Wuss... Bayar Tarif Tol Tanpa Berhenti Hadir di 40 GT Tahun Depan

Reporter : Alfi Salima Puteri
Kamis, 25 November 2021 19:36
Wuss... Bayar Tarif Tol Tanpa Berhenti Hadir di 40 GT Tahun Depan
Sistem ini ditargetkan siap diterapkan pada 40 ruas tol di Pulau Jawa dan Bali.

Dream - Setelah lama diwacanakan, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan mulai menerapkan Sistem Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh Berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF) di 20 gerbang tol pada akhir 2022. Penggguna jalan tol nantinya tak perlu lagi berhenti di gerbang tol saat hendak membayar tarif jalan bebas hambatan itu. .

Rencana penerapan sistem baru MLFF ini diungkapkan pengelola akun Instagram Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Senin, 22 November 2021. BPJT yang merupakan badan di bawah Kementerian PUPR menargetkan sistem MLFF ini mulai diimplementasikan pada Desember 2022.

Sistem ini ditargetkan siap diterapkan untuk pengguna jalan tol di 40 ruas di Pulau Jawa dan Bali.

Sistem MLFF ini merupakan inovasi berupa sistem pembayaran nontunai nirsentuh yang menciptakan efisiensi, efektivitas, keamanan, dan kenyamanan dalam melakukan transaksi pembayaran jalan tol di Indonesia.

1 dari 4 halaman

Berjalan di central system

      View this post on Instagram      

A post shared by Kementerian PUPR (@kemenpupr)

Sistem transaksi ini menerapkan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) pada aplikasi khusus jalan tol di smartphone.

Selanjutnya GPS akan menentukan lokasi yang dideterminasi oleh satelit dan proses map-matching akan berjalan di central system. Saat kendaraan keluar tol dan proses map-matching berakhir, sistem akan melakukan kalkulasi tarif.

Dengan sistem ini, nantinya pengendara tidak perlu berhenti di gerbang tol sehingga dapat mempersingkat waktu tempuh.

2 dari 4 halaman

Dapat Gusuran Tol, Warga Kampung di Sleman Mendadak Jadi Miliarder

Dream - Sejumlah warga di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendadak menjadi miliarder. Mereka baru saja mendapatkan dana ganti untung proyek pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen.

Seperti warga di Padukuhan Sanggrahan dan Pundong, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati. 96 persen warga yang lahannya terdampak pembangunan jalan tol telah menerima dana ganti untung tersebut.

Fakta Proyek Jalan Tol Yogya-Bawen yang Bikin Warga Sleman Jadi Miliarder

Nilainya pun tidak main-main, mencapai miliaran rupiah. Sedangkan nilai tertinggi yang diterima warga mencapai Rp12,5 miliar.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengingatkan warga untuk memanfaatkan dana ganti untung tersebut sebaik mungkin untuk modal usaha atau kegiatan produktif lain. Dia menekankan agar warga tidak boros dan menggunakan dana tersebut untuk keperluan tidak terlalu penting.

" Penggunan uang harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing warga. Tentunya akan ada warga yang memiliki uang banyak, kami berpesan gunakan uang itu sebaik-baiknya, jangan boros," ujar Kustini, dikutip dari Merdeka.com.

3 dari 4 halaman

Warga Langsung Beli Mobil

Menurut Kustini, ganti untung diprioritaskan kepada warga yang rumahnya terdampak pembangunan jalan tol sehingga perlu hunian baru. Setelah punya tempat tinggal pengganti, warga dapat memikirkan kebutuhan lain.

Kustini juga mengaku sudah mendapat laporan ada beberapa warga yang membelanjakan ganti untung untuk kebutuhan konsumtif seperti membeli mobil. Dia kembali mengingatkan agar warga memprioritaskan kebutuhan utama.

Cerita Seram Rest Area: Suami Kira Istri yang Masuk Mobil, Ternyata Itu...

" Tidak apa-apa beli mobil, motor, atau kebutuhan sekunder lainnya, asal kebutuhan primer seperti tempat tinggal dan usaha sudah terpenuhi," kata dia.

Dapat Rp4,5 Miliar

Warga Pundong 3, Kamidi, menjadi salah satu penerima uang ganti untung tersebut. Dia memiliki dua lahan dengan total luas hampir 1.000 meter persegi.

Lahan itu dia dapat dari kerja kerasnya saat merantau ke Sumatera. Dari dua lahan tersebut, Kamidi menerima ganti untung masing-masing Rp2,1 miliar dan Rp2,4 miliar.

Ada Nama Syeikh Abu Dhabi di Jalan Tol Indonesia

"  Pun nikmat jan jane (sebenarnya sudah nikmat), tapi kena tol, dibutuhkan Pemerintah, gimana lagi," ujar Kamidi, dikutip dari Harian Jogja.

Kamidi mengatakan uang tersebut akan dia bagikan kepada enam anaknya. Dia berpesan agar uang itu dibelikan lahan atau rumah, dan melarang dibelikan mobil.

" Saya larang, kalau mobil jangan lah. Mobil itu cuma barang apa. Tapi kalau lahan, perumahan, bisa berguna untuk masa depan anak," ucap dia.

4 dari 4 halaman

45 Lahan Terdampak di Pundong

Di Kadukuhan Pundong sendiri yang terbagi dalam Pundong 1, 2, 3, dan 4, terdapat 126 bidang lahan yang terdampak pembangunan tol Jogja-Bawen. Total ganti untung mencapai Rp162 miliar, dengan besaran yang diterima berbeda tiap warga.

Lahan terdampak tol terbanyak berada di Pundong 3. Jumlahnya mencapai 45 lahan yang semuanya adalah pekarangan.

Viral Uji Coba Bayar Tol Tanpa Setop

Dukuh Pundong 3, Pekik Basuki, mengatakan terdapat sekitar 20 keluarga yang lahannya terdampak pembangunan sudah menerima ganti untung. Meski begitu, masih ada warga yang belum mendapatkan ganti untung tersebut.

" Bukan karena penolakan, tapi masalah data, pemberkasan, ada yang meninggal setelah pemberkasan," kata Pekik.

Di Atas Harga Pasaran

Pekik sendiri juga termasuk warga dengan lahan terdampak tol. Dia mengaku dana yang diterima atas lahannya jauh di atas harga pasaran.

Pekik mengaku mendapat total Rp9 miliar dari dua lahannya yang terdampak. Satu lahannya dengan luas 2.400 meter persegi dihargai Rp4 juta per meter persegi karena berlokasi di pinggir jalan dan ada bangunan.

Ini Daftar Ruas Jalan Tol Jabodetabek yang Terendam Banjir

Sementara satu lahannya dihargai Rp2,5 juta per meter persegi. Lahan tersebut tidak berada di tepi jalan dan tidak terdapat bangunan di atasnya.

Beri Komentar