir bandang di wilayah Alberta. Dia mampu membangkitkan semangat penduduk yang sudah putus asa dengan kondisi yang teramat buruk kala itu. Nenshie berhasil menggugah hati penduduk Calgary untuk bersama-sama mengulurkan tangan, membantu korban banjir.

Di bawah kepemimpinan Nenshi, Calgary tak hanya menjadi kota yang maju, melainkan juga beradab. Sebuah kota yang tak menggilas nilai-nilai kemanusiaan dengan modernitas. “ Semua saya coba lakukan, seperti yang Anda semua tahu, sangat otentik, sungguh nyata dengan rakyat dan fokus bekerja keras, dalam membuat komunitas ini menjadi tempat yang lebih baik –sama seperti semua orang di komunitas ini,” kata Nenshi saat memberi pidato kemenangan pemilu 2013.

Segala prestasi itu mendapat apresiasi dari City Mayor Foundation. Organisasi yang berbasis di London, Inggris, ini menilai Nenshi sebagai pemimpin yang visioner yang sangat paham seluk-beluk pemerintahan daerah. “ Bagi banyak orang di Amerika Utara dan Eropa, Walikota Nenshi adalah panutan bagi manajemen yang menentukan, inklusivitas dan perencanaan ke depan,” demikian pernyataan City Mayor Foundation.

Neshi menangapi hadiah itu dengan haru. “ Ini hadiah besar. Ini hadiah ulang tahun yang luar biasa,” kara Nenshi saat merayakan ulang tahun 2 Februari yang lalu. “ Saya paham ada banyak orang Calgary dan Kanada yang menulis surat rekomendasi, yang menulis komentar mereka. Bagi saya, itu sangat rendah hati.”

Dalam daftar walikota dunia terbaik, Nenshi berada di posisi nomor wahid. Dia telah membuktikan bahwa meski kaum minoritas dia mampu berprestasi,  bahkan, memimpin masyarakat untuk mewujudkan kota yang lebih baik. (eh)

Beri Komentar