Naik Tipis, Indeks Syariah Hati-hati Respon Capres-Cawapres

Reporter : Syahid Latif
Senin, 19 Mei 2014 09:55
Naik Tipis, Indeks Syariah Hati-hati Respon Capres-Cawapres
Bocoran Cawapres dari PDI Perjuangan ditanggapi hati-hati oleh pelaku pasar. Indek Harga Saham Gabungan masih mampu bertahan di zona hijau kendati dengan kenaikan yang tak terlalu signifikan.

Dream - Meski bocoran Cawapres Joko Widodo sudah keluar semalam, pelaku pasar mengambil sikap hati-hati. Akibatnya, indeks yang naik signifikan di sesi pra pembukaan, sempat kembali melemah awal perdagangan awal pekan ini.

Pada pembukaan perdagangan Senin, 19 Mei 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 21,48 poin (0,43%) ke level 5.053,051.

Bertahannya IHSG di level 5.000 membuat indeks saham syariah cukup nyaman di zona hijau. Hingga perdagangan pukul 9.40 WIB, menguat 1,61 poin (0,97%) ke level 166,87.

Besarnya sentimen positif di awal pekan ini membawa saham-saham bluechips syariah menguat tinggi. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) menguat 1046 poin (1,54%) ke level 691,14.

Transaksi perdagangan saham syariah di awal pekan ini mencapai Rp 1,33 triliun dengan efek berpindahtangan sebanyak 6,79 miliar.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya memperkirakan IHSG hari ini bakal bergerak naik pada kisaran lebar.

" Dengan support ada di level 4975, resisten kuat IHSG ada di kisaran 5.050 - 5.100. Atau lebih tepatnya, kisaran gap di 5.055-5.068 akan menjadi penentu," katanya.

Jika IHSG bergerak naik tapi gagal ditutup di atas kisaran gap tersebut, pemodal sebaiknya sudah melakukan aksi profit taking untuk posisi trading.

Meskipun demikian, jika kisaran resisten di 5.050-5.100 ini mampu ditembus, resisten kuat IHSG baru akan terlihat di kisaran 5.200-5.250.

Satrio menjelaskan, pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang buruk, ditambah dengan kinerja emiten di kuartal I-2014 yang tidak terlalu bagus, membuatnya lebih cenderung memberikan rekomendasi Sell On Strength.

Posisi pembelian spekulatif di awal perdagangan sebaiknya dilakukan dalam jumlah yang rasional agar jika terjadi kondisi yang diluar perkiraan, pemodal bisa tetap tenang dalam menghadapinya.

Beri Komentar