Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Negara-negara Islam membutuhkan 85 juta pekerjaan baru dalam satu dekade mendatang. Kebutuhan ini harus segera dipenuhi guna mengatas masalah tingginya jumlah pengangguran.
Untuk menciptakan pekerjaan baru di Mesir, Yordania, Tunia, dan Bank Maroko, Bank Pembangunan Islam (IDB) mengaku telah menyumbang tak kurang dari US$ 4,5 miliar sepanjang 2011-2013.
Asisten Dirjen Bidang Ekonomi Organisasi Kerjasama Negara Islam (OKI), Hameed A Opeloyeru seperti dikutip Dream dari laman Zawya, Senin, 16 Februari 2015 mengatakan, masalah besar ketenagakerjaan di negara Islam dipicu tidak adanya kaitan erat antara sistem pendidikan dan dunia kerja.
"Negara-negara Islam tertinggal jauh dari sebagian besar negara di dunia dalam menciptakan lapangan kerja," kata Hameed.
Dia menambahkan, tingkat pengangguran di sejumlah negara muslim juga berada diatas rata-rata dunia.
Mengutip data Organisasi Buruh Dunia (ILO), tingkat pengangguran negara anggota OKI naik dari 7,6 menjadi 8,8 persen antara 2000 hingga 2012.
Sementar rata-rata tingkat pengangguran dunia berada di kisaran 7 persen.
Diantara negara OKI, Qatar menjadi negara dengan tingkat pengguran terendah dengan nilai 0,6 persen, diikuti Benin dan Kuwait sebesar 1,5 persen.
Pengguran tertinggi anggota OKI tercatat di negara seperti Mautinia sebesar 31 persen, diikuti Palestina 23 persen, Gabon 20,3 persen, dan Yaman 17,6 persen.
Tingkat pengangguran usia muda juga menjadi tantangan serius negara OKI. Ratio pengangguran ini mencapai 16 persen, diatas rata-rata dunia 12,9 persen.
Menurut Hameed, faktor pemicu tingginya pengangguran berasal dari kurangnya lapangan kerja, minimnya angka produktivitas, dan ekonomi yang tak stabil.
Namun masalah utama adalah tidak terhubungnya sistem pendidikan dengan pasar tenaga kerja lokal.
Melihat kondisi tersebut, negara OKI mengaku telah mempersiapkan sebuah tim untuk segera mencari jalan keluar dari krisis tersebut.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari