Regional Rontok, Indeks Syariah Lolos dari Pelemahan

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 31 Januari 2017 16:39
Regional Rontok, Indeks Syariah Lolos dari Pelemahan
Nasib berbeda dialami indeks bluechips syariah, JII, yang tak sanggup melawan aksi jual investor jelang penutupan perdagangan.

Dream - Bursa saham syariah bergerak berlawanan di penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 31 Januari 2017. Tekanan jual membuat indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) kembali menyeretnya masuk zona merah.

Sebaliknya, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) berhasil keluar dari tekanan yang ditutup di teritori positif.

Pelaku pasar hari ini sepertinya cukup cemas dengan perkembangan politik di Amerika Serikat. Kebijakan kontroversial Donald Trump memicu koreksi di sejumlah bursa regional.

Indeks ISSI berhasil menguat 0,178 poin (0,10%) ke level 172,476. Laju indeks syariah sepanjang hari ini relatif nyaman di zona positif dengan level tertinggi menyentuh posisi 173,166.

Akhir berbeda dialami indeks bluechips syariah. Adanya aksi jual jelang penutupan, memaksa JII melemah 1,274 poin (0,18%) ke level 689,319. Padahal sebelumnya, JII sempat bergerak di zona hijau dan menyentuh level tertinggi 696,001.

Aksi jual pemodal asing jelang penutupan perdagangan membuat pemodal lokal cemas. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, asing mencetak nett sell hingga Rp 227 miliar.

Seluruh transaksi perdagangan saham syariah sepanjang hari ini melibatkan 127,11 miliar saham. Uang yang berputar sepanjang perdagangan mencapai Rp 4,17 triliun.

Sebanyak 99 emiten syariah, 10 diantaranya bluechips syariah, berhasil menguat di tengah gelombang aksi jual investor. Sementara 94 lainnya harus turun ke zona merah dan 74 emiten ISSI bertahan stagnan.

Saham-saham sektor pertanian mencetak kenaikan indeks sektoral tertinggi usai menguat 2,05 persen. Disusul industri aneka 0,77 persen, dan pertambangn 0,55 persen.

Di barisan indeks sektoral yang melemah, sektor inustri aneka mengalami koreksi terdalam dengan melemah 0,93 persen. Diikuti barang konsumsi 0,78 persen dan manufaktur 0,53 persen.

Saham PTBA menjadi top gainer indeks JII usai menguat Rp 275 per saham. Disusul INDF yang naik Rp 125, WIKA Rp 110, PTPP Rp 70, dan ASII Rp 50 per saham.

Tekanan jual dialami saham INTP yang menghuni top losser usai rontok Rp 850 per saham. Diikuti UNTR tang melemah Rp 525, LPPF Rp 200, UNVR Rp 125, dan ICBP Rp 75 per saham.

Berbeda dengan bursa saham, kurs rupiah sore ini justru bergerak menguat. Sempat melemah ke level 13.369, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sore ini menguat 60 poin (0,45%) menjadi 13.289 per dollar AS. (Sah)

Beri Komentar