Pasca Tsunami Anyer, Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 23 Desember 2018 10:43
Pasca Tsunami Anyer, Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal
Tsunami Anyer semalam dilaporkan menewaskan 43 orang dan 534 orang lainnya luka-luka. Penyeberang tetap diminta waspada.

Dream - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan bahwa kondisi operasional Pelabuhan Merak dan Bakauheni tetap berjalan normal pascatsunami yang terjadi dan menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, diantaranya di pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan pada Sabtu, 22 Desember 2018.

Hal ini diungkapkan oleh Corporate Communication PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Imelda Aini.

" Hingga Minggu, 23 Desember 2018, pagi ini, layanan penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni masih tetap aman," kata Imelda di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream.

BUMN ini terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan kondisi cuaca serta pengoperasian kapal berjalan lancar dan aman selama pelayaran.

Saat ini, di lintasan Merak-Bakauheni, ada 31 dari total 59 kapal yang ada. Enam di antaranya adalah milik ASDP. Keenam kapal ASDP yang beroperasi yaitu KMP Jatra 1, KMP Portlink, KMP Portlink III, KMP Portlink V, KMP Sebuku, dan KMP Batumandi.

" ASDP tetap mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar tetap waspada selama dalam perjalanan terkait kondisi cuaca yang ekstrem, dan disarankan untuk menyeberang pada siang hari," kata Imelda.

1 dari 1 halaman

43 Orang Meninggal Dunia Akibat Tsunami di Banten dan Lampung

Dream - Korban meninggal dunia akibat tsunami yang berpusat di Selat Sunda masih terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, air tsunami datang ke wilayah Pandeglang, Serang; Banten dan Lampung Selatan.

Kepala Pusat data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hingga puku 07.00 WIB korban meninggal saat ini tercatat 43 orang dan 53 orang mengalami luka-luka.

" Data sementara jumah korban dari bencana di Selat Sunda tercatat 43 orang meninggal dunia, 2 orang hilang," ujar Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Minggu 23 Desember 2018.

Sutopo menuturkan, hingga kini jumlah pengungsi akibat bencana ini masih dalam pendataan. Daerah yang paling parah terdampak yakni Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita.

" Saat kejadian, banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang," ucap dia.

Saat ini, tim SAR gabungan terus melakukan proses evakuasi dan mencari keberadaan korban. Status tanggap darurat dan pendirian posko juga sudah dilakukan.

" Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya," kata Sutopo.

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-