Canggih, Nenek 82 Tahun Bikin Aplikasi iPhone Sendirian

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 9 Agustus 2017 11:43
Canggih, Nenek 82 Tahun Bikin Aplikasi iPhone Sendirian
Masako Wakamiya berhasil membuat iPhone lebih ramah bagi pengguna lansia.

Dream - Saat pertama kali bekerja, Masako Wakamiya asal Tokyo, Jepang, masih menggunakan sempoa untuk menghitung. Tetapi, di usianya yang kini sudah 82 tahun, Masako adalah nenek yang masuk dalam jajaran pengembang aplikasi iPhone.

Bahkan, Masako disebut sebagai pelopor. Ini karena dia berhasil membuat iPhone lebih ramah pada kelompok Lansia.

Semua itu dipicu rasa frustasi dia karena teknologi komunikasi yang ada saat ini tidak ramah pada lansia. Di usia yang saat itu 60 tahun, Masako memutuskan belajar teknik coding secara otodidak. Tak disanga, dia berhasil menguasai ilmu itu.

" Seiring bertambahnya usia, Anda akan kehilangan banyak hal: suami, pekerjaan, rambut, penglihatan Anda. Berkurangnya sangat banyak. Tapi ketika Anda belajar hal baru, apakah itu pemrograman atau piano, ini plus, ini memotivasi," kata Masako.

" Begitu Anda mencapai kehidupan profesional, Anda harus kembali ke sekolah. Di era internet, jika Anda berhenti belajar, itu akan berdampak pada kehidupan sehari-hari Anda," ucap dia melanjutkan, seperti dilansir AFP.

 

1 dari 2 halaman

Sempat Ditolak

Masako mengaku tertarik dunia komputer pada 1990an, pensiun dari profesi pegawai bank. Dia menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk membangun sistem, memulai dengan pesan BBS yang merupakan pendahulu internet, sebelum membangun kemampuannya dengan komputer Microsoft, lalu Apple Mac dan iPhone.

Dia meminta pengembang software membuat piranti lunak yang bisa digunakan lansia secara lebih luas. Sayangnya, permintaan itu diabaikan oleh banyak pengembang, hingga Masako memutuskan membuat sendiri.

Dia belajar coding dasar dan berhasil mengembangkan Hinadan, aplikasi game Jepang pertama yang didedikasikan untuk usia 60an ke atas. Aplikasi banyak digemari orang hingga Apple mengundang Masako untuk berpartisipasi pada Konferensi Pengembang Seluruh Dunia yang sangat bergengsi diselenggarakan Apple.

 

2 dari 2 halaman

Belum Berhenti Berkarya

Hinadan, yang artinya boneka tangga, terinspirasi dari Hina Matsuri, festival boneka yang selalu diselenggarakan pada Maret tiap tahun. Di festival itu, boneka hias yang merepresentasikan kaisar dan keluarganya ditempatkan pada posisi khusus.

Pada aplikasi Masako, pengguna harus menempatkan boneka di tempat yang tepat. Nyatanya, permainan ini lebih sulit daripada kedengarannya.

Aplikasi yang hanya tersedia dalam bahasa Jepang ini telah diunduh sebanyak 42.000 kali. Selain itu, aplikasi tersebut mendapat banyak komentar positif dari para pengguna.

Masako pun berencana mengembangkan versi terbaru Hinadan dalam Bahasa Inggris, China, dan Perancis. Dia berharap versi terbaru itu dapat diluncurkan sebelum festival tahun depan.

Sumber: Gulf News

Beri Komentar