Aksi Negara Ini Bakal Kejutkan Pasar Syariah Eropa

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 18 Mei 2014 09:09
Aksi Negara Ini Bakal Kejutkan Pasar Syariah Eropa
Bisnis keuangan syariah Eropa Timur dan Tengah selama ini hanya mengenai Turki sebagai penerbit surat utang Islami terbesar. Namun kini muncul negara yang berpotensi jadi perhatian investor, siapa?

Dream - Pasar surat utang syariah (sukuk) kawasan Eropa Timur dan Tengah memang masih tertuju pada Turki. Namun, perhatian utama pelaku industri keuangan syariah dunia justru tertuju pada Republik Ceko.

Untuk pertama kalinya, Ceko akan mulai menghadirkan produk keuangan syariah seiring diperkenankan payung hukum pada awal tahun ini.

German State of Saxony memang menjadi negara pertama yang mengeluarkan sukuk internasional pada 2004. Namun sejak saat ini, sistem keuangan Islami seolah kurang berkembang di kawasan Eropa Tengah.

Seiring perubahan ketentuan pemerintah terkait penghimpunan dana pada Januari, Ceko kini bisa menerbitkan surat utang berbasis syariah lewat mudaraba atau musarakah.

Kebijakan ini muncul seiring kebutuhan Ceko untuk pendanaan sekaligus diversifikasi investasi di luar negeri. Ceko merupakan negara dengan stabilitas dan prospek terbaik di kawasan Eropa Tengah.

" Perusahaan pengelola aset lokal Ceko tertarik dengan pembiayaan syariah," ujar pengacara dari Schoenherr Attorneys at Law Praha, Filip Cabart seperti dikutip dari laman emergingmarket.org, Minggu, 18 Mei 2014.

Selain pemodal lokal, strategi ini juga diharapkan bisa menarik modal asing lewat instrumen keuangan syariah.

Ceko optimistis pemodal dari negeri Arab bakal tertarik berinvestasi di Ceko. " Produk keuangan syariah pertama Ceko sudah tak jauh lagi," ujarnya.

Hingga kini, Republik Ceko memang belum pernah mengeluarkan produk syariah apapun. Ceko lebih banyak bertransaksi keuangan di dalam kawasan Eropa atau dengan Inggris dan Amerika Serikat.

Padahal Ceko memiliki sejarah hubungan dengan negara-negara Timur Tengah dan Asia.

" Ada peluang untuk investasi kecil berkisar 5 juta hingga 10 juta euro dalam bentuk real estate dan manufaktur," ujar Milos Kosi, pengacara dari Schoeherr.

Selama ini penerbitan sukuk negara Eropa Tengah dan Timur baru terbatas bagi investor-investor anglo saxon. Turki sendiri masih memiliki prospek paling bersinar meski diwarnai kekacauan politik dan ekonomi.

Beri Komentar