Rambah Digital, Asuransi Syariah Malaysia Bidik Anak Muda

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 19 Juni 2015 16:45
Rambah Digital, Asuransi Syariah Malaysia Bidik Anak Muda
Indonesia dan Malaysia menjadi pemain utama asuransi syariah di dunia.

Dream - Industri asuransi syariah Malaysia berambisi menambah pemegang polis dalam waktu lima tahun ke depan. Mengikuti perkembangan zaman, para pelaku bisnis takaful ini pun melirik bidang teknologi digital sebagai target investasinya.

Harapannya, promosi dan investasi lewat teknologi investasi mampu menarik nasabah khususnya dari kalangan anak muda.

" Operator takaful atau asuransi syariah juga berupaya meningkatkan kesadaran tentang asuransi untuk meningkatkan jumlah nasabah menjadi 8,4 juta pada tahun 2020 yang saat ini mencapai 4 juta nasabah," ujar Ketua Asosiasi Takaful Malaysia, Ahmad Rizlan Azman mengutip laman Bloomberg, Jumat, 19 Juni 2015.

Operator takaful Malaysia memang punya ambisi besar. Para pelaku bisnis berencana meningkatkan pangsa pasar hampir dua kali lipat dari 14 persen pada 2014 menjadi 25 persen.

Bisnis asuransi syariah di Asia Tenggara memiliki potensi untuk mengejar ketinggalan dari Arab Saudi. Laporan Ernst & Young LLP menyebutkan potensi ini muncul dari semakin meningkatnya populasi penduduk muda dan pertumbuhan ekonomi yang kuat.

E&Y memperkirakan aset keuangan syariah akan naik sampai US$ 20 miliar pada 2017 dari yang diperkirakan sebelumnya US$ 14 miliar pada tahun lalu.

" Masih banyak yang harus dilakukan dalam meningkatkan kesadaran takaful di antara warga Malaysia," kata Mohamed Hassan Kamil, managing director Syarikat Takaful Malaysia Bhd yang berbasis di Kuala Lumpur.

" Dengan kurang dari 60 persen populasi penduduk Malaysia memiliki asuransi jiwa atau takaful keluarga, masih ada potensi untuk naik ke yang lebih tinggi," tambahnya.

Aset asuransi syariah di ASEAN diperkirakan tumbuh US$ 6,4 miliar pada 2016 dari US$ 4,2 miliar pada tahun 2014, menurut laporan E&Y. Negara ASEAN menyumbang 30 persen dari pasar takaful global yang dipimpin oleh Indonesia dan Malaysia. Sementara 48 persen pasar takaful dikuasai Arab Saudi.

" Kami menargetkan mereka yang underserved dan nasabah muda yang memasuki dunia kerja," kata Ahmad Rizlan, CEO Etiqa Takaful Bhd.

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik