Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Industri asuransi syariah Malaysia berambisi menambah pemegang polis dalam waktu lima tahun ke depan. Mengikuti perkembangan zaman, para pelaku bisnis takaful ini pun melirik bidang teknologi digital sebagai target investasinya.
Harapannya, promosi dan investasi lewat teknologi investasi mampu menarik nasabah khususnya dari kalangan anak muda.
" Operator takaful atau asuransi syariah juga berupaya meningkatkan kesadaran tentang asuransi untuk meningkatkan jumlah nasabah menjadi 8,4 juta pada tahun 2020 yang saat ini mencapai 4 juta nasabah," ujar Ketua Asosiasi Takaful Malaysia, Ahmad Rizlan Azman mengutip laman Bloomberg, Jumat, 19 Juni 2015.
Operator takaful Malaysia memang punya ambisi besar. Para pelaku bisnis berencana meningkatkan pangsa pasar hampir dua kali lipat dari 14 persen pada 2014 menjadi 25 persen.
Bisnis asuransi syariah di Asia Tenggara memiliki potensi untuk mengejar ketinggalan dari Arab Saudi. Laporan Ernst & Young LLP menyebutkan potensi ini muncul dari semakin meningkatnya populasi penduduk muda dan pertumbuhan ekonomi yang kuat.
E&Y memperkirakan aset keuangan syariah akan naik sampai US$ 20 miliar pada 2017 dari yang diperkirakan sebelumnya US$ 14 miliar pada tahun lalu.
" Masih banyak yang harus dilakukan dalam meningkatkan kesadaran takaful di antara warga Malaysia," kata Mohamed Hassan Kamil, managing director Syarikat Takaful Malaysia Bhd yang berbasis di Kuala Lumpur.
" Dengan kurang dari 60 persen populasi penduduk Malaysia memiliki asuransi jiwa atau takaful keluarga, masih ada potensi untuk naik ke yang lebih tinggi," tambahnya.
Aset asuransi syariah di ASEAN diperkirakan tumbuh US$ 6,4 miliar pada 2016 dari US$ 4,2 miliar pada tahun 2014, menurut laporan E&Y. Negara ASEAN menyumbang 30 persen dari pasar takaful global yang dipimpin oleh Indonesia dan Malaysia. Sementara 48 persen pasar takaful dikuasai Arab Saudi.
" Kami menargetkan mereka yang underserved dan nasabah muda yang memasuki dunia kerja," kata Ahmad Rizlan, CEO Etiqa Takaful Bhd.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya