Pencipta Gedung Penakluk Burj Khalifa Sibuk Cari Dana

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 14 Mei 2014 12:20
Pencipta Gedung Penakluk Burj Khalifa Sibuk Cari Dana
Calon gedung tertinggi baru dunia, Kingdom Tower, yakin bisa mengantongi seluruh pendanaan pada pertengahan tahun ini. Jika selesai, tahta gedung tertinggi Burj Khalifa akan dicopot.

Dream - Negara-negara di Timur Tengah rupanya sedang berlomba mendirikan tower tertinggi dunia. Baru-baru ini, perusahaan Arab Saudi Jeddah Economic Co tengah melakukan pembicaraan dengan beberapa bank lokal untuk menggalang dana bagi pembangunan proyek ambisius senilai US$3,73 miliar.

Jika dana terkumpul, proyek bernama Kingdom City akan menjadi menara pencakar langit tertinggi di dunia. Menjulang setinggi 1 Kilometer, Kingdom Tower akan menaklukan Dubai Burj Khalifa yang saat ini memegang rekor gedung tertinggi sepanjang 828 meter.

Mounib Hammoud, Kepala Eksekutif Jeddah Economic Co, mengatakan Kingdom City akan dibangun sebagai apartemen mewah sekaligus kawasan bisnis. Tahap pertama pembangunan dijadwalkan selesai pada 2020. Dari kebutuhan US$ 3,37 miliar, telah terkumpul dana sekitar US$ 2,1 miliar.

Kekurangan anggaran rencananya ditutup melalui pembiayaan bank-bank yang akan segera diumumkan. Mengenai dana dari bank-bank tersebut, Mounib Hammoud tidak merincikan jumlahnya.

Selain dana dari perbankan, megaproyek ini juga akan dibiayai dari penjualan lahan kepada investor lain.

Untuk tahap pertama, proyek ini akan didirikan di atas lahan seluas 140 hektar, berpusat di sekitar Kingdom Tower. Menara ini diharapkan selesai pada 2018 dan menelan biaya perusahaan sekitar US$ 1,6 miliar.

" Kami akan menyerahkan menara dengan 251 lantai pada konsumen pada tahun 2018," ujar Hammoud.

Sementara pembangunan Kingdom City tahap selanjutnya tergantung dari permintaan pasar. Sebagai penasehat keuangan proyek ini, Jeddah Economic Co telah menunjuk BNP Paribas. Hammoud menambahkan, perusahaan juga menggali dana melalui pasar obligasi dan sukuk untuk meningkatkan pembiayaan proyek ini.

" Kami juga mengincar obligasi dan sukuk tapi hal itu masih butuh struktur dan kami sedang menggodoknya," pungkas Hammoud. Sekadar diketahui, Dubai Burj Khalifa dibangun oleh Emaar Properties dengan total biaya sebesar US$ 1,5 miliar. (Ism)

Beri Komentar