Peter Gontha Beber Jokowi Marah-marah Saat Ratas

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 24 April 2020 07:42
Peter Gontha Beber Jokowi Marah-marah Saat Ratas
Bahkan, Peter Gontha tidak menyangka.

Dream – Pengusaha Peter F Gontha mengungkapkan sisi lain dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Peter, Jokowi merupakan orang yang sangat tegas.

ikutip dari akun Instagramnya, @petergontha, Jumat 24 April 2020, dia menyebut pernah mengikuti rapat terbatas atau Ratas yang dipimpin oleh Jokowi.

Dia mengira, selama ini, mantan gubernur DKI Jakarta ini hanya terlihat pencitraan selama tampil di kamera dalam acara-acara tertentu.

Dikatakan Peter, Jokowi memimpin rapat terbatas melalui video conference call dan Peter mengikutinya di rumah seorang menteri.

“ Saya kaget melihat bagaimana Presiden memimpin rapat. Sangat tegas dan menurut saya bahkan terkesan ‘marah’. Tapi, bagaimana namanya orang Jawa, kalau marah masih terlihat santun,” tulis mantan Dubes RI untuk Polandia ini. 

Misalnya, kata dia, Jokowi bertanya dengan suara tinggi tentang detail angka, hasil rapat, dan meminta bawahannya untuk tidak mempolitisisasi suatu masalah.

“ Itu yang bansos apa sudah sampai di tangan yang berhak? Bagaimana cara kita tahu itu sampai pada yang berhak (kira-kira begitu). Kita sekarang berjuang melawan waktu, segera selesaikan semua, atasi birokrasi (kira kira gitu),” tulis Peter.

1 dari 5 halaman

Ikhlas

Peter menegaskan dirinya bukanlah “ orang Istana”. Namun, sebagai orang tua, dia senang Jokowi itu tegas.

Dia juga menegaskan tidak mencari muka di depan Jokowi atau bagaimana. Dikatakan bahwa mantan wal kota Solo ini bekerja dengan ikhlas.

“ Sebagai Warga yang sudah senior (tua) saya senang, bahwa Presiden itu tegas. Sekali lagi saya bukan orang istana, dan saya tidak mau mencari masa depan yang berlebihan. Juga saya tidak cari muka, atau mau apa2. Sudah banyak yang saya dapatkan, Kedudukan, Pekerjaaan, Duta Besar, Komisaris kiri kanan,” tulis Peter.

“ Maju terus Presiden Jokowi, saya mendengar dan melihat dengan mata kepala sendiri: Presiden ini memang betul2 ichlas bekerja untuk rakyatnya,” tambah dia. 

 

 Unggahan Peter F. Gontha© Akun Instagram @petergontha

2 dari 5 halaman

Menkes Terawan Didesak Mundur, Jokowi Buka Suara

Dream - Jokowi akhirnya buka suara dengan desakan yang meminta Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, mundur karena dinilai kinerjanya buruk dalam penanganan pandemi virus corona.

" Tidak ada yang sempurna di dunia ini, ada yang kecewa itu ya wajar, setiap keputusan itu ada risikonya," ujar Jokowi.

 

 © Dream

 

Tanggapan tersebut disampaikan Jokowi saat menjawab pertanyaan Mata Najwa, Najwa Shihab. Najwa kemudian melanjutkan bertanya apakah Terawan layak mundur mengingat kinerjanya banyak disorot publik.

" Terawan sudah bekerja sangat keras," kata Jokowi.

3 dari 5 halaman

Tak Mau Grusa Grusu

Menkes Terawan sering dikritik oleh sejumlah elemen masyarakat sipil bahkan di kalangan pejabat, terutama ketika awal-awal penyebaran virus corona Covid-19 terjadi.

Kritikan itu salah satunya disampaikan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menilai Pemerintah lambat melakukn mitigasi virus corona.

" Kita tidak ingin membuat kebijakan itu dengan cara grusa-grusu (terburu-buru), ini yang mungkin dilihat publik lamban itu disitu," kata Jokowi.

Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu menilai keputusan untuk tidak membuat publik panik juga merupakan keputusan yang diambil pemerintah.

" Membuat publik tenang itu sudah keputusan, membuat publik tidak panik itu sebuah keputusan," katanya.

Sumber: Pojoksatu

4 dari 5 halaman

Dream - Jokowi meminta penyaluran bantuan sosial (bansos) tunai dikerjakan pekan ini. Bantuan tersebut untuk menanggulangi dampak ekonomi akibat pandemi virus corona yang dialami masyarakat.

" Minggu ini bansos tunai juga dikerjakan," ujar Jokowi, dikutip dari Merdeka.com.

Menurut presiden bernama lengkap Joko Widodo itu, pemerintah sudah menjalankan sejumlah langkah untuk membantu masyarakat. Seperti pembagian bansos dalam bentuk sembako hingga kartu prakerja.

" Bansos sudah mulai dilaksanakan kemarin, pembagian sembako untuk Jabodetabek, kartu prakerja sudah berjalan," kata Jokowi.

Sebelumnya, Pemerintah telah menyalurkan bansos untuk 1,2 juta keluarga terdampak Covid-19. Pembagian dimulai di DKI Jakarta pada Senin kemarin.

" Bantuan sosial tadi pagi sudah dimulai secara besar-besaran untuk 1,2 (juta) dimulai di DKI terlebih dulu. Lalu Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang) dan nanti di daerah-daerah lainnya," kata Jokowi.

Jokowi mengingatkan penyaluran bantuan harus tepat sasaran. Dia juga menekankan perlunya pengawasan ketat agar bantuan sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

" Saya ingin bantuan sosial kepada yang kurang mampu ini betul-betul tepat sasaran. Ada kontrol pengawasan, ada cek lapangan sehingga bantuan bisa diterima penerima dengan baik dan sekali lagi bisa tepat sasaran," ucap Jokowi

Sumber: /Intan Umbari Prihatin

5 dari 5 halaman

Jokowi Resmi Larang Masyarakat Mudik Lebaran 2020

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan melarang seluruh masyarakat melaksanakan mudik Lebaran 2020. Larangan serupa sebelumnya diberlakukan bagi PNS, TNI-Polri dan pegawai BUMN.

" Setelah larangan mudik bagi ASN, TNI-Polri, dan pegawai BUMN sudah kita lakukan pada minggu (pekan) yang lalu, pada rapat hari ini saya ingin menyampaikan juga bahwa mudik semuanya akan kita larang," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com.

Larangan mudik ini ditetapkan sebagai upaya untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran virus corona. Jokowi mengatakan data Kementerian Perhubungan menunjukkan sebanyak 24 persen masyarakat masih berkeras mudik.

" Oleh sebab itu saya minta persiapan-persiapan yang berkaitan dengan ini mulai disiapkan," kata dia.

 

 © Dream

 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang merangkap Menteri Perhubungan Ad Interim, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan pemerintah terus mengevaluasi kebijakan mudik di tengah pandemi. Kebijakan bisa diubah tergantung pada kondisi di lapangan.

" Kita bertahap, ya. Itu kan tergantung negara. Jangan bilang pemerintah nggak tegas juga, tidak ada satupun di dunia negara punya formula (kebijakan) yang sama," kata Luhut pekan lalu.

Luhut mengatakan pemerintah bisa saja melarang mudik jika keadaan di lapangan tidak memungkinkan. Misalnya, terdapat potensi peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 akibat mudik.

" Ya, kita memang nggak mau orang-orang pergi ke luar Jakarta, jadi mungkin aja mungkin depan, atau kapan, pemerintah katakan nggak ada mudik, mungkin aja, tergantung penilaian terhadap keadaan sekarang. Kalau peningkatan banyak atau turunnya belum signifikan, ya bisa aja, nggak usah mudik," kata dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/ Lizsa Egeham)

Beri Komentar