Nilai Impor Makanan Halal Negara Timur Tengah Melonjak Tajam

Reporter : Ramdania
Senin, 10 November 2014 16:15
Nilai Impor Makanan Halal Negara Timur Tengah Melonjak Tajam
Tidak memiliki sumber pangan yang besar membuat negara ini harus mengimpor makanan halal bagi penduduknya. Nilainya kian meningkat tiap tahun.

Dream - Direktur Jenderal Dubai Municipality Hussain Nasser Lootah memperkirakan nilai impor makanan halal ke negara-negara Timur Tengah terus mengalami peningkatan.

Pada tahun ini, nilai impor makanan halal di negara tersebut sekitar 20% dari nilai impor pangan dunia yang senilai US$ 5,3 triliun. Jumlah ini jauh mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2010 yang sebesar US$ 25,8 miliar. Diperkirakan pada tahun 2020, nilai impor ini terus meningkat mencapai US$ 53,1 miliar.

" Impor makanan halal ke Uni Emirat Arab meningkat setiap tahunnya," ujar Lootah seperti dikutip dari Arab News, Senin, 10 November 2014.

Besarnya nilai impor ini membuat pemerintah negara Timur Tengah itu memikirkan cara menjaga dan mengamankan pasokan makanan sehingga tetap terjaga kebersihannya. Selain itu, pemerintah juga dipaksa untuk melakukan inovasi untuk melakukan perubahan.

Makanan halal, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), merupakan makanan yang sesuai dengan aturan Islam. Makanan halal memiliki kriteria yang ketat dari sejak pemotongan, dan transportasi dan penyimpanan.

Beri Komentar